Cari Dakwah

Kisah Ustad Yazid tahun 1998 dikepung 1000 orang membawa senjata tajam

Baca Juga


Sedikit kisah dari tantangan da'wah yang di alami oleh al-Ustadz Yazid bin 'Abdul Qadir Jawas حفظه الله تعالىٰ tatkala menyebarkan Islam dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih, Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Jangan antum kira Da'wah itu tidak dimusuhi ... !!!

Tahun 1998 Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas حفظه الله تعالىٰ (pernah) dikepung oleh 1000 orang pemuda membawa senjata parang, golok dan lainnya. Rumah beliau hancur.

Alhamdulilah, Allah selamatkan beliau, beliau diselamatkan oleh para Polisi lewat jalan belakang. Jika tidak.... beliau bisa wafat bersama keluarganya.

Subhanallah... Tapi Da'wah akan jalan terus dan tidak akan pernah berhenti Insyaallah.

Imma Sunnah ini yang akan tegak atau kita diwafatkan dalam keadaan iman dan Islam. Alhamdulilah.

Da'wah harus jalan terus dan tidak usah khawatir.

Makanya kalo kita mendapatkan rintangan langsung kita ingat da'wah nya para nabi dan rasul lebih berat rintangannya.

- al-Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Lc حفظه الله تعالىٰ -
____________________________

Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah tersebut, di antaranya :

[1]. Sudah menjadi sunnatullah al-haq (kebenaran) adalah musuh bagi kebathilan, maka selama-lamanya tidak akan pernah bersatu. Apakah kita akan memperjuangkan kebenaran atau justru membela kebathilan.

Allah ﷻ berfirman :
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaithan-syaithan (dari jenis) manusia (dan jenis) jin."
(QS. Al-An'aam [6] : 112)

[2]. Tidak perlu takut dan khawatir dalam membela al-haq, karena Allah akan membela dan menolong hamba-Nya yang benar-benar ikhlas membela agama-Nya.

Allah سبحانه و تعالىٰ berfirman :
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya."
(QS. At-Thalaaq [65] : 2 - 3)

Dan kini kita bisa melihat bagaimana manusia berbondong-bondong menghadiri majelis beliau حفظه الله تعالىٰ.

[3]. Ujian yang paling besar bagi seorang hamba adalah para nabi dan rasul kemudian orang-orang shalih di bawah mereka.

Allah ﷻ berfirman :
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
(QS. Al-'Ankabut [29] : 2 - 3)

Rasulullah ﷺ bersabda,
"Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang-orang yang semisal (di bawah) mereka, kemudian orang yang semisal (di bawah) mereka."
(Shahiih, HR. Ahmad, I/172, 174, 180, 185, at-Tirmidzi, IV/602, no. 2398, Ibnu Majah, II/1334, no. 4023, dan ad-Darimi, II/228, no. 2786)

Semoga Allah تبارك و‏تعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.

✒ Abu 'Aisyah Aziz Arief_
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit
Comments
0 Comments

Berlangganan dakwah, masukan emailmu dibawah ini GRATIS