cari dakwah


Lebih sabar lagi di Bulan Ramadhan


RAMADHAN ADALAH BULAN KESABARAN

Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam menamakan Ramadhan dengan bulan kesabaran, sebagaimana dalam sabda beliau:
“Puasa bulan kesabaran dan tiga hari setiap bulan adalah puasa satu tahun” (HR. Ahmad 7577)

Tidak diragukan bahwa di dalam bulan Ramadhan bermacam bentuk dan jenis amalan/keta’atan dan ujian yang menuntut seseorang hamba untuk selalu bersabar.

Menahan diri dari makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam matahari membutuhkan kesabaran, sholat tarawih di malam hari membutuhkan kesabaran, apalagi bila bacaan imam lebih panjang dari bacaan sholat-sholat yang biasa didirikan, membaca Al Qur’an membutuhkan kesabaran, menahan semua anggota badan dari seluruh yang diharamkan Allah membutuhkan kesabaran, menghadapi cobaan, celaan dan hinaan dari orang lain dan hanya membalasnya dengan ucapan: “Saya sedang berpuasa” membutuhkan kesabaran.

“Seluruh amalan anak cucu Adam untuknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya (tanpa batas)” (HR. Muslim 1151)

Karena orang-orang yang bersabarlah yang akan mendapatkan balasan yang sempurna tanpa batas, sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya hanya orang-orang sabarlah yang akan diberikan balasannya tanpa batas” (QS. Az-Zumar: 10)

Kesabaran ada tiga macam :
1. Sabar dalam menghadapai dan menerima ujian dan cobaan yang ditaqdirkan.
2. Sabar dalam melakukan ketaatan.
3. Sabar dalam meninggalkan maksiat dan dosa.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kesabaran itu dibangun diatas tiga landasan utama:
1. Menahan diri (hati) dari membenci apa yang ditaqdirkan
2. Menahan lisan dari mengumpat.
3. Menahan anggota badan dari berbuat maksiat, seperti memukul wajah, menyobek-nyobek baju dan yang sejenisnya,

Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah mengatakan:
“Landasan kesabaran dibangun di atas tiga tiang ini, apabila seorang hamba telah melakukan dengan semestinya, maka ujian pada dirinya akan menjadi nikmat, cobaan akan menjadi karunia dan yang tidak disenangi akan menjadi yang dicintai.
Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menguji seorang hamba untuk membinasakannya, akan tetapi diuji untuk mengetahui kesabaran dan ubudiyah (ketaatan)nya, kerena sesungguhnya wajib atas seorang hamba melakukan ubudiyah kepada Allah dalam kondisi kesulitan dan berubudiyah kepadaNya dalam kondisi tidak senang serta dalam kondisi ia senang. Mayoritas manusia hanya melakukan ubudiyah dalam kondisi mereka menyenangi/mencintai sesuatu. Dan sesungguhnya perkara yang terpenting adalah melakukan ubudiyyah dalam kondisi yang tidak disenangi, dalam hal ini manusia berbeda-beda tingkatannya, dan kedudukan mereka disisi Allah sesuai dengan hal itu”.
Lihat : Al-Waabil Ash-Shaayyib, hal: 5

Demikian, mudah-mudahan kita menjadi orang orang yang sabar dalam setiap kondisi dan keadaan, jadikanlah bulan Ramadhan sebagai ajang untuk menempa dan melatih diri untuk menjadi orang-orang yang lulus dalam meraih predikat sabar.

“Barangsiapa yang selalu melatih dirinya untuk bersabar maka Allah akan jadikan dia orang yang sabar”
(HR. Ahmad no. 11091)

👤 Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan
🌐 salamdakwah.com


Alhikmahjkt
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit
Comments
0 Comments

Berlangganan dakwah, masukan emailmu dibawah ini GRATIS