Search

Apa itu ngaji kulit?

Baca Juga :

 



Bismillah


"NGAJI KULIT" ?


Oleh Siswo Khusyudhanto


Dalam sebuah kajian seorang ustadz menyebutkan , mungkin dalam kehidupan bermasyarakat kita sering ada olok-olokan "ngaji kulit" bagi seseorang yang menuntut ilmu Alquran dan hadist, menurut si pengolok-olok ngaji model ini tekstual, hanya memahami ayat atau hadist dari apa yang tertuang(tersurat), padahal menurut mereka ngaji yang benar lebih banyak ketika seseorang belajar makna yang tersirat.


 Dengan demikian mereka menganggap seseorang yang hanya berpegang teguh pada Alquran dan Hadist niscaya akan tersesat. 


Mereka menebarkan pemahaman demikian seakan ada sebagian dari agama ini adalah penting dan sebagian lainnya tidak penting, padahal semua bagian dari Islam adalah penting semua, tidak ada kulit dalam agama ini, semua yang ada dalam Islam adalah "isi".


Tentu ini anggapan bathil karena bertentangan dengan perkataan Rasulullah yang menyerukan agar umat muslim selalu berpegang teguh pada Alquran dan As sunnah agar tidak tersesat, sedangkan menyelisihi keduanya adalah jalan kesesatan, ucapan "hanya ngaji kulit" mungkin adalah upaya orang agar yang awam menjauhi Al-Qur'an dan hadits, sehingga banyak orang tidak mengetahui bagaimana kebenaran,

Allahua'lam.


Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ


Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments