Cari Dakwah

Klarifikasi Penjelasan fatwa hukum memakai BH bra haram dalam Islam

Baca Juga :

 


Fatwa lajnah daimah, no.9090


س : ما حكم لبس النساء حمالات الثدي؟


ج : لبس حمالات الثدي يحدده، ويجعل النساء كواعب، فتكون بذلك مثار فتنة، فلا يجوز لها أن تظهر به أمام الرجال الأجانب منها.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.


اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء:

عبد الله بن قعود

عبد الله بن غديان

عبد الرزاق عفيفي

عبد العزيز بن عبد الله بن باز


Ruwaibhidah bikin jadi seolah pake BH gak boleh. Padahal yg gak boleh itu 'menegaskan' pakai BH di depan nonmahram karena BH tertentu membuat payudara perempuan terlihat lebih -maaf- montok.


Mohon perhatikan kalimat berikut:


فلا يجوز لها أن تظهر به أمام الرجال الأجانب منها.

Pentingnya bahasa arab.

Jadi tidak tahap ke haram, hanya penegasan saja.

Lalu situs temanshalih*com ini belum jelas, apakah ada ulama pembimbing atau tidak? Apakah benar bermanhaj salaf atau tidak?

Ini fatwa pakaian dalam menurut situs salafi yang benar, boleh tidak mengapa : https://islamqa.info/id/answers/2435/hukum-memakai-pakaian-dalam


--++++++++++++

Fatwa Lajnah Daimah Arab Saudi terkait masalah yang lagi viral: 


 "لبس حمالات الثدي يحدده ، ويجعل النساء كواعب ، فتكون بذلك مثار فتنة ، فلا يجوز لها أن تظهر به أمام الرجال الأجانب منها " انتهى .


"فتاوى اللجنة الدائمة" (17/107) .


"Memakai BH mengakibatkan bentuk payudara menjadi nampak dan membuat para perempuan nampak lebih muda sehingga mereka menjadi sumber fitnah. Oleh karena itu, mereka tidak boleh memakainya di hadapan para lelaki yang bukan mahramnya." (terjemahan temanshalih.com). 


Saya kira titik permasalahan ada di ketidaktepatan penerjemahan temanshalih.com.  


Redaksinya seharusnya bukan "tidak boleh memakainya" tetapi yang benar adalah "tidak boleh menampakkannya" di depan lelaki asing (bukan mahram), sesuai teks aslinya: فلا يجوز لها أن تظهر به.


Ketidaktepatan penerjemahan ini kemudian diangkat oleh seorang tokoh hingga B* menjadi masalah nasional. 


Padahal para Ulama Saudi jelas berpendapat bahwa hukum memakainya adalah boleh, asal tidak berlebihan (tabarruj), kecuali di hadapan suami. 


Lebih lanjut Syaikh Utsaimin berpendapat: 


وقال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : " وأما الحمالات فلا بأس بها أن تضع المرأة شيئاً يجمل ثديها فإنه لا بأس به ، إلا أني أرى أنه لا ينبغي للمرأة الشابة التي لم تتزوج أن تلبسه لأنها حينئذٍ ينشأ في نفسها محبة الظهور والافتتان والفتن ، فلا ينبغي أن تفعل ، ثم المرأة المتزوجة التي تفعله لزوجها فلا بأس به هذا يعتبر من التجميل " انتهى من "فتاوى نور على الدرب" .


https://islamqa.info/ar/143414


Intinya demikian: 

"Tidak masalah untuk memakai sesuatu yang mempercantik "sesuatu" itu. Kecuali untuk gadis yang belum menikah karena akan menimbulkan fitnah. Namun beda bagi wanita yang sudah menikah yang melakukannya untuk suaminya, maka ini tidak mengapa (boleh). Hal Itu merupakan upaya mempercantik diri." 


Karena itu perlu kehati-hatian dalam penerjemahan dan hendaknya memperhatikan konteks Budaya.

+++++++

Lalu kita bahas postingan eko kunthadi ya.







Postingan yang ini ternyata buatan NU, bukan salafi, si eko ini ngecrop wateemark yang diatas kanan lalu membuat tweet provokasi memjokan salafi



Update

Pihak teman shalih sudah klarifikasi, bisa cek disini


https://temanshalih.com/klarifikasi/






Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments