Search

Kezaliman media massa terhadap umat Islam

Baca Juga :


Kezaliman Media Massa Terhadap Umat Islam

Zaman yang sedang kita jalani dewasa ini merupakan zaman sarat fitnah. Banyak pesan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallammengenai fitnah di akhir zaman yang sangat cocok menggambarkan zaman yang sedang kita lalui saat ini. Inilah zaman ketika giliran kemenangan di dunia bukan berada di fihak ummat Islam. Ini merupakan zaman di mana Allah subhaanahu wa ta’aala menguji orang-orang beriman. Siapa di antara mereka yang mengekor kepada orang-orang kafir, siapa di antara mereka yang emas imannya dan bahkan rela berjihad di jalan Allah subhaanahu wa ta’aala hingga meraih kemuliaan mati syahid.

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

”Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS Ali Imran 140)

Dalam ayat di atas Allah subhaanahu wa ta’aala menegaskan bahwa adakalanya ummat Islam memperoleh kemenangan dalam medan peperangan namun adakalanya kaum musyrikin-kuffar yang menang. Ini merupakan perkara biasa dalam kehidupan di dunia yang fana. Dunia merupakan tempat di mana segala keadaan berubah silih berganti, tidak ada yang tetap dan langgeng. Kadang manusia menang, kadang kalah. Kadang lapang, kadang sempit. Susah-senang, sehat-sakit, kaya-miskin, terang-gelap, siang-malam, berjaya-terpuruk semuanya silih berganti dan selalu bergiliran. Itulah dunia. Berbeda dengan di akhirat nanti. Manusia hanya punya satu dari dua pilihan keadaan. Pertama, ia mungkin hidup abadi dalam kesenangan hakiki di dalam surga Allah subhaanahu wa ta’aala. Atau sebaliknya, hidup kekal dalam penderitaan sejati di neraka Allah subhaanahu wa ta’aala.

Sebuah pemberitaan yang tidak benar akan menimbulkan fitnah. Dan setiap fitnah itu akan menghadirkan kehancuran, permusuhan, dan pertentangan. Fitnah juga dapat menimbulkan kekacauan seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta, dan menyakiti atau mengganggu kebebasan seseorang beragama.

Sudah saatnya kita sebagai kaum muslim di era globalisasi ini berkontribusi aktif dalam menyampaikan informasi atau berita secara bersih dan berkeadilan. Yakni menyampaikan informasi apa adanya tanpa ditambah-tambahi unsur-unsur yang tidak terbukti kebenarannya. Sedangkan menyampaikan informasi secara berkeadilan yaitu menyampaikan informasi secara objektif tanpa ada campur tangan dari pihak manapun untuk menyudutkan seseorang atau suatu kelompok tertentu.

Mari kita berkontribusi nyata untuk menyajikan informasi yang gamblang, benar, dan jelas. Karena dengan perkataan saja tidaklah cukup untuk kita memerangi pemberitaan yang tidak jelas sumbernya. Apalagi jika kita tidak berkata-kata sama sekali. Namun, berkata-kata dengan karya jauh lebih kuat pengaruhnya dibandingkan dengan berkata-kata namun tak ada hasilnya, dan kepada seluruh umat Islam secara umum untuk selalu mengedepankan sikap tabayun dalam memperoleh suatu informasi sebelum menyebarluaskannya. Supaya kita terhindar dari perbuatan memfitnah seseorang atau suatu kelompok tertentu yang malah merugikan umat Islam sendiri.

Silahkan Share, Semoga Bermanfaat


rumaha
:)

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments