Search

Adab dan mitos gerhana dalam Islam

Baca Juga :


Mitos&khurofat yang terjadi saat terjadi gerhana merupakan kebatilan yang tidak di dasari ilmu dan lebih condong kepada ke syirikan.
Di jaman arab jahiliyah dulu gerhana sering di sangkutpautkan dengan kelahiran dan kematian seseorang. Seperti saat putra Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, yaitu ibrahim, banyak yang menyangkutpautkan gerhana dengan wafatnya putra beliau.
Sedangkan Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda ”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara ayat-ayat Allah. Tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau karena lahirnya seseorang. Apabila kalian melihat gerhana matahari dan bulan, maka berdoalah kepada Allah dan sholatlah hingga tersingkap kembali.” (HR. Al-Bukhari no. 1043, dan Muslim no. 915)

Adab
1.Menghadirkan rasa takut kpd Allah saat terjadinya gerhana bulan dan matahari.
2. Tidak ada azan dan iqamah bagi shalat gerhana, Menyeru dengan panggilan “Asshalaatu Jaami’ah” panggilan untuk melakukan shalat secara berjamaah.
3.Disunahkan mengeraskan bacaan surat, baik shalatnya dilakukan pada siang atau malam hari. 
4.Shalat gerhana sunah dilakukan di masjid secara berjamaah. 
5.Wanita boleh ikut shalat berjamaah di belakang barisan laki-laki. Diriwayatkan bahwa Aisyah dan Asma ikut shalat gerhana bersama Rasulullah . (HR. Bukhari).
6. Disunahkan memanjangkan bacaan surat
7.Disunahkan menyampaikan khutbah setelah selesai shalat.
9.Dianjurkan memperbanyak istighfar, berzikir dan berdoa, bertakbir.

PunkGoesSunnah
Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments