Cari Dakwah

Waspada bencana Medsos

Baca Juga :



WASPADA BENCANA MEDSOS

Seorang Hamba Allah menulis :

Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya Whatsapp, Facebook, dan twitter dalam kehidupannya …?

Hal Ini merupakan Ghazwul fikri yang menyerang akal, namun sangat disayangkan, kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari agama Islam yang lurus dan jauh dari dzikir kepada Allah....
Kita telah menjadi penyembah-penyembah Whatsapp, Twitter, Facebook...

Kenapa hati kita mengeras membatu !?
Karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan dan juga peristiwa-peristiwa yang di share di facebook atau Whatshapp, maka jadilah hal itu terbiasa di hati kita … Jadilah hati kita tidak lagi takut karena apapun, berubahlah hati mengeras bagai batu.

Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan !?
Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whatsapp saja, menjadikan kita terbayang seakan kita bertemu mereka setiap hari…
Namun yang disayangkan bukanlah begini tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam kita

Kenapa kita sangat sering mengghibah manusia, padahal kita tidak sedang duduk dengan seorangpun!?
Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi pencelaan terhadap seseorang atau suatu kelompok, dengan cepat kita sebar ke grup-grup yang kita punya, dengan begitu sangat cepatnya kita berghibah ria, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu...

Mengapa kita tidak sholat subuh berjama'ah??
Karena kita sibuk begadang sepanjang malam… Kita tidak istirahat tidur agar bisa sholat subuh berjama'ah…
Diantara kita ada yang sholat subuhnya terlambat, ada yang sholatnya setelah terbit matahari, dan ada yang hampir-hampir tidak sholat…
Bahkan sampai-sampai waktu-waktu yang paling dicintai oleh Allah -seperti waktu sholat malam dan sebelum terbit matahari- kita sibuk ber WhatssApp dan twitter untuk mengshare forward-an atau broadcasting-an pagi dan yang lainnya..?!

Kenapa kita tidak dimudahkan (kepada kebaikan) dalam kehidupan kita..?!
Karena kita telah meninggalkan al-Qur'an, sementara kita sibuk dua puluh empat jam dengan tekhnologi ini dan perkara dunia lainnya, maka kitapun tidak diberi taufik karena kita berpaling meninggalkan dzikir, jadilah bagi kita kehidupan yang sempit...

Sangat disayangkan, kita telah menjadi para pecandu...
Kita sedang makan sementara handpone ada ditangan kiri kita...
Kita duduk-duduk bersama teman-teman, sementara handphone ada di genggaman…
Kita berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi handphone masih terus di tangan…
Kita sedang menyetir, HP tetap juga ada di tangan…
Sampai anak-anak kita pun telah kehilangan kasih sayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone…

Dan masih banyak lagi ....

Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan terhadap hal ini (whatssApp, Facebook, dan Twitter), karena dahulu sebelum masuknya teknologi ini, handphone tidaklah menjadi pusat perhatian kita...

Adapun sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal, betapa kita merasa sangat kehilangan. Andai perasaan seperti itu ada juga pada shalat dan tilawatul Qur'an kita....

Adakah dari kita yang mengingkari hal ini?

Dan siapa juga yang tidak mendapatkan perubahan negatif di kehidupannya setelah masuknya teknologi ini pada kehidupannya dan setelah ia menjadi pecandu.

Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur?
Apakah Whatsapp...?!!
Atau Twitter...?!!
Ataukah Al-Qur'an...?!

Al-Qur'anlah yang akan menemani kita, padahal semalaman kita meninggalkannya, tidak kita baca ayat-ayatnya....

Tidak bermanfaat penyesalan di hari tidak berguna WhatssApp dan Twitter, di kondisi yang dahsyat (pada hari akhirat), yang sangat mengerikan...

Mari kita bersama kembali pada Allah, jangan sampai ada hal yang menyibukkan kita dari dien kita...

Sungguh kita tak tahu berapakah sisa umur kita...

Allah berfirman:

(وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا)

“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS Thoha : 124)


(Terjemahan seorang hamba Allah semoga Allah membalas kebaikannya di dunia dan di akhirat)

Semoga HP menjadi wasilah untuk mengingat Allah bukan sebaliknya kesenangan yang melalaikan dan menjauhkan dari mengingat Allah.

Peringatan : Telah dinisbahkan nasehat diatas kepada Syaikh Su'ud As-Syuraim hafizohulloh ta'ala, hanya saja ada sebagian yang mengingkari karena tidak didapatkan di kumpulan khutbah Syaikh As-Syuraim. Karenanya tidak boleh kita menyandarkan nasehat di atas kepada beliau -sebagaimana yang terlanjur beredar di internet-, wallahu A'lam siapa penulisnya, akan tetapi kita jadikan sebagai teguran dan nasehat bagi kita.

👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
🌐 firanda.com

AlhikmahJKT
Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments