Cari Dakwah

Viral kuburan dicat warna warni, ini hukumnya dalam Islam

Baca Juga






Hikmah islam melarang kita untuk meninggikan dan menyemen kuburan 

Salah satu hikmahnya adalah agar makam 



tersebut tidak di agung2 kan, sehingga ketika berziarah kita dapat mengingat akhirat dan kematian, 

Dan kini telah terbukti, setelah mereka tinggikan, kini mereka agung2 kan.

Lihat apa jadinya jika kini makam di jadikan tempat selfie? Di Jadikan tempat wisata ? Di cat warna warni?

Bagaimana jika nanti para pengunjung itu menginjak2 makam, menduduki makam, dan bermaksiat ?

Tentu hal ini telah bertentangan dengan dengan syariat islam.

Padahal salah satu hikmah kita berziarah kubur tujuannya adalah agar mengingatkan kita akan kematian dan akhirat. Bukan justru bersuka ria dan bersenang-senang, Sebagaimana hal ini Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: 

زوروا القبور ؛ فإنها تذكركم الآخرة

“Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat” (HR. Ibnu Maajah no.1569)

Ziarah kubur juga dapat melembutkan hati. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا

“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al Haakim no.1393, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’, 7584)

Ziarah kubur dapat membuat hati tidak terpaut kepada dunia dan zuhud terhadap gemerlap dunia. Dalam riwayat lain hadits ini disebutkan:

كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة

“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia dan mengingatkan kalian akan akhirat” (HR. Al Haakim no.1387, didhaifkan Al Albani dalam Dha’if Al Jaami’, 4279)

Nah jika kita telah membaca hadits2 nabi shalallahu'alaihi wasallam di atas maka kita paham tentang makna ziarah kubur, bukan justru selfie, di jadikan tempat wisata, tempat bersenang-senang apa lagi di jadikan tempat pacaran, 

Allahul musta'an 

Sumber artikel fb Abu Yahya Al Bustamy
Sumber gambar belum diketahui
.
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit
Comments
0 Comments

Berlangganan dakwah, masukan emailmu dibawah ini GRATIS