Cari Dakwah

Menjawab syubhat : tidak semua yang ditinggalkan nabi dan para sahabat tidak boleh dilakukan

Baca Juga :

 




*KAIDAH UNTUK MENJAWAB SYUBHAT: "TIDAK SEMUA YANG DITINGGALKAN NABI DAN PARA SAHABAT, TIDAK BOLEH DILAKUKAN".*


Diantara syubhat yang seringkali diulang-ulang untuk membolehkan amalan bid'ah adalah: 


_"Tidak semua yang ditinggalkan Nabi dan para Sahabat, maka harus ditinggalkan di zaman ini._


_Sehingga tidak semua ibadah yang ditinggalkan Beliau dan para Sahabat, maka harus ditinggalkan di zaman ini"_


*Misalnya:*


_*1. Kita tidak harus meninggalkan naik mobil dan yang semisalnya*_


_Padahal beliau dan para Sahabat tidak pernah naik mobil dan yang semisalnya._


_*2. Kita tidak harus meninggalkan mikrofon untuk adzan.*_


_Padahal di zaman Beliau dan para Sahabat, tidak pernah ada yang adzan pakai mikrofon._


_*3. Kita tidak harus meninggalkan shalat Tarawih berjamaah di masjid hingga akhir Ramadhan*_


_Padahal di zaman Beliau tidak pernah ada Tarawih berjamaah di masjid dari awal sampai akhir Ramadhan._


_*4. Kita tidak harus meninggalkan belajar bahasa Arab agar bisa memahami Ayat Allah dan Hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.*_


***


πŸ“Œ *SANGGAHAN:*


Memang tidak semua yang ditinggalkan Nabi dan para Sahabat harus ditinggalkan di zaman ini.


Tapi semua amalan yang memenuhi *EMPAT SYARAT* berikut ini, maka harus kita tinggalkan di zaman ini:


*1. Dia Merupakan Amalan Ibadah.*


Jika bukan ibadah, maka pada asalnya boleh dilakukan.


Makanya naik mobil dan sejenisnya boleh dan tidak harus kita ditinggalkan di zaman setelahnya.


*2. Dimampui Oleh Nabi Dan Para Sahabat.*


Bila tidak dimampui oleh Beliau dan para Sahabat, maka tidak harus ditinggalkan di zaman setelahnya.


Makanya menggunakan mikrofon dibolehkan, karena tidak ada yang bisa adzan menggunakan mikrofon di zaman itu?


*3. Tidak Ada Penghalang Untuk Melakukannya Di Zaman Nabi.*


Bila ada penghalang untuk melakukannya di zaman Beliau, maka tidak harus ditinggalkan ketika penghalangnya sudah hilang.


Makanya, kita tidak harus meninggalkan shalat Tarawih di masjid secara berjamaah dari awal Ramadhan hingga akhir ramadhan.


Karena dahulu Beliau tinggalkan itu disebabkan adanya penghalang, yaitu kekhawatiran Allah mewajibkannya.

Padahal beliau tidak ingin memberatkan umatnya.


Dan setelah Beliau wafat, kekhawatiran itu sudah tidak ada lagi.


*4. Ada Kebutuhan / Dorongan Untuk Melakukannya Di Zaman Nabi Dan Para Sahabat.*


Jika tidak ada kebutuhan / dorongan untuk melakukannya di zaman Beliau dan para Sahabat, padahal setelah itu ada kebutuhan / dorongan untuk melakukannya, maka tidak harus ditinggalkan.


Makanya, kita tidak harus meninggalkan belajar Bahasa Arab, karena Beliau dan para Sahabat tidak perlu belajar Bahasa Arab, karena itu bahasa mereka sendiri.


***


πŸ“Œ *Intinya:*


Bila 4 syarat di atas ada pada suatu amalan.


Dan ternyata tidak dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para Sahabat, maka berarti amalan itu harus ditinggalkan, dan bila dilakukan jadinya bid'ah.


Sebaliknya bila salah satu dari empat syarat ini tidak terpenuhi, maka amalan itu tidak harus ditinggalkan, kecuali ada dalil lain yg menunjukkan tidak bolehnya.

Wallahu a'lam.


Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.


πŸ–Š Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, MA

Dewan Pembina Yayasan Risalah islam


*Oleh: Mutiara Risalah Islam*

>>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<


_____

Facebook, Instagram:

@luckyandreansanusi

Teruslah menjadi *PEMBELAJAR*

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments

Langganan artikel islami gratis, isi email anda:

Delivered by FeedBurner