Cari Dakwah

Hukum kredit emas dan perak dalam Islam

Baca Juga :

 




__


Kaidah Riba Ba’i Emas dan Perak


Dalam tukar-menukar emas dan perak, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, menukar harta riba dengan harta riba yang sejenis. Seperti emas ditukar dengan emas, perak ditukar dengan perak, termasuk rupiah ditukar dengan rupiah. Untuk keabsahan akad ini dibutuhkan dua syarat: (1) Ukuran keduanya harus sama, baik berat – jika satuan barang berdasarkan timbangan – ataupun volume – jika satuan barangnya berupa liter; dan (2) Serah-terima kedua barang harus tunai di majelis akad. Tidak boleh menukar emas X 10 gram dengan emas Y 10 gram, sementara penyerahan salah satunya tertunda. Jika syarat pertama tidak terpenuhi, akad ini dinamakan riba fadhl, dan jika syarat kedua tidak terpenuhi, akad ini dinamakan riba nasiah dan jika kedua syarat tidak terpenuhi akad ini dinamakan riba fadhl–nasiah.


Kedua, menukar harta riba dengan harta riba yang tidak sejenis tapi satu illat. Seperti menukar emas dengan perak. Untuk keabsahan akad ini dibutuhkan satu syarat saja. Yaitu serah-terima kedua barang harus tunai dan tidak disyaratkan ukurannya sama. Karena itu, boleh menukar 1 gram emas dengan 20 gram perak dengan syarat harus tunai, dan barang diserah-terimakan di majelis akad. Sekali lagi, tidak boleh ada yang tertunda. Tidak boleh menukar 1 gram emas diterima sekarang dan 20 gram perak yang diserahkan besok atau pekan depan. Termasuk dalam hal ini adalah jual-beli emas tidak tunai atau secara kredit. Akad ini disebut riba nasi’ah.


Read more https://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html #fikihmuamalahkontemporer

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments

Langganan artikel islami gratis, isi email anda:

Delivered by FeedBurner