Cari Dakwah

Hadis palsu tentang hukum sholat Kaffarah yang dapat menggantikan Sholat 1000 tahun

Baca Juga :



Bismillah wassolatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi washohbihi wa manwallahu..wa ba'du:
*-Membantah kesesatan artikel sholat kaffaroh-*
Oleh : Isham Aini.,Lc.,MA
Sepakan terakhir ini ada artikel yg cukup viral di Medsos tentang sholat kaffaroh pada jum'at terakhir bulan ramadan
*-Apa itu sholat kaffaroh?-*
Sholat kaffaroh adalah sholat penebus atau pengganti sholat wajib (lima waktu) yg pernah ditinggalkan selama hidup seseorang namun ia tak dapat menghitung jumlanya, maka hal itu dapat ditebus dg melakukan sholat di hari jum'at terakhir bulan ramadan sebanyak 4 rakaat sekaligus tanpa tahyat awal, ditiap rakaatnya membaca alfatihat 1x, surat al qodar 15x dan surat al kautsar 15x.
dg niat : *-nawaitu usholli arba'a rakaatin kaffaratan limaa fatani minash sholati lillahi ta'ala-* ( aku berniat sholat empat rakaat sebagai penebus sholat yg terlewatatkan krn Allah ta'ala.
*-Apa dasar hukum sholat kaffaroh tersebut?-*
Sebagaimana tersebut dlm artikel tsb www.ahamid.blogspot.com
Dasarnya adalah suatu hadits yg berbunyi:
Rasulullah shallallahu alaihi wasallama bersabda :
*-barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari jum'at terakhir bulan ramadan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahhud (tanpa tahyat awal) tiap rakaat membaca al-fatihah 1 x, surat al-qodar 15x, dan suratnal-kautsar 15x, baca istighfar 10x, sholawat 100x, baca basmalah, hamdalah, dan syahadat, kemudian baca doa kaffaroh 3x -*:
*-اَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِيْ وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِيْ تَقَبَّلْ مِنِّيْ مَا لاَ تَنْفَعُكَ وَاغْفِرْ لِيْ مَا وَلاَ تَضُرُّكَ يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَا وَ إِذَا تَوَعِدُ تَجَاوَزَ وَعَفَا اِغْفِرْ لِيْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَأَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطْرِ اْلغِنَى وَجَهْدِ اْلفَقْرِ إِلَهِيْخَلَقْتَنِيْ وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًاً وَرَزَقْتَنِيْ وَلَمْ اَكُنْ شَيْئاً وَارْتَكَبْتُ اْلمَعَاصِيْ فَإِنِّيْ مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِيْ فَإِنْ عَفََوْتَ عَنِّيْ فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْئاً وَإِنْ عَذَبْتَنِيْ فَلاَ يَزِدُ فِيْ سُلْطَاِنكَ شيئاً اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي لَكِنِّيْ لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمْنِيْسِوَاكَ فَاغْفِرْ لِيْ مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَمَا بَيْنَ خَلْقِكَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا رَجَاءَ السّائِلِيْنَ وَيَا أَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ إِرْحَمْنِيْ بِِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةَ أَنْتَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَاَلمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِللْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَتَابِعِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ ربّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ وصل الله على سيّدنا محمّد وعلى ألِهِ وصحبه وسلّم تسليمًا كثيرًا والحمد لله ربّ العالمين. أمين.-*
Diambil dari kitab “Majmu’atul Mubarakah”, susunan Syekh Muhammad Shodiq Al-Qahhawi Oleh: Habib Munzir al-Musawa dan dari berbagai sumber lain.
*-Bagaimana kualitas hadits tsb?-*
Dalam tradisi salafussoleh dalam mengamalkan suatu hadits adalah memastikan kualitas suatu hadits; bila benar penisbatannya kepada rasulillah shallallahu alaihi wasallam maka mereka mengamalkannya, bila tidak benar penisbatannya maka mereka tidak mengamalkannya.
Terkait dengan kualitas hadits diatas Imam Assyaukani (Lahir : 1173 H, - Wafat: 1255 H) -rahimahullahu ta'ala berkata- setelah melakukan penelusuran dan penelitian tentang keotentikan hadits tsb berkata: bahwa hadits tsb (senada) adalah *-PALSU-* tidak diragukan lagi, dan saya tidak mendapatkannya dalam kitab kitab yg penulisnya menghimpun didalamnya hadits palsu akan tetapi hadits ini cukup populer dikalangan suatu kelompok orang yg belajar fikih di kota shan'a (yaman) dizaman kita sekarang ini (Abad ke-12 H), banyak diantara mereka yg memgamalkan hal tersebut, aku tidak tahu siapa yg memalsukan (hadits) utk mereka, semoga Allah menjelekkan para pendusta ( Al-fawa id al-Majmu'ah fi al-Ahadits al-Maudhu'ah. Hal.54, Karya: Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad Assyaukany).
CATATAN : dalam pandangan kami, bahwa hadits ini SANGAT PALSU, krn dalam kitab-kitab yg khusus menghimpun hadits-hadits palsu saja tidak ditemukan apalagi dalam kitab-kitab yg menghimpun hadits2 maqbul.wallahualam.
*-Hukum Pengamalannya--*
Ulama sepakat, bahwa hadits palsu tidak boleh diamalkannya sebagaimana yg dikatakan Imam Ibnu Hajar al-Asqolany Al-Syafi'i sebagaimana dikutip oleh Imam As-Sakhowi dalam kitabnya al-Qoul al-Badi'.
*-Hukum Menyebarkan Hadits Palsu-*
menyebarkan hadits palsu setelah diketahui kepalsuannya adalah *-HARAM-* bahkan Rasulullah menghukumi org tersebut sama dg pemalsu hadits atas nama beliau kecuali bila penyebaran hadits palsu dalam rangka memberi tahu ummat agar tidak mengamalkannya. Sebagaimana sabda beliau : barangsiapa menyampaikan suatu hadits dariku (atas namaku) padahal diketahui bahwa hadits tsb palsu maka dia termasuk salah seorang pendusta (HR.Muslim-dalam muqoddimah kitab shohehnya), dimana ancamannya adalah neraka baginya, sebagaimana hadits mutawatir lafdzhi, beliau bersabda: barangsiapa yg berdusta atas namaku secara sengaja maka bersiap siaplah mendapatkan tempat duduknya dari api neraka (HR.bukhori dll).
*-Status Amal-*
Bila ada yg mengamalkannya krn kebodohannya maka status amalnya adalah bid'ah dan sia-sia. Syaikh Prof.Dr.Muhammad Husen Al-Jizany dlm kitabnya al-Qowaid Ma'rifatil Bida' mengatakan di kaedah pertama dari 23 kaedah dalam mengidentifikasi kebid'ahan suatu amal : setiap amal yg dilandaskan pada hadits palsu atas nama rasulillah adalah bid'ah.
Kita tahu bahwa mengamalkan sesuatu yg tidak disyari'atkan adalah perbuatan tertolak alias sia-sia sebagaimana sabda Rasulillah shallallahu alaihi wasallam : barasngsiapa mengamalkan suatu amal yg tidak ada perintah kami atasnya otomatis tertolak (HR.Muslim).wallahu'alam.
Catatan: Silahkan share ga perlu izin...semoga jadi amal jariyah kita amien.
Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments