Cari Dakwah

Apa manhaj Ustad Rifky Jafar Thalib apakah anak Ustad Jafar Umar Thalib?

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 



PERHATIKANLAH DARIMANA KALIAN MENGAMBIL ILMU AGAMA


Secara pribadi, Sekali lagi saya ingatkan, bahwa Orang dibawah ini Rifky Ja'far Thalib BUKAN BERPAHAM SALAF dan dia JUGA BUKAN ANAK dari Ustadz Ja'far Umar Thalib rahimahullah.


https://www.facebook.com/1663743963885935/posts/2448011715459152/


Sepanjang sejarah, Salafi juga tak pernah ada judul kajian yg sampai membahas : "HIKMAH KEMATIAN NARUTO". Kajian kurang kerjaan itu... 


https://youtu.be/yOQtRMGJjXs


Masih banyak kajian ribuan kitab kitab Tauhid aqidah dan manhaj salaf yg lebih utama dan bermanfaat untuk dikaji drpd sekedar dengarkan kajian kajian tematik atau gado gado (campur aduk) yang kurang menambah ilmu dan pemahaman yg benar.


Lihat orang itu salafi atau bukan jangan dilihat dari casing (tampilan luarnya yg berjenggot, celana cingkrang pakai gamis atau wanitanya bercadar) tapi PERHATIKAN PEMAHAMANNYA, itu yg membedakan.


Dulu Muhammad biin Sirin – ulama tabi’in muridnya Anas bin Malik – mengingatkan,


إن هذا العلم دين ، فانظروا عمن تأخذون دينكم


Ilmu adalah bagian dari agama, karena itu perhatikan, dari mana kalian mengambil agama kalian. (Siyar A’lam an-Nubala’, 4/606)


Dan begitulah seseorang, akan dinilai sesuai dengan siapakah yang menjadi teman dekatnya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:


المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل


“Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: “السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ”


“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap benar, sementara orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” 


Ada yang bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?”. 


Beliau menjawab, “Orang bodoh (masalah agama) yang turut campur dalam urusan masyarakat.” 


(HR. Ahmad 7912, Ibnu Majah 4036, Abu Ya’la al-Mushili dalam musnadnya 3715, dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth).

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments