Search

Adab membaca Al-Quran

Baca Juga :


ADAB MEMBACA AL-QURAN

1. Mengikhlaskan niat untuk Allah semata
"Sesungguhnya seluruh amalan itu tergantung pada niatnya" (HR. Bukhari-Muslim) 

2. Hendaknya suci dari hadats & berpakaian sopan
"Aku tidak menyukai menyebut nama Allah, kecuali dalam keadaan suci" (HR. Ahmad & Abu Daud)

3. Hendaknya membersihkan gigi terlebih dahulu
"Siwak itu membersihkan mulut dan mengundang ridha Allah" (HR. Ahmad, Bukhari secara Muallaq, dan yang lainnya)

4. Hendaknya di tempat yang suci (terutama masjid)
"Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah" (QS. At-Taubah: 18)
Catatan: Tidak boleh membaca Al-Quran di WC

5. Dianjurkan menghadap kiblat
"Sebaik-baik Majlis adalah yang menghadap kearah qiblat" (HR. Thabrani)

6. Boleh membaca sambil berdiri, dalam kendaraan, atau berbaring
"Yaitu mereka yang selalu mengingat Allah ketika berdiri, duduk, dan ketika berbaring. Mereka merenungkan ciptaan langit dan bumi" (QS. Ali Imran: 191)

7. Membaca diawali dengan ta’awudz
“Apabila kamu membaca Al-Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk” (QS. An-Nahl: 98)

8. Mengawali surat dengan basmalah kecuali surat At-Taubah
"Suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun dari tidur sambil tersenyum. Kamipun bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa yang membuat anda tersenyum?’ beliau bersabda, “Baru saja turun kepadaku satu surat.” Kemudian beliau membaca, 'Bismillahirrahmanirrahiiim… Innaa a’thainaakal kautsar… dst" (HR. Ahmad, Muslim, dan yang lainnya)

9. Berusaha merenungi & memahami
"Mengapa mereka tidak merenungkan kandungan makna Al-Quran. Apakah ada kunci di hati mereka?" (QS. Muhammad: 24)
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29)

10. Berusaha khusyu'
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka. (QS. Al-Anfal: 2)

11. Membaguskan suara dengan tidak ghuluw (berlebihan)
"Perindahlah (bacaan) Al-Qur`an dengan suara kalian" (HR. Ahmad, Ibnu Majah Nasa`i dan Hakim menshahihkannya)

12. Hendaknya membaca dengan tartil
"Dan bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan" (QS. Al-Muzammil: 4)

13. Membaca dengan sirri (halus) bila khawatir riya'
“Membaca Al Qur’an dengan suara keras, seperti bersedekah tanpa disembunyikan. Membaca Al Qur’an dengan lirih, seperti bersedekah dengan sembunyi-sembunyi” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Al Baihaqi)

14. Jangan sampai mengganggu munajat orang lain
“Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud, Ahmad)

15. Bersujud tilawah ketika melewati ayat sajdah
Doa sujud tilawah:

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَ قُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

"Sajada, wajhiya, lilladzii, kholaqohu, wasyaqqo, sam 'ahu, wa bashorohu, bihawlihi, waquwwatihi, fatabaakalallohu, ahsanul khooliqiin" (Wajahku bersujud kepada Tuhan yang telah menciptakanku, yang memberi pendengaran dan penglihatanku, dengan daya dan upayaNya, Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta) (HR. Tirmidzi, Ahmad, & Hakim)

16. Dilarang mengkhatamkan kurang dari 3 hari
"Orang yang membaca Al-Qur’an kurang dari 3 hari maka tidak akan dapat memahaminya" (HR. Ahmad, Abu Dawud)

🌐 almanhaj.or.id, rumaysho.com, yufid.tv


AlhikmahJkt
Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments