cari dakwah


Hukum like foto selfie temen di sosial media dalam Islam

Baca Juga



Bismillah.. 
DOSA-DOSA LIKE MASA KINI,  MAAF SAHABATKU SAYA TIDAK PERNAH LIKE FOTO SELFIMU..

KETIKA aku tidak ngeLIKE upload foto selfie mu di Facebook, bukan berarti aku iri padamu. Walaupun foto selfiemu banyak yang ngeLIKE dan comentar memujimu.

Ketika aku tidak ngeLIKE upload foto anakmu di facebook, bukan berarti aku dengki padamu, walaupun foto anakmu banyak yang ngeLIKE dan comentar memuji anakmu.

Ketika aku tidak NgeLIKE status galau atau curhat pribadimu tentang keluh kesahmu di facebook, bukan berarti aku tak peduli padamu. Walaupun statusmu banyak yang ngeLIKE.

Bukan..bukan...bukan begitu sobatku...
Tapi Aku tidak ingin Menyeru atau mendukungmu dalam keburukan,  Like sama dengan mendukung , yang saya takutkan semakin banyak Like kamu justru makin termotifasi untuk aplod2 foto , Karena mersa banyak orang yang mendukung & kelak Ada pertanggung jawabannya.

Kalau tidak hati-hati, jari-jari dan jempol kita akan membuahkan dosa-dosa tanpa terasa, akibatnya menumpuk dosa-dosa. Misal menulis- nulis atau menggambar-gambar apapun, ketika menjadikan Allah murka, maka tentu saja berdosa. Atau mengandung muatan yang tidak sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya, maka berdosa. Bahkan sekadar me-like (tanda jempol kalau di fb) sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan Allah, maka berdosa. Padahal, entah berapa kali itu dilakukan setiap hari.

Demikian pula, sekadar men-dislike (gambar jempol ke arah bawah), kalau itu terhadap tuntunan Allah atau nasihat baik yang sesuai dengan tuntunan Allah dan hal semacamnya, maka (men-dislike itu) akan berdosa pula. Karena telah mengekspresikan ketidak sukaannya terhadap hal yang diridhai Allah Ta’ala. Lebih celaka lagi, ketika tidak sukanya itu lantaran hal-hal yang dilakukan oleh kelompoknya ternyata tidak sesuai syari’at, lalu ada yang menulis nasihat untuknya, kemudian dilecehkan, misalnya dengan komentar: preeeett!!! Itu tentu berdosa.  Bahkan akan mendapatkan bonus/ tambahan dosa dari orang-orang yang mengikutinya, tanpa berkurang dari dosa mereka.

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Barangsiapa yang memulai mengerjakan perbuatan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang memulai kebiasaan buruk, maka dia akan mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (Hadits shahih riwayat Muslim NO – 1691)

Aku tidak pernah iri jika kamu upload foto selfiemu di facebook dengan berbagai gaya. Tapi aku justru tidak ingin kamu semakin senang karena banyaknya LIKE pada fotomu yang dimana wanita selayaknya menjaga dirinya untuk tidak mengupload fotonya di facebook agar tidak menimbulkan fitnah bagi kaum lelaki yang melihat fotomu. Apalagi ada leleki yang bercomentar memuji kecantikanmu bahkan bisa jadi fotomu digunakan oleh lelaki hidung belang untuk memuaskan syahwatnya dengan memandangi fotomu tersebut. Astaghfirullah... Itu yang aku tidak inginkan. Bahkan penyakit 'ain bisa timbul dari foto yang kau upload di facebook. Sungguh jempol ini tak ingin menjadi penyebab itu semua. Sebab jempol ini juga akan dimintai pertanggung jawaban diakherat nanti.
Aku tidak pernah dengki dengan upload foto anakmu di facebook dengan berbagai gaya. Tapi aku justru tidak ingin anakmu terkena penyakit 'ain karena banyak tatapan mata dari macam-macam orang di facebook yang melihat foto anakmu. Kau tahu penyakit 'ain bisa timbul dengan melihat foto anakmu di facebook. Sungguh jempol ini tak ingin menjadi penyebab itu terjadi pada anakmu.

Dan aku bukan tidak peduli dengan dirimu setelah membaca status keluh kesahmu di facebook. Tapi aku justru tidak ingin kamu mengumbar masalah pribadimu di facebook yang bisa dibaca banyak orang difacebook. Tak ada guna mengumbar masalahmu di facebook karena hanya Allah yang paling layak bagimu untuk meluahkan keluh kesahmu agar Dia Sang Maha Pemilik Hati bisa memberikan solusi bagi masalahmu itu.

Sudahlah sahabat...jangan lagi kamu upload fotomu, foto anakmu bahkan jangan lagi kamu buat status curhat pribadi yang mengumbar masalahmu sehingga oranglain pun tahu...sudahlah....tak ada manfaat itu semua..

Gunakanlah facebook dengan secerdas mungkin.

Buatlah status yang bermanfaat untuk menambah pahalamu diakherat nanti.

Ingatlah sahabat bahwa apapun yang kita upload, kita comentari dan kita tulis nanti diakherat akan dimintai pertanggung jawaban pula.

"Pada hari ketika, lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS. An Nur : 24)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” “(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” “Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS. Qaaf: 16-19)

Sungguh hidup ini singkat. Maka dari itu pergunakan masa hidup kita untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kaum muslimin lainnya.

Tulisan ini aku buat sebagai nasehat bagi diriku dan sahabatku yang menginginkan nasehat ini pula.[]

🌹Via Ummu Mifta
🌹[Copas&PostedBy Fp Ittiba' Rasulullah ].
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit
Comments
0 Comments

Berlangganan dakwah, masukan emailmu dibawah ini GRATIS