Cari Dakwah

Hukum mencela makanan dalam islam

Baca Juga


 


Bismillah

Dulu ... sering Nonton review - review youtuber ttg makanan atau acara Master chef, kasihan banyak yg mengkritik bahkan masak yg sejatinya adalah sebuah keberkahan, kebahagiaan karena masih ada makanan yg bisa kita nikmati , suasananya berubah Jadi penuh depresi dan frustasi.

Kurang cepat, Kurang cantik, Kurang lembut .... Allahul Musta'an bukan berarti kita tdk belajar untuk mengembangkan skil dlm memasak, tapi apakah pantas makanan yg harusnya mendatangkan keberkahan, ketenangan dan kebahagiaan berubah menjadi mala pertaka, air mata karena kesalahan yg tdk signifikan dan bisa kita maklumi.

Tdk semua harus perfectionists.

ternyata makanan itu adalah " Rizki yang penuh berkah dan Nikmat dari Allah " tak pantas ia di cela, tak layak kita menghujat dan mengkritiknya, makanan datang di depan mata kita sampai ke mulut dan perut kita.

Sudah di catat perjalananya, ketetapannya di sisi Allah, bisa saja makanan yg sudah payah kita masak, tinggal sebentar -- eeeeh tiba - tiba sudah di boyong kucing di makan kucing 😊😊

Qadarallah wa maa syafa'al itu artinya, makanan itu tdk tertulis untuk kita.

Bayangkan Orang2 yg kelaparan, di Afrika, di Yaman apa sempat mereka mengkritik makanan ?

Kurang garam , Kurang anget.

Sekerat roti kering saja mereka bisa menangis terharu, setelah berhari - hari bertahan tanpa makanan, menahan lapar bahkan banyak anak2 mereka meninggal karena kelaparan.

Allahul Musta'an 😭

.
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنْ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sekali pun. Apabila beliau berselera (suka), beliau memakannya. Apabila beliau tidak suka, beliau pun meninggalkannya (tidak memakannya).”

(HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064 )

Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit
Comments
0 Comments

Berlangganan dakwah, masukan emailmu dibawah ini GRATIS