cari dakwah


Apa arti sebuah nama?



*Apa Arti Sebuah Nama?*

Dalam menjalani hidup, kita membutuhkan nasehat dari orang alim yang mengetahui hukum-hukum Ilahi dan banyak makan garam dari kehidupan ini. Jangan pernah mengabaikan nasehatnya, terimalah dan laksanakan nasehat yang bijak dan benar, walaupun harus merubah sebuah nama pemberian orangtua. Jangan berkata "apa arti sebuah nama?" karena Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam cinta pada nama-nama yang indah, dan kelak orang-orang di hari Kemudian akan dipanggil dengan nama-namanya dan nama-nama bapaknya. Maukah engkau dipanggil pada hari itu, dihadapan manusia dari Adam sampai terakhir, sedang panggilan yang buruk?

Manusia secara naluri senantiasa mencari nama-nama yang indah, tatkala ia membuka suatu usaha, maka tentunya ia akan mencari nama yang bagus dan berkesan indah di dalam hati, seperti nama "Sumber Makmur", "Podomoro", "Madju", "Rejeki", "Laris", "Slamet", dan lainnya. Semua itu dilakukan karena nama memang memiliki pengaruh, percaya atau tidak tapi harus percaya, al Imam Bukhari meriwayatkan dari Sa'id bin Musayyab bin Hazn, dari ayahnya, bahwa ayahnya dia (kakek Said) telah datang kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan beliau bertanya kepadanya:

مَا اسْمُكَ؟ قَالَ: حَزْنٌ. قَالَ: أَنْتَ سَهْلٌ. قَالَ: لاَ أُغَيِّرُ إِسْمًا سَمَّانِيْهِ أَبِيْ. قَالَ ابْنُ الْمُسَيَّبِ: فَمَا زَالَتِ الْحُزُوْنَةُ فِيْنَا بَعْدُ.

“Bahwa bapaknya datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallamMaka beliau bertanya, ‘Siapa namamu?’ Dia menjawab, ‘Hazn,’ Beliau bersabda, ‘Engkau (aku beri nama) Sahl,’ Dia menjawab, ‘Saya tidak mengganti nama yang diberikan oleh ayahku’.” Ibnul Musayyab berkata, “Maka sifat keras kepala senantiasa ada pada kami.” (HR. Bukhari no:6190)

Lihatlah bagaimana dampak seseorang yang mengabaikan nasehat walau hanya mengganti sebuah nama.

Pada waktu perjajian Hdaibiyah, antara kaum Muslimin dan kaum musyrikin Mekah, proses perjanjian tu alot, sehingga akhirnya orang-orang musyrik mengutus Suhail (artinya mudah) bin Amr, maka ketika Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam melihat Suhail datang pada hari perjanjian Hudaibiyah, beliau optimis dan berkata:

سَهلَ أمْرَكُمْ

“Urusan kalian menjadi sahl (mudah).” (HR. Bukhari)

Ustadz DR. Syafiq Riza bin Basalamah, MA


The Rabbanians
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit
Comments
0 Comments

Berlangganan dakwah, masukan emailmu dibawah ini GRATIS