Cari Dakwah

Manhaj salaf dalam menyikapi oknum yang ucapannya jelek terhadap Alquran

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 



MANHAJ SALAF DALAM MENYIKAPI OKNUM YANG UCAPANNYA JELEK TERHADAP AL-QURAN


- Abdullah bin Imam Ahmad bin Hambal rahimahumallahu berkata: Barangsiapa yang mengatakan bacaan Al-Quranku adalah makhluk, maka ini adalah ucapan yang sangat jelek dan ini adalah ucapan kelompok Jahmiyah. Aku berkata kepada ayahku: Sesungguhnya Al-Karabisi mengatakan hal tersebut. Maka ayahku berkata: Dia berdusta - semoga Allah membongkar kedoknya -, dia itu Al-Khabits/busuk. 


(As-Sunnah 1/165 oleh Abdullah bin Imam Ahmad bin Hambal rahimahumallahu)


- Padahal Husain Al-Karabisi adalah seorang faqih (ahli fikih) di kota Baghdad dan tergolong murid senior Imam Asy-Syafi'i rahimahullahu. Ibnu Hibban rahimahullahu mengatakan: Husain Al-Karabisi termasuk orang yang produktif dalam menulis serta ahli fikih dan hadits, namun itu dirusak oleh kekerdilan akalnya.

(Footnote Kitab As-Sunnah 1/164-165)


- Bahkan Imam Ahmad rahimahullahu ketika ditanya tentang Husain Al-Karabisi (dalam beberapa riwayat) beliau menjawab: "Dia adalah ahlul bid'ah", "Jauhkan dirimu darinya", "Jangan berbicara dengannya dan jangan berbicara dengan yang berbicara dengannya".

(Footnote no. 22 dari kitab Al-Ajwibah Al-Mufidah hal. 12 oleh Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullahu)


- Apakah Imam Ahmad rahimahullahu tidak sesuai manhaj salaf dalam membantah dan mentahdzir dengan keras terhadap Husain Al-Karabisi yang fatal kesalahannya tentang Al-Quran?!


- Apakah Imam Ahmad dikatakan mencari-cari kesalahan Husain Al-Karabisi?! Memecah belah umat, dsb?! 


- Apakah Imam Ahmad dikatakan setan dalam tubuh manusia ...?! Na'udzubillah min dzalik.


- Bukankah Setan yang suka menyebarkan syubhat?!


إِنَّمَا یَأۡمُرُكُم بِٱلسُّوۤءِ وَٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَأَن تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ


"Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan berkata tentang Allah tanpa ilmu." (QS. Al-Baqarah: 169)


- Bukankah Setan yang suka membuat dan menyebarkan kesesatan. Sebagaimana kata Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu: Rasulullah ﷺ pernah menggaris satu garis, seraya berkata: 

Inilah jalan Allah yang lurus. Kemudian beliau menggaris dengan garis-garis yang banyak di sebelah kanan dan kiri, seraya berkata: Inilah jalan-jalan (kesesatan) yang banyak, tidaklah di atasnya kecuali ada setan yang menyeru kepadanya. (HR. Ahmad)


- Sang oknum memang suka ngeles, hobi memutarbalikkan fakta, banyak mengalihkan perhatian orang dari inti pembahasan atau dari kesalahannya yang fatal bahkan sudah sampai tingkat kemurtadan sebagaimana kata Syaikh Abdul Aziz Ar-Rayyis hafizhahullahu.


- Sang oknum membawakan ucapan para ulama atau masyayikh yang umum dan ditempatkan bukan pada tempatnya sebagaimana kelakuan ahlul bid'ah. Na'udzubillah.


- Coba jawab dulu pertanyaan ini:


1. Apakah menyamakan pospus, isuk dele sore tempe dengan nasikh mansukh di Al-Quran itu ucapan salah atau tidak? 


2. Apakah ucapan tersebut sesat atau tidak, kufur atau tidak?


3. Atau apakah ucapan tersebut benar? mana hujjah/bukti/dalilnya?! Adakah ulama yang mengucapkan seperti itu atau yang membenarkannya? Atau memang ini ucapan bid'ah/kufur dari sang oknum?!


4. Jika tahu itu salah, kenapa tidak mengaku salah? kok malah ngalor ngidul, ngeles, selalu menjadi maling teriak maling.


5. Jika memang sudah tobat dari ucapan tersebut, kenapa tidak diumumkan di medsos sebagaimana kesalahannya yang fatal itu disebar di medsos?! 


إِلَّا ٱلَّذِینَ تَابُوا۟ وَأَصۡلَحُوا۟ وَبَیَّنُوا۟ 


"Kecuali mereka yang telah bertaubat, memperbaiki(nya) dan menjelaskan(nya)...." (QS. Al-Baqarah: 160)


Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa orang yang mengikutinya. (HR. Muslim)

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments