cari dakwah


Terjerumus istilah senam

Perempuan menggoyangkan badan di tempat umum, ikhtilat (campur baur laki perempuan non mahrom), dan musik = HAROM, dan perbuatan dgn ancaman sgt berat ini dianggap BIASA 😢
~Lingga Wijaya Santi~

" TERJERUMUS ISTILAH SENAM "

Kamis ini pukul 07.20 wib di rektorat uin suska riau. Udara pagi masih terasa sejuk. Burung-burung berkicau. Daun-daun bergoyang-goyang. Di koridor penghubung rektorat dengan puskom (PTIPD), beberapa orang pegawai bagian umum tampak kompak mempersiapkan sound system. Ada yang menarik kabel, ada yang mengatur letak speaker, ada juga yang tes suara speaker, “tes sound...tes sound, 1, 2, 3 ... dicoba..”. Beberapa kali, sampai dia merasa bunyi yang dihasilkan bagus.

Tak lama, berbunyilah speaker tadi. Bunyinya kuat berdentum. Macam-masam musik. Kadang disco, remix, dangdut disco, yang menggugah hasrat menggerakkan badan.
Satu persatu pegawai rektorat keluar dan berkumpul di lapangan parkir, Pegawai fakultas juga ada. Tapi tak banyak. Dua orang Instruktur pun datang. Barisan disiapkan. Kemudian, irama berganti dan senam pun dimulai! Hup ..hup... yaa!

Laki-laki perempuan gerakkan badan, angkat tangan dan kaki, goyang pinggul, putar badan tepuk tangan. Selama hampir satu jam. Musiknya berganti-ganti. Rata rata musik percintaan. Keringat bercucuran dan bajupun basah. Di depan mereka, di koridor rektorat, mahasiswa duduk menonton.

Lama saya termenung melihat kawan-kawan yang senam ini.

Tiba-tiba saya mendengar bisikan setan di telinga kiri saya, “ Sudahlah, itu hanya senam, jangan dikaji macam-macam.”

Seketika itu juga saya mendengar pula bisikan malaikat di telinga kanan saya, “ betul, itu memang senam, tapi senam itu hanya sebuah istilah, sama dengan istilah joget dan menari, namun esensi keduanya sama, yaitu mengoyangkan badan. Bagi perempuan yang menggoyangkan badannya di depan umum, maka neraka jahanam tempatnya.”

Lalu setan berbisik lagi di telinga kiri saya, “ neraka jahannam? Itukan Cuma olahraga,”

Malaikat berbisik lagi di telinga saya, “ bukankah sudah engkau baca hadis rasulullah, yang mengatakan bahwa Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum saya lihat sekarang, yaitu kaum yang membawa cemeti (cambuk) seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia. Dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, menggoyang-goyangkan tubuhnya, memiringkan kepalanya, seperti punuk unta yang miring. Para wanita itu tidak akan masuk surga, bahkan tidak mendapatkan wanginya surga, padahal wanginya surga itu sudah bisa tercium dari perjalanan sekian dan sekian.”

Lalu setan berbisik pula, “tapi bukankah senam itu niatnya baik, hanya sekedar untuk menyehatkan badan ?”

Kemudian Malaikat berbisik lagi, “niat yang baik tidaklah merubah status hukum perbuatan yang diharam.”

Setan berbisik lagi, “ bukankah mereka memakai jilbab? “

Lalu malaikat berbisik pula, “ sayang sekali, rupanya jilbab belum mampu menyadarkan mereka dari perbuatan haram ini. engkau tidak akan tahu bagian tubuh mana yang terbuka ketika menggerakkan badan dalam senam ini. engkau juga tidak akan tahu bagian tubuhmu yang mana yang bergerak lalu kemudian menyesatkan mata-mata yang memandangnya. Engkau pun tidak akan tahu isi kepala orang yang menatap badanmu bergerak bergoyang,”

Setan lagi-lagi berbisik, “ bukankah mereka juga senam bersama dengan laki-laki teman sekantor?”

Malaikat berbisik pula, “ justru bercampurnya laki-laki dan perempuan dalam senam ini memperlebar radius keharamannya,”

Setan masih tetap berbisik, “ tentu tidaklah mungkin perempuan di uin suska riau dilarang senam? “

Malaikat tetap pula berbisik, “ perempuan silahkan senam di tempat yang tertutup dari pandangan laki-laki. Pakailah aula di lantai lima gedung rektorat. Puas-puaslah senam di situ dengan instruktur perempuan, aerobik pun boleh. Asalkan laki-laki dilarang naik ke tempat itu.”

Setan masih lagi berbisik, “ bukankah senam itu di SK kan rektor. Berarti senam itu boleh-boleh saja.”

Terakhir malaikat berbisik di telinga kanan saya, “ sungguh kasihan rektor dan pemimpinmu yang lain, mereka harus menanggung akibat senam yang kalian lakukan. “

Setelah itu malaikat tidak ada berbisik lagi, tetapi setan masih tetap berbisik sampai saat ini.

Senampun berakhir. Saya berdiri kembali ke lantai tiga.

Ditulis oleh Budi Satriadi Ahmad
~Alex Ibnu Alrasyid~

Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit
Comments
0 Comments

Berlangganan dakwah, masukan emailmu dibawah ini GRATIS