Search

Beberapa penyimpangan ustad H*nan Att*ki

Baca Juga :



Ngaji Bareng Acara DJ & Rapper? ? Selamanya yang Haq tidak akan bisa bersatu dengan yang Bathil (Musik, Ikhtilat, Hura2, dsb)
*"Adab Bro, Adab"*

Bismillaah.
Assalaamu'alaykum ikhwah fillaah dimanapun berada. Sebelum membaca postingan ini, agar tidak terjadi salah paham, perlu ana jelaskan bahwa tulisan bertanda bendera adalah perkataan seorang da'i yang kabarnya sih "keren dan gaul", kemudian kami berikan tanggapan dibawahnya terkait perkataannya, jelas ya?

Kesalahan seseorang, yang sifatnya pribadi, misalnya masih suka main game berjam-jam, yang mana melalaikan diri dari agama, namun hanya mudhorot bagi dirinya, maka ini adalah aib, yang tidak boleh disebarkan ke khalayak umum, namun tetap harus dinasihati secara 4 mata, bila diterima alhamdulillaah, bila tidak maka yang penting sudah disampaikan. Sedangkan, kesalahan yang didakwahkan ke khalayak umum, misalnya menciptakan istilah madzhab keren, yang mengesampingkan dalil dan banyak KEDUSTAAN, sehingga di-ikuti oleh orang AWAM, yang menganggap KEDUSTAAN adalah hal sepele, dan tentunya ini MEMUDHOROTKAN BANYAK ORANG, maka ini adalah PENYIMPANGAN, yang oleh Al Imam an-Nawawi dalam Kitab Al Adzkar, dibolehkan untuk disebarkan ke khalayak umum, agar tidak semakin banyak yang mengikuti kesalahannya. Orang AWAM saja tau bahwa DUSTA itu dosa, seharusnya apalagi seorang da'i. Jadi, mohon bisa dipahami dan bisa dibedakan ya mana yang namanya aib, dan mana yang PENYIMPANGAN ya. Inilah pernyataan-pernyataan seorang da'i yang kami tanggapi:

🚩"Aisyah itu cewe gaul".

Padahal yang benar itu Aisyah itu sangat menjaga diri. Adab dong Bro, ini 'Ummul Mukminin nih bukan Celebgram atau Sosialita yang hobi cengengesan sambil bentar-bentar selfie terus dijadikan postingan dengan caption-caption ngga penting.

🚩"Berat Aisyah itu tidak lebih dari 55kg, maka wanita sholehah itu beratnya harus dibawah 55kg".

Ini dusta, Aisyah juga pernah gemuk, perhatikan hadits berikut:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlari dan mendahuluiku (namun aku mengejarnya) hingga aku mendahuluinya. Tetapi, tatkala badanku gemuk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak lomba lari lagi namun beliau mendahului, kemudian beliau mengatakan, “Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang dahulu’.”

[HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 23/47), lihat Al-Misykah (2.238)].

Dari hadits ini menandakan bahwa Aisyah juga pernah gemuk, dan tidak ada patokannya dalam syariat bahwa sholehah itu harus dibawah 55kg. Adab dong Bro, masa dakwah pakai dusta.

🚩"Aisyah ngga pinter masak".

Sumbernya darimana Bro?

🚩"'Ummu Salamah punya brand 'Ummu Salamah cake".

Adab dong Bro adab, jangan kedepankan dusta dalam dakwah.

🚩"Istri-istri Nabi terdiri dari 2 geng, geng muda geng tua, emang begitu kata 'Ulama".

Kata 'Ulama siapa nih? Tidak mungkin lah 'Ulama menyebutkan sesuatu yang tidak menambah keimanan. Istilah geng ini identik dengan perkelahian antara satu dengan lainnya, ini dusta, para istri Nabi saling akrab dan saling bahu-membahu.

🚩"Admin grupnya itu Saudah".

Adab dong Bro, masa dakwah aja pakai dusta, admin grup apa dan ini keterangan darimana hadits riwayat siapa nih? Zaman dulu itu belum ada medsos kaya sekarang Bro, jadi istilah admin ini juga sebuah pemilihan diksi yang absurd.

🚩"Khodijah nama panggilannya Dije".

Adab dong Bro dalam dakwah, Khodijah itu dipanggilnya tetap Khodijah tanpa disingkat, perhatikan hadits berikut ini:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ » [أخرجه البخاري و مسلم]

“Wahai Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam, Ini Khodiijah telah datang. Bersamanya sebuah bejana yang berisi lauk, makanan dan minuman. Jika dirinya sampai katakan padanya bahwa Rabbnya dan diriku mengucapkan salam untuknya. Dan kabarkan pula bahwa untuknya rumah disurga dari emas yang nyaman tidak bising dan merasa capai”.

[HR Bukhari no: 3820. Muslim no: 2432]. Dalam banyak hadits banyak tertulis Khodiijah tanpa disingkat, nah keterangan disingkat menjadi dije itu dari hadits riwayat siapa tuh???

🚩"'Aisyah ketua OSIS, atau wakil ketua OSIS".

Adab dong Bro dalam dakwah, dakwah jangan disisipi dusta, zaman dulu tidak ada sekolah campur baur seperti kita. Kemudian, jabatan ketua OSIS pun hanya ada dalam hayalan Mas Bro saja, sebab Islam melarang wanita menjadi pemimpin selama masih ada laki-laki diantara kita.

🚩"Nabi Muhammad sering touring, yang kita kenal dengan istilah jihad".

SubhanAllooh adab dong Bro, makna jihad itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sekedar touring. Touring itu hanya untuk kepuasan pribadi dalam memuaskan hobi jalan-jalan, suatu hal yang sifatnya sangat duniawi. Adapun jihad adalah mengemban amanah dalam agama, kaitannya dengan pahala, sangat mulia, bisa dimulai dari mempelajari 'ilmu agama, menafkahi keluarga, hingga berperang di jalan Allooh, semua kegiatan yang berorientasi kepada mendapatkan pahala, bukan duniawi semata.

🚩"Nabi Muhammad posting lagi tilawah".

Aduh Mas Bro, adab dong, jangan biasakan pemirsamu dengan KEDUSTAAN, dakwah itu disampaikan apa adanya tanpa menggunakan istilah yang berlebihan seperti "posting" segala, sebab istilah tersebut tidak tepat diterapkan pada zaman dahulu dimana memang belum ada internet.

🚩"Premannya para Nabi itu Musa".

Adab dong Bro, pilihan diksinya apa nda' ada yang lebih baik apa. Penambahan kata preman itu juga sebenarnya tidak diperlukan, justru menciptakan kontroversi. Ada yang membela bahwa preman itu adalah orang sipil tanpa seragam militer, lah emangnya zaman dulu perang pakai seragam??? Sedangkan yang kontra pun menunjukkan makna preman yang memang umum dipakai, bahwa preman adalah seorang yang tidak patuh aturan, dan ini sangat bertolak belakang dari sifat kenabian. Tidak pakai istilah preman bisa kok sebenarnya, nda' perlu ghuluw/berlebihan.

🚩"Nabi Musa itu kan juara ultimate fight ya".

Adab dong Bro, dakwah masa pake dusta mulu, mana ada ultimate fight zaman dulu, lagian peserta ultimate fight itu melakukan fighting karena uang, duniawi banget. Nabi Musa itu Nabi, yang segala tindak tanduknya adalah untuk agama, bukan sekedar duniawi Mas Bro.

🚩"Nabi Musa itu ngga mau ngerespon komen-komen negatif di akun Beliau, biasa-biasa aja, ngga mau di-blok, ngga mau di-delete, biarin aja lah, terserah orang mau ngomong apa, yang jelas gw ngga akan follow mereka".

Adab dong Bro, banyak banget dustanya, zaman dulu mana ada akun socmed. Lagian masa gaya bahasa Nabi disamakan sama gaya bahasa kita sih. Jaga adab kita kepada para Nabi, Allooh berfirman
لا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا

"Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain)" [QS. An-Nuur : 63].

🚩"Ada skatepark, anak-anak Bani Israel lagi Ollie, Musa lewat, weis parkour sehehe..".

Adab dong Bro, dusta lagi, zaman dulu belum ada skatepark, juga seorang Nabi itu nda' petakilan, masa lewat doang pake parkour segala.

🚩"Musa kan larinya bagus banget ya, terus kaya biasa aja gitu loncat antar gedung ke gedung, antar bukit... Belakangnya red bull cehehe...".

Adab dong Bro, dusta lagi, zaman dulu seandainya ada bangunan-bangunan tinggi pun ngapain juga Nabi Musa loncat sana sini kaya orang kurang kerjaan saja... Terus pake bawa merk red-bull segala, zaman dulu belum ada red-bull Mas Bro...

🚩"Laut cuman laut merah dong tuh, selat yang antara Asia-Afrika, laut merah tuh dibelah sama Nabi Musa cuman berapa ribu kilo sih... Sementara Nabi Muhammad bukan laut yang dibelah, bulan...".

Adab dong Bro terhadap Nabi-Nabi, jangan untuk menghormati seorang Nabi kau jatuhkan kehormatan Nabi lainnya. Nabi Musa memiliki keutamaan bisa membelah lautan pada zamannya, Nabi Muhammad punya keutamaan membelah bulan pada zamannya, yang keduanya adalah hal luar biasa yang tidak akan mampu dilakukan oleh manusia biasa.

🚩Nabi Daud digambarkan sebagai vokalis yang mana jika orang nonton konser/single show itu lebih ramai dari tomorrow land.

Adab dong Bro, tidak perlu ghuluw/berlebihan dalam dakwah. Suara merdu bukan berarti zaman dulu bikin konser.

🚩"Ih kok lucu banget sih unyu-unyu kaya boneka, Abdulloh (Ibnu Mas'ud maksudnya) dikirain mainan".

Adab dong Bro, masa orang disangka boneka mainan, zaman Nabi Muhammad mana ada sih pria dewasa yang main boneka...

🚩"Akhirnya Nabi (Muhammad maksudnya) memaksa Abdulloh Ibnu Mas'ud jadi asisten Nabi di seminar jin".

Aduh adab dong Bro, selain dusta ini penyesatan nih namanya, Nabi menemui jin itu sendirian, barulah kemudian Abdullooh Ibnu Mas'ud dan para shohabat lainnya (bukan Abdullooh Ibnu Mas'ud saja lho ya) menemui Beliau, kemudian melewati bekas para jin, dan ketika itu jin meminta bekal hidup kepada Nabi, lantas Nabi sabdakan bahwa setiap tulang hewan yang dipotong dengan cara syar'i, akan menjadi penuh daging di tangan para jin, dan kotoran hewan akan menjadi makanan bagi hewan dari kalangan jin.

Perhatikan hadits berikut ini:
Dinyatakan dalam riwayat Ahmad, Muslim, Turmudzi dan yang lainnya bahwa Alqamah bertanya kepada sahabat Ibnu Mas’ud,

”Apakah ada diantara kalian yang ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam beliau bertemu jin?”

”Tidak, hanya saja, pada suatu malam, sebelumnya kami bersama Rasulullah. Tiba-tiba kami kehilangan beliau, dan kamipun mencari beliau di lembah dan semak-semak. Hingga kami mengatakan, ’Beliau dibawa pergi oleh jin.’ Malam itu, kami menjalani malam paling buruk. Di pagi harinya, tiba-tiba beliau datang dari arah Hira. Kamipun segera menyambut beliau, ’Ya Rasulullah, kami kehilangan anda dan kami berusaha mencari anda, namun kami tidak berhasil menemukan anda. Sehingga kami merasa sangat sedih di malam itu.”

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَتَانِي دَاعِي الْجِنِّ فَذَهَبْتُ مَعَهُ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ

”Ada seorang dari kalangan jin yang mendatangiku, akupun pergi bersamanya dan aku bacakan ayat al-Quran kepada mereka.”

Ibnu Mas’ud melanjutkan ceritanya, Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi bersama kami. Kamipun melihat bekas mereka dan bekas api mereka. Dan mereka meminta bekal hidup. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَكُمْ كُلُّ عَظْمٍ ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ يَقَعُ فِي أَيْدِيكُمْ أَوْفَرَ مَا يَكُونُ لَحْمًا وَكُلُّ بَعْرَةٍ عَلَفٌ لِدَوَابِّكُمْ

Pada setiap tulang hewan yang disembelih secara syar’i, akan berisi penuh daging di tangan kalian. Dan setiap kotoran hewan ternak, menjadi makanan binatang kalian (jin).

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

فَلَا تَسْتَنْجُوا بِهِمَا فَإِنَّهُمَا طَعَامُ إِخْوَانِكُمْ

”Janganlah kalian melakukan istinjak dengan tulang dan kotoran, karena itu makanan saudara kalian (dari jin).” [HR. Ahmad 4149, Muslim 450, Turmudzi 3258, dan yang lainnya]

Jadi Abdulloh Ibnu Mas'ud tidak mengikuti atau mendampingi Nabi (jadi asisten) ketika sedang menemui kaum jin ya. Kemudian setelah bertemu dengan Nabi, Abdullooh Ibnu Mas'ud dan para shohabat lainnya dapat melihat bekas para jin dan bekas api para jin. Pada kesempatan dimana ada Abdullooh Ibnu Mas'ud dan para shohabat lainnya itu pula kaum jin meminta bekal hidup kepada Nabi. Juga, penggunaan diksi "seminar" sebenarnya tidaklah diperlukan, cukup sampaikan bahwa Nabi menemui kaum jin.

🚩"Madzhab anak muda itu bukan idealisme, madzhab anak muda itu bukan syar'iat, madzhab anak muda itu madzhab keren".

Adab dong Bro, Islam itu diturunkan semua umur, jangan ada pemilahan yang tidak jelas rujukannya. Bahaya kalau semacam ini Bro konsekuensinya, banyak anak muda yang akan menolak dalil karena menganggap Alquran dan hadist sudah tidak keren lagi dan tidak sesuai zaman, wa na'uudzubillaahi min dzaalik. Hijrah itu adalah pindah, kita usahakan pindah dari keburukan kepada kebaikan, atau dari ketidaktahuan menjadi paham, identik dengan meninggalkan zona nyaman ke zona penuh ujian dan rintangan. Jadi kalau ada yang mengajak hijrah tapi dari ketidaktahuan menjadi kebingungan maka ini sama saja hijrah yang sia-sia. Maka, janganlah kita menjadi pemuda yang salah hijrah, pandai-pandailah dalam mencari guru. Bergurulah dengan Ustadz yang lurus manhajnya, yang memang berpenampilan sesuai syari'at yakni memanjangkan jenggot dan berpakaian sebatas mata kaki bahkan memakai jubah. Jangan berguru kepada Ustadz berpenampilan preman, yang memakai kupluk dan gelang layaknya preman penjaga villa.

🚩"Allooh so sweet".

Adab dong Bro, so sweet itu kan artinya sangat manis atau manis banget, yang berarti ini adalah penyifatan terhadap Allooh. Sedangkan, sifat Allooh itu tauqifiyah, yang berhak menyifati Allooh itu ya Allooh sendiri. Para 'Ulama dan asatidzah susah payah menjelaskan bahwa sifat Allooh itu istiwa' 'alal arsy malah dibilang mujassimah, lha ini ciri mujassimah yang terang benderang malah dibela.

🚩"Allooh sebaik-baik mak comblang".

Adab dong Bro, masa Allooh disifati seperti manusia. Istilah mak comblang itu dalam Islam adalah wasilah, yakni seorang Ustadz, atau kawan, atau sodara/kerabat, yang berusaha menjodohkan dua orang pria dan wanita menjadi sepasang suami-istri. Allooh yang ciptakan takdirnya, bukan mencomblangi. Ini juga mencirikan mujassimah, masa Allooh disifati Mak comblang seperti manusia, ini kan tidak adab kepada Allooh namanya.

⚠ Sebenarnya masih ada lainnya, namun  kami rasa poin-poin diatas pun sudah mencukupi. Semoga kita semua senantiasa Allooh jaga agar tidak kurang ajar terhadap agama Allooh ini. Sebelum mengatakan bahwa postingan ini kurang adab, perlu dicatat bahwa  postingan ini sejatinya sedang membela adab, adab terhadap dakwah, terhadap para Nabi, dan para keluarga Nabi. Dalam mendakwahkan agama itu apa adanya, tanpa penambahan yang tidak penting apalagi banyak sisipan KEDUSTAAN dimana KEDUSTAAN adalah dosa besar dalam Islam. Nasihat kami, perhatikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

رَأَيْتُ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي، قَالاَ: اَلَّذِى رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ، يَكْذِبُ بِالْكَذْبَةِ تُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغُ الآفَاقَ، فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. رواه البخاري

Aku melihat dua orang (Malaikat), keduanya berkata: “Orang yang engkau lihat disobek mulutnya hingga telinga, adalah seorang pendusta. Ia berdusta dengan kedustaan, dibawanya kedustaan itu berkeliling atas nama dirinya hingga mencapai ufuk, maka dibuatlah ia sebagai pendusta sampai hari kiamat”. [HR. Bukhari].

Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa DUSTA akan menjauhkan keimanan.

اَلْكَذِبُ يُجَانِبُ اْلإِيْمَانَ

“Dusta akan menjauhkan keimanan.” [Riwayat Bukhari].
Ini kan masalah, tugas seorang da'i adalah berusaha berdakwah dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Kalau isinya ada DUSTA, apalagi sampai banyak banget, ya keimanan dan ketaqwaan justru akan berkurang berdasarkan hadits tadi.

Sebelum berkomentar dalam postingan ini tentang adab ke orang yang dimaksud pada postingan ini, maka selayaknya perhatikan lebih dahulu adab kepada Allooh, kepada para Nabi, kepada Nabi Muhammad serta para shohabat Nabi. Sekelas orang yang dijadikan sebagai Ustadz kok bisa ya melakukan kesalahan dalam Prinsip-prinsip Dasar Islam, berulang-ulang pula... Da'i kok bermudah-mudahan dalam BERDUSTA. Bila ingin membantah postingan ini DIHARUSKAN 'ilmiah agar menambah ke-'ilmuan. Jangan pake baper dengan membandingkan siapa dengan siapa. Kalau ana hafalannya lebih banyak, bukan berarti semua kesalahan ana jadi bener. Kalau ana lebih kaya, bukan berarti penyimpangan ana juga didiamkan. Kalau pendidikan agama ana lebih tinggi, bukan berarti postingan ini tanpa kesalahan. Kalau bacaan Quran ana lebih merdu, bukan berarti seluruh cuapan ana bisa diterima mentah-mentah. Kalau ana tokoh masyarakat dan tokoh bisnis, bukan berarti ana nda' bisa di penjarakan.

Kalau pun sudah minta ma'af atas kesalahan dalam berdakwah, bukan berarti bisa langsung lanjutkan dakwah lagi, padahal bikin kesalahannya saja dalam hal yang pokok untuk diketahui, apalagi bila ingin menjadi da'i, dan konyolnya dilakukan berulang kali pula, padahal kan da'i. Selama madzhab yang dipakai adalah "madzhab keren" (entah madzhab darimana ini) maka dalil akan dikesampingkan, dan DUSTA akan ditutup dengan KEDUSTAAN lainnya, wa na'uudzubillaahi min dzaalik. Konsekuensinya adalah makin banyak (utamanya remaja) yang menolak syar'iat atau dalil dengan alasan tidak keren lagi atau sudah ketinggalan zaman. Asal tau saja, kajian asatidzah Ahlussunnah itu tidak semua isinya Bapak-bapak atau Kakek-kakek, remaja juga banyak kok. Kajiannya tidak kaku juga sebab juga diselingi candaan namun tidak DUSTA. Nabi juga ajarkan ke kita tentang ini, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنِّي لأَمْزَحُ وَلاَ أَقُوْلُ إِلاَّ حَقًا
Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tidak mengatakan kecuali yang benar. [Diriwayatkan oleh ath-Thabrâni dalam al-Kabir (XII/13443). Lihat Shahîh al-Jâmi’ (2494)]

Celakalah orang yang berDUSTA, Nabi bersabda:
وَيْلٌ للَّذِي يُحَدِّ ثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْخِكَ بِهِ الْقَوْمَ ويْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia. [Diriwayatkan oleh Ahmad (V/5), Abu Dawud (4990), at-Tirmidzi (2315). Lihat Shahîh al-Jâmi’ (7126)]
Dalam bercanda saja celaka, apalagi dalam dakwah, wa na'uudzubillaahi min dzaalik.
Adapun bagi yang tidak senang dengan Kajian Islam yang sesuai dalil, maka perlu diketahui bahwa hidayah itu hanya milik Allooh, dan kita tidak bisa paksakan semua orang untuk bisa mengikuti dalil. Kalau saja diterapkan bahwa agama yang benar adalah yang banyak pengikutnya maka ketahuilah bahwa ada juga Nabi yang tidak memiliki pengikut, janganlah hanya karena ingin mengikuti gaya jama'ah maka kita kesampingkan dalil dalam dakwah, sebab Allooh berfirman:
وَ إْن تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di muka bumi Ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allooh“. [Al An’am : 116].

Ahsan kita duduk di majlis 'ilmu, sama-sama belajar agama yang bener dari dasar, belajar hal-hal yang utama untuk diketahui. Disinilah pentingnya kita mempelajari Kitaabut-Tauhid, Nawaqidhul Islam, Al Ushul ats-tsalatsah, alfirqotun-Naajiyah, Kasyfu syubhat, dan lainnya, agar paham tentang kesalahan-kesalahan yang terang benderang seperti itu. Wa maa taufiqi illaa billaah, silahkan di-share bila dirasa bermanfaat!

✒Akhukum,
yan arso taufiq abu azzam.

Edited by: Agung Fitrawijaya.
Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments