Cari Dakwah

Syirik-syirik di Nusantara Indonesia penyebab bencana

Baca Juga


Jika sesaji dengan lalat saja bisa menyebabkan masuk neraka, bagaimana lagi dengan kerbau, unta, atau berqurban untuk nyi roro kidul, penguasa pantai selatan, mayit atau selain itu?!

Dua orang orang yang masuk neraka karena lalat dan masuk surga juga karena lalat,

عن طارق بن شهاب، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (دخل الجنة رجل في ذباب، ودخل النار رجل في ذباب) قالوا: وكيف ذلك يا رسول الله؟! قال: (مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئاً، فقالوا لأحدهما قرب قال: ليس عندي شيء أقرب قالوا له: قرب ولو ذباباً، فقرب ذباباً، فخلوا سبيله، فدخل النار، وقالوا للآخر: قرب، فقال: ما كنت لأقرب لأحد شيئاً دون الله عز وجل، فضربوا عنقه فدخل الجنة)

Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji)  sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah.” Ia pun menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.” Mereka mengatakan, “Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.” Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah.” Ia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.” Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.” [HR. Ahmad dalam Az Zuhud]

Hadits diatas menunjukkan bahwa sembelihan, penyajian tumbal, sesaji adalah ibadah. Jika ada yang memalingkan ibadah tersebut pada selain Allah, maka ia terjerumus dalam syirik akbar yang mengeluarkan dari Islam.
.
Allah azza wa jalla berfirman

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam” (Q.S al-An’ām : 162)


----_-----------------

RITUAL-RITUAL KESYIRIKAN BERKEDOK KEARIFAN LOKAL DI INDONESIA

1. Kenduri Laot Aceh (Sesaji kepala sapi)
2. Rebo Pungkasan banyuwangi (Sesaji kepala sapi)
3. Sapar saparan banyuwangi (Sesaji kepala sapi)
4. Ziarah 1 Syuro Parangkusumo Yogyakarta (Sesaji kepala sapi)
5. Larung sesaji 1 Syuro Wonogiri (Sesaji kepala sapi)
6. Peramaian tawang Kendal (Sesaji kepala sapi)
7. Nyadran rowosari Kendal (Sesaji kepala sapi)
8. Sedekah laut tuban (Sesaji kepala sapi)
9. Petik laut Situbondo (Sesaji kepala sapi)
10. Korowelang Malang (Sesaji kepala sapi)
11. HUT Kota Kediri (Sesaji kepala sapi)
12. Grebeg Syuro Lumajang (Sesaji kepala sapi)
13. Larung sesaji Blitar (Sesaji kepala sapi)
14. Sedekah rawa ambarawa (Sesaji kepala sapi)
15. Larung sesaji bumi Probolinggo (Sesaji kepala sapi)
16. Hajat laut Pangandaran (Sesaji kepala sapi)
17. Ruwatan Tegal (Sesaji kepala sapi)
18. Lomban Jepara (Sesaji kepala sapi)
19. Sedekah laut juwana Pati (Sesaji kepala sapi)
20. Petik Laut Pasuruan (Sesaji kepala sapi)
21. Sedekah gunung merapi lencoh boyolali (Sesaji kepala sapi)
22. Balia Palu (Sesaji ayam dan kambing)
23. Maudu’ Lompoa, Takalar Sulawesi Selatan (Sesaji Ayam, Julung julung)
24. Sesaji Labuhan Yogyakarta
25. Sedekah Laut Cilacap, Demak, Bantul, Pekalongan, Semarang, Tegal, Tangerang
26. Nadran Subang, Indramayu, Cirebon, karawang
27. Larung Sesaji Tuban, Jember
28. Petik Laut Sumenep, Pamekasan
29. Ruwat laut Subang, Pandeglang
30. Larung Perahu Gresik
31. Larung sesaji Jember
32. Labuh Saji Sukabumi
33. Kenduri laut Tapanuli tengah Sumatera
34. Pesta Laut Kuala Samboja Kalimantan Timur
35. Simah Laut Sampit Kalimantan tengah
36. memberik makan laut tanah Bumbu Kalimantan Selatan
37. Maccera Tasi Kotabaru Kalimantan selatan
38. Malarung sikka Sulawesi
39. Methil Surakarta (Sesaji hasil bumi)
40. Sedekah Bumi dengan Sesaji hasil bumi (Jepara, Indramayu, Tegal, Kuningan, Indramayu, Solok Sumatra Barat, Losari, Sukabumi, bogor, Majalengka, Juwana Pati, Surabaya, Banyumas, Grobogan, Cilacap, Ciluwak, Blora, Lamongan, Gresik, Kediri, Sidoarjo, Probolinggo)

Jelas sekali kalau umat muslim di Indonesia belum memahami betul mengenai esensi ajaran Islam yang paling pokok yaitu Tauhid, baik masyarakat ataupun pemerintahanya.

Dari segi masyarakat menganggap sesaji adalah bentuk syukur kepada tuhan selain juga sajian penolak bala untuk para lelembut, mbaurekso, penunggu, arwah leluhur, penguasa laut, gunung atau apapun itu.

Padahal hal semacam itu yang disebut dalam Islam sebagai syirik Akbar.

Dari segi Pemerintah daerah memandang tradisi-tradisi tersebut sebagai lahan pengembangan daerah dan sumber pendapatan lain dari sektor pariwisata dengan mengesampingkan dampak negatif yaitu dapat menggerus prinsip prinsip agama. Jika suatu daerah menjadikan acara tahunan dengan berhasil dan memancing banyak pengunjung, hal ini akan menarik daerah-daerah lain untuk melakukan hal yang sama.

Wal iyadzubillah... Nas alullaha assalamah wal afiah.
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit
Comments
0 Comments

Berlangganan dakwah, masukan emailmu dibawah ini GRATIS