Cari Dakwah

Benarkah ada bir beralkohol Holsten di Arab Saudi? Hoax atau fakta

Baca Juga :



# Holsten di Arab Saudi? #

Di beranda ada yang membagikan video  katanya ada bir beralkohol di Madinah, padahal di Jakarta diharamkan. Apa benar?
Saya sampai tergerak untuk mendokumentasikan minuman botol yang sering saya lihat di berbagai pusat perbelanjaan di Arab Saudi. Dan yang ini saya foto di baqala (atau semacam warung/minimarket di Indonesia) yang berada di lingkungan asrama mahasiswa.

Silakan simak dan nilai sendiri dari foto-foto berikut.

-----------------------------------------------

Tambahan,
Saya sampai kroscek juga soal pemberitaan terkait alkohol di Arab Saudi, dan soal "malt beverages".

Berikut beberapa hal yang saya temukan:

1. Upaya penyelundupan minuman beralkohol dan narkotika yang pernah digagalkan di tahun 2016. Minuman alkohol diselundupkan dengan dicampur dengan jus botol, dan minuman tersebut diberi label "jus":
http://www.arabnews.com/saudi-arabia/news/907256

2. Di tahun 2012, ada studi di Perancis soal beberapa merk minuman bersoda mengandung alkohol, langsung diadakan pertemuan khusus terkait hal ini. Respon masyarakat Saudi beragam, sebagian besar langsung melarang, ada juga yang tetap mengonsumsi sampai menunggu fatwa yang jelas.

http://www.arabnews.com/alleged-alcohol-content-cola-drinks-probed

3. Penggerebakan tempat yang digunakan sebagai pabrik alkohol dan arak di Jeddah
http://saudigazette.com.sa/article/501035/SAUDI-ARABIA/Swamps-used-as-alcoholplants-seized-in-Jeddah

4. Fatwa ulama Arab Saudi, di antaranya Syaikh Utsaimin soal bir non-alkohol yang dijual bebas di Arab Saudi, (versi bahasa Inggris nya):

Shaykh Ibn ‘Uthaymeen said:

The beer that is on sale in our marketplaces [in Saudi Arabia] is all halaal, because it has been inspected by the officials and is completely free of alcohol. The basic principle concerning all kinds of food, drink and clothing is that they are permissible until and unless proof is established that they are haraam. Allaah says (interpretation of the meaning):

“He it is Who created for you all that is on earth” [al-Baqarah 2:29]

sumber: https://islamqa.info/en/33763

5. Peraturan impor dari Pemerintah Arab Saudi, saya baru menemukan dari DHL. Di antara salah satu poin menarik ialah tiap jenis barang harus disetujui oleh kementerian terkait, misal Komestik dan Parfum, serta Suplemen Kesehatan termasuk vitamin harus disetujui oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Tautan PDF: https://www.dhl.com.sa/content/dam/downloads/g0/express/shipping/customs/import_guide_sa_en.pdf

Via Rama Rizana
-Mahasiswa Dhahran-


------

Benarkah Bir ini Haram di Jakarta dan Halal di Madinah?

Judul ini menjadi viral sebagai keterangan video Ustadz Ahmad Sarwat, Pendiri Rumah Fiqih Indonesia (RFI), sekaligus Direktur Sekolah Fiqih.

Video yang direkam di kota Madinah al-Munawwarah, menjadi menarik dibicangkan netizen, terutama terkait statemennya bahwa dirinya tidak mau meminum suatu produk minuman di Madinah, “karena di Jakarta dibilang haram, tapi di sini dibilang halal.”

Sebelumnya Ustadz Ahmad menjelaskan bahwa semua bir yang ada di Arab Saudi tidak memabukkan dan tidak haram. Untuk membuktikannya, dia menunjukkan salah satu merek minuman terkenal “Holsten” dengan varian rasanya seperti apel dan cranberry .

Dia melanjutkan, minuman sejenis tersebut jika di Jakarta, kyai atau ustadz mengatakan haram, termasuk bir, tetapi dijual di kota Madinah, halal, beredar di kota Madinah.

Kontan penjelasan Ustadz Ahmad di atas menuai respon beragam. Beberapa komentar atas video disampaikan oleh masyarakat Indonesia yang bermukim di Arab Saudi dan memahami peraturan penjualan makanan dan minuman di sana.

Rama Rizana, mahasiswa di King Fahd University for Petroleum & Mineral (KFUPM) Dhahran, menuliskan di FB-nya, “Saya sampai tergerak untuk mendokumentasikan minuman botol yang sering saya lihat di berbagai pusat perbelanjaan di Arab Saudi. Dan yang ini saya foto di baqala (atau semacam warung/minimarket di Indonesia) yang berada di lingkungan asrama mahasiswa.”

“Silakan simak dan nilai sendiri dari foto-foto berikut,” tambahnya. Berikut foto-foto keterangan kandungan minuman “Holsten” yang dimaksud Rama:
https://www.saudinesia.com/2018/04/24/di-jakarta-dianggap-haram-di-madinah-beredar/

Bahkan, secara khusus, Ustadz Budi Marta Saudin, mahasiswa di Univeristas King Su’ud Riyadh, membuat video yang menjelaskan bahwa minuman “Holsten” adalah minuman yang tidak mengandung alkohol, tidak seperti di Jakarta atau Indonesia.

“Jika ada yang mengatakan di Jakarta haram di sini menjadi halal, karena memang berbeda,” jelasnya. “Lagian aturan di Kerajaan Arab Saudi sangat ketat untuk makanan, tidak boleh menjual makanan kecuali yang halal, artinya manakan yang haram tidak boleh dijual.”

“Jadi ini berbeda dengan yang ada di Jakarta, jangan disamakan, meskipun bentuknya, wujudnya sama, wah di sini kok bisa jadi halal,” imbuhnya. “Artinya orang yang bilang seperti itu, dia masih belum tahu tentang Saudi, bisa jadi dia belum pernah ke Saudi atau baru pertama kali ke Saudi, sehingga menjadi aneh.” kata Ustadz Budi lebih lanjut.

Untuk menyaksikan video tanggapan Ustadz Budi di link ini https://www.facebook.com/budi.marta/videos/10212349787365187/

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments