Cari Dakwah

Membantah beberapa syubhat Ustad abdul s*mad

Baca Juga



🔖  Beberapa SYUBHAT UAS Beserta beberapa Video syubhat nya dan Dalil bantahan syubhat UAS (Budayakan membaca sampai selesai) :

1. Allah ada tanpa tempat dan arah,meyakini Allah istiwa diarsy KAFIR KATANYA DAN mengingkari mi'roj Nabi kelangit menerima wahyu sholat dr Allah jd kafir, Aqidah ini jelas bertentangan dg Al Quran, hadits, ijma, fithrah dan akal.

2. Bom Bunuh diri boleh sama seperti jihad, Perkataan UAS sangat bertentangan dengan firman Allah, "Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. [QS. An-Nisa’/4: 29].
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bunuh diri dengan menggunakan suatu alat/cara di dunia, maka dia akan disiksa dengan cara itu pada hari kiamat” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Ulang tahun haram tapi ulang tahun nabi boleh."Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud]".

4. Mengatakan Musik Halal sedangkan 4 imam madzhab mengatakan haram. "Sungguh benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat musik.” (Sahih Al Bukhari volume 7 Book of Drinks Hadith 5590)".

5. Jenggot kalau jelek boleh dipotong, sementara para sahabat meyakini orang yg memotong jenggot dengan sengaja maka kesaksiannya ditolak, Membolehkan cukur jenggot dan tidak wajib memelihara jenggot dengan alasan bahwa itu hanya masalah tradisi (174, 175 buku 37 masalah populer)
Pendapat ini salah fatal, karena para ulama telah sepakat mewajibkan memelihara jenggot dan mengharamkan mencukurnya, bukan sekedar makruh menurut istilah fikih belakangan (Lihat buku kami Bangga Dengan Jenggot).

6. Salafi antek amerika dan yahudi, Menyebarkan Kedustaan Tentang Salafi Wahabi dg fitnah2 keji dengan menyebut mereka Khawarij, suka membunuh dll dg menukil ucapan as Showi dan Zaini Dahlan. (hal. 389, 396 buku 37 masalah populer)
Sungguh ini adalah tuduhan yg sangat keji, sebagaimana kami jabarkan dalam buku kami "Meluruskan Sejarah Wahhabi".

7. Membolehkan perayaan maulid Nabi dan mengklaim bahwa Ibnu Taimiyyah membolehkannya. (hal. 353)
Ini adalah pendapat yang lemah dan klaim dusta terhadap Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah. (Lihat buku kami Polemik Perayaan Maulid Nabi).

8. Nabi gagal menjadi rohmatan 'alamin bagi umat muslim dan keluarga nabi padahal di Al Quran surah Al Anbiya "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al Anbiya’: 107).

9. Membolehkan menyogok alias nyogok hasanah. "Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu , ia berkata : “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melaknat yang memberi suap dan yang menerima suap”.[HR At-Tirmidzi, 1/250; Ibnu Majah, 2313 dan Hakim, 4/102-103; dan Ahmad 2/164,190. Syaikh Al-Albani berkata,”Shahih.” Lihat Irwa’ Ghalil 8/244].

10. Sering menggunakan hadis maudhu (Palsu). Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam”Barang siapa yang berdusta atasku (yakni atas namaku) dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka”.
Hadits shahih dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1/36) dan Muslim (1/8) dll.

11. Membolehkan isbal asal tidak sombong. (167)."Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787).

12. Membolehkan Sholat Di Masjid Yang Ada Kuburnya. (hal. 258 buku 37 masalah populer)
Pemahaman ini tidak benar, para ulama bersepakat bahwa hal itu juga termasuk dilarang. (Lihat kitab Tahdzir Sajid karya Al Albani).

13. Membolehkan Riba dalam keadaan darurat.padahal Allah sudah memberikan solusi bagi orang yang bekerja di tempat riba dengan cara berdagang. "dari Jabir dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh makan riba, juru tulisnya dan saksi-saksinya.” Dia berkata, “Mereka semua sama.” (HR. Muslim).

14. Membolehkan menambah kata SAYYIDINA di waktu ADZAN.

15. Dalam kajian nya, UAS mengatakan sombong di balas dgn sombong adalah sedekah. apakah Rasulullah mengajarkan kejahatan di balas dengan kajahatan ? Coba baca kisah orang buta yang benci dan mengatakan Rasulullah gila dan dukun tapi Rasulullah malah memberi orang buta itu makan setiap hari sampai Rasulullah wafat. kita bantah dengan Al Quran dan Hadis : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18).
"Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91).

16. Mengatakan Yajuj Majuj sudah keluar dan ini adalah syubhat.
Fase fase munculnya yajuj majuj :
1. dajjal muncul
2. membuat kekacauan di muka bumi
3. nabi isa alaihisallam keluar
4. nabi isa alaihisallam membunuh dajjal
5. keluarlah yajuj majuj
Lebih lengkapnya lihat di surah Al Kahfi dan Hadis2 shahih mengenai yajuj majuj.

17. Membolehkan menggambar.
~hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda :

إنَّ الَّذينَ يصنَعونَ هذِه الصُّوَرَ يعذَّبونَ يومَ القيامةِ ، يقالُ لَهم : أحيوا ما خلقتُمْ .
“orang yang menggambar gambar-gambar ini (gambar makhluk bernyawa), akan diadzab di hari kiamat, dan akan dikatakan kepada mereka: ‘hidupkanlah apa yang kalian buat ini’” (HR. Bukhari dan Muslim).

18. BERDUSTA kalau kerajaan Arab saudi melakukan Maulid ,dan Setelah di cek langsung di TKP arab saudi tdk melakukan maulid nabi, karna di mekkah dan madinah kemurnian islam di jaga langsung oleh Allah azza wa jalla.

19. Membolehkan ibadah suluk (Berdzikir di dalam kelambu dengan waktu tertentu seperti 10 hari sampai 40 hari ,berdzikir menutup muka menggunakan kain yang menutupi muka dan tentu ibadah ini tidak ada contohnya dar Rasulullah. "Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718).

📝 Siapapun yang menampakkan kemungkaran secara terang terangan dan menyebarkan pendapat yang menyelisihi Al Quran dan Hadis serta manhaj salaf sholih ,baik di koran,radio,televisi,sosmed,buku dan lain sebagainya maka wajib di bantah dan di luruskan kesalahannya secara terang terangan agar jelas bagi manusia kebenaran dan tidak rancu bagi mereka .sebab jika kesalahan yang terang terangan tidak dijelaskan secara terang terangan juga ,namun secara sembunyi saja maka manusia tidak akan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

Syari'at islam membedakan antara orang yang salah sembunyi2 sehingga di luruskan secara sembunyi dan antara orang yang terang terangan maka di luruskan secara terang terangan agar tidak samar kebenaran bagi manusia.

📝 Jadi membantah ahli bathil adalah tugas yang sangat mulia ,bahkan termaksud jihad fi sabilillah ,syaikhul islam mengatakan bahwa orang yang membantah ahli bid'ah termaksud orang yang berjihad, sampai sampai yahya ibn yahya mengatakan "Membela sunnah lebih utama daripada jihad".

APAKAH TERMASUK GHIBAH YANG HARAM DENGAN MEMBONGKAR KEBURUKAN SEOANG DA’I YANG MENYIMPANG ?
.
👤Syaikh Utsaimin رَحِمَهُ اللهُ berkata :
“Seseorang seandainya dia mengghibahi seorang da’i yang jahat (menyimpang) dan menyebutkan namanya agar orang lain mewaspadainya, maka sesungguhnya hal ini tidak mengapa, bahkan bisa menjadi wajib atasnya, karena pada perbuatan tersebut terdapat upaya melenyapkan bahaya yang mengancam kaum muslimin, karena mereka tidak mengetahui tentang keadaan dai yang jahat tersebut” (Nuurun Alad Darb, kaset no. 158 side A).
.
👤Imam Ibnu Rajab al-Hanbali رَحِمَهُ اللهُ berkata :
“Membantah pendapat-pendapat yang lemah dan menjelaskan kebenaran yang menyelisihi pendapat-pendapat yang lemah tersebut berdasarkan dalil-dalil bukan termasuk yang dibenci oleh para ulama, bahkan termasuk yang mereka sukai dan mereka puji dan sanjung pelakunya, jadi hal itu bukan termasuk ghibah” (Al-Farqu Bainan Nashihah wat Ta’yir hal 3).
.
🔥 Sebagian orang berkata kepada Imam Ahmad rahimahullah bahwa berat baginya untuk berkata si B itu begini dan si C itu begitu (dalam rangka memperingatkan umat dari kebid’ahannya), maka Imam Ahmad pun berkata : “Jika kamu diam dan aku juga diam, maka kapan orang bodoh itu tahu mana yang benar dan mana yang salah ?” (Majmu’ Fatawa 28/231).
.
👤Imam Ahmad رَحِمَهُ اللهُ pernah ditanya :
“Mana yang lebih engkau sukai, seseorang berpuasa, shalat dan beri’tikaf atau dia membicarakan (penyimpangan) ahlul bid’ah ?” Maka beliau menjawab : “Kalau dia berpuasa, shalat dan beri’tikaf maka hal itu untuk dirinya sendiri, tapi kalau membicarakan (penyimpangan) ahlul bid’ah maka ini untuk dirinya dan kaum muslimin dan ini lebih utama“
.
👤Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رَحِمَهُ اللهُ berkata :
“Seandainya Allah tidak memilih orang yang dapat menolak bahaya ahlul bid’ah maka rusaklah agama ini. Dan kerusakannya lebih dahsyat dari pada kerusakan yang ditimbulkan oleh musuh dari kalangan ahli perang, karena mereka jika telah menguasai tidak akan memulai dengan merusak hati serta agama kecuali terakhir. Adapun ahli bid’ah mereka langsung merusak hati” (lihat Majmu’ Fatawa 28/231-232).

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ

“Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat -yang masih samar- yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari no. 2051 dan Muslim no. 1599).

✍Ditulis oleh;
👤Engga Saputra/Fb

➡https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=216776675762665&id=100022910024493
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit
Comments
0 Comments

Berlangganan dakwah, masukan emailmu dibawah ini GRATIS