Cari Dakwah

Apakah khawarij adalah orang yang memberontak penguasa yang adil saja? Kalau memberontak kepada penguasa zholim bukan khawarij?

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 



APAKAH KHAWARIJ ADALAH ORANG YANG MEMBERONTAK PENGUASA YANG ADIL SAJA? KALAU MEMBERONTAK KEPADA PENGUASA ZALIM BUKAN KHAWARIJ? 

-------------

๐Ÿ“ฌ Pertanyaan yang dijawab oleh Asy-Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullahu ta'ala:


๐Ÿ’ก Apa pendapat anda terhadap orang yang mengatakan: Sesungguhnya khawarij itu adalah mereka yang memberontak kepada penguasa yang adil saja. Adapun orang yang memberontak kepada penguasa yang zalim maka ia bukan khawarij?


๐Ÿ”“ Jawaban: Abdul Malik bin Marwan adalah penguasa yang zalim, dan membunuh Abdullah bin Zubair, dan (salah satu) amirnya menghancurkan Ka'bah. Dalam keadaan Abdullah bin Umar tetap membaiatnya setelah kejadian itu semua, dan semua sahabat yang ada ketika itu juga membaiatnya.


☝๐Ÿป Demi Allah, (Abdul Malik bin Marwan) zalim, semoga Allah merahmatinya, ia punya kebaikan-kebaikan, amalan-amalan yang baik, ia telah menaklukkan negeri-negeri kafir, dia juga berjihad. Akan tetapi demi Allah ia adalah penguasa zalim. Dalam keadaan Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mengajarkan, mengajarkan, mengajarkan, nash-nash dalam shahihain dan yang lainnya :


'Taatilah mereka (Penguasa) selama mereka menunaikan shalat.''Kalian mengenalinya dan kalian mengingkarinya.'' beliau mengatakan :''Taatilah mereka selama mereka menunaikan shalat di tengah-tengah kalian.'' Para sahabat berkata : ''Tidakkah kita melawan mereka (penguasa) dengan pedang-pedang kita? Beliau menjawab : ''Jangan, selama mereka menunaikan shalat di tengah kalian.''


✋๐Ÿป Walaupun penguasanya jahat, bersamaan dengan itu Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam memerintahkan untuk bersabar menghadapi mereka dan tidak membolehkan memberontak melawan mereka. Dan yang memecah belah ketaatan kepada mereka, memecah belah kaum muslimin, maka wajib untuk dibunuh, walaupun penguasanya itu penguasa yang jahat.


๐Ÿ’ฅ Ini adalah pemahaman khawarij, yang mengatakan : Tidaklah dikatakan khawarij, kecuali yang memberontak kepada penguasa yang adil. Menurut mereka, Ali radhiyallahu'anhu itu bukanlah penguasa yang adil, Utsman Bin Affan radhiyallahu'anhu bukanlah penguasa yang adil. Dan yang memuliakan sayyid Qutub memandang, kalau Utsman itu bukan penguasa yang adil, walaupun mereka pura-pura menutupinya. Kalau tidak demikian, bagaimana bisa mereka memuliakan Sayid Qutub yang telah mencela keadilan Utsman dengan merendahkan kekhilafahan beliau. Dan dia tidak merendahkan kecuali karena sebab kekufuran, karena memang dia adalah seorang takfiriy, bahkan gembong takfiri ?!!


๐Ÿ”ฅ Maka ia tidak bisa terang-terangan mengkafirkan Utsman dan rafidhah, dalam keadaan ia mengumpulkan pemikiran khawarij dan rafidhah, membawa bendera khawarij, bendera rafidhah dan bendera lainnya. Maka dia menjadikan Utsman radhiuallahu'anhu sebagai penguasa yang jahat yang kita berontak, Ali radhiyallahu'anhu juga penguasa yang jahat yang boleh kita berontak. Demikian seterusnya.

.

✊๐Ÿป Dan Dzul Khuwaishiroh, kalian lihat bagaimana ia mencela keadilan Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, maka masalahnya tidak lagi memiliki timbangan. Adil menurutmu tidak tergolong adil menurut orang yang memberontak kepadanya. Kalau demikian, jalan keluarnya, sesungguhnya selama penguasa itu masih ada dalam lingkaran Islam (kita dilarang memberontak-pent). Perkara ini telah digariskan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, walaupun penguasanya jahat, zalim, selama masih ada dalam lingkaran Islam, selama menunaikan shalat, maka dilarang memberontak kepadanya. Kalian pahami ini? Ini adalah keputusan Allah dan keputusan Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam. Bukan keputusan orang-orang bodoh.

.

http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=306

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━


➡️ Siapa Mereka Khawarij? ⬅️

.

❓Pertanyaan : 

... Siapa mereka khawarij? Dan apakah mereka kafir ataukah muslim? Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.


.

๐ŸŽ™Jawaban Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah :

.

"Khawarij adalah kelompok yang memiliki sikap ekstrim. Sangat bersungguh-sungguh di dalam agama, mereka memiliki kesungguhan dalam sholat, membaca Al-Qur'an, dan selainnya. 

.

Tetapi mereka bersikap ekstrim, mengkafirkan pelaku kemaksiatan. Karena sikap ekstrim mereka yang sangat, mereka memandang pezina itu kafir, peminum khamr itu kafir. Mereka mengkafirkan (seseorang) karena dosa-dosa. 

.

Nabi ๏ทบ bersabda mengenai mereka :

.

ูŠู…ุฑู‚ ู…ุงุฑู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุญูŠู† ูุฑู‚ุฉ ู…ู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูŠุญู‚ุฑ ุฃุญุฏูƒู… ุตู„ุงุชู‡ ู…ุน ุตู„ุงุชู‡ู…، ูˆู‚ุฑุงุกุชู‡ ู…ุน ู‚ุฑุงุกุชู‡ู…، ูŠู…ุฑู‚ูˆู† ู…ู† ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุซู… ู„ุง ูŠุนูˆุฏูˆู† ุฅู„ูŠู‡

.

[Akan keluar sekelompok dari kaum muslimin ketika terjadi perpecahan, seorang kalian akan menganggap rendah sholatnya dibanding sholat mereka, bacaan Al-Qur'an nya dibanding bacaan Al-Qur'an mereka. Mereka keluar dari Islam kemudian tidak kembali kepadanya.]

.

Mereka itu adalah khawarij. Mereka memiliki sikap memberat-beratkan diri. Jika mereka membaca Al-Qur'an, bacaannya akan membuatmu kagum. Jika mereka shalat, shalatnya akan membuatmu kagum. 

.

Tetapi mereka memiliki sikap ekstrim dalam mengkafirkan manusia. Mereka memandang orang yang berzina itu kafir, orang yang mencuri itu kafir, orang yang meminum khamr itu kafir. 

.

Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ bersabda tentang mereka :

.

ูŠู…ุฑู‚ูˆู† ู…ู† ุงู„ุฅุณู„ุงู… ูƒู…ุง ูŠู…ุฑู‚ ุงู„ุณู‡ู… ู…ู† ุงู„ุฑู…ูŠุฉ، ู„ุฆู† ุฃุฏุฑูƒุชู‡ู… ู„ุฃู‚ุชู„ู†ู‡ู… ู‚ุชู„ ุนุงุฏ، ูุฅู†ู‡ ุฃูŠู†ู…ุง ู„ู‚ูŠุชู…ูˆู‡ู… ูุงู‚ุชู„ูˆู‡ู…، ูุฅู† ููŠ ู‚ุชู„ู‡ู… ุฃุฌุฑุงً ู„ู…ู† ู‚ุชู„ู‡ู…

.

[Mereka (khawarij) keluar dari Islam seperti keluarnya anak panah dari sasarannya. Sungguh jika aku menjumpai mereka, akan aku bunuh mereka seperti membunuh kaum 'Ad. Sesungguhnya dimanapun kalian jumpai mereka, bunuhlah mereka, karena sesungguhnya dalam membunuh mereka itu ada pahala bagi yang membunuh mereka.]

.

Dan jumhur (ulama) berpendapat bahwa mereka (khawarij) adalah pelaku maksiat, ahli bid'ah, lagi sesat, akan tetapi mereka (jumhur ulama) tidak mengkafirkannya. 

.

Dan yang benar bahwasanya mereka (khawarij) kafir dengan sebab ini, (yaitu) sabda Nabi ๏ทบ : 

.

[Mereka keluar dari Islam kemudian tidak kembali kepadanya], 

.

dalil bahwa mereka kafir, 

.

[dan jika aku menjumpai mereka, akan aku bunuh mereka seperti membunuh kaum 'Ad.] 

.

kaum 'Ad adalah orang-orang kafir.

.

Dan yang shohih dan yang nampak dari dalil-dalil, bahwasanya mereka dengan sikap memberat-beratkan diri ini, dan dengan pengkafiran mereka terhadap kaum muslimin, dan menganggap mereka (kaum muslimin pelaku dosa besar) kekal di neraka, bahwasanya mereka (khawarij) kafir dengan sebab tersebut. Sebab, mereka memandang pelaku maksiat kafir dan kekal di neraka. 

.

Maka ini kesesatan yang jauh, waliyadzubillah, dan bentuk keluar dari lingkaran Islam, naudzubillah."

.

▪️▪️▪️▪️

.

๐Ÿ“ฑ Diterjemahkan dari :

.

https://binbaz.org.sa/fatwas/25668/%D9%85%D9%86-%D9%87%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%AE%D9%88%D8%A7%D8%B1%D8%AC

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━


PRINSIP-PRINSIP PEMAHAMAN KHAWARIJ


๐ŸŽ™ูุงู„ุฎูˆุงุฑุฌ ุนู†ุฏู‡ู… ุซู„ุงุซุฉ ู…ุจุงุฏุฆ :


 ุงู„ู…ุจุฏุฃ ุงู„ุฃูˆู„ : ุชูƒููŠุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุจุงู„ุฐู†ูˆุจ ุงู„ูƒุจุงุฆุฑ ุงู„ุชูŠ ุฏูˆู† ุงู„ุดุฑูƒ، ุงู„ู…ุจุฏุฃ ุงู„ุซุงู†ูŠ : ุงู„ุฎุฑูˆุฌ ุนู„ู‰ ูˆ ู„ุงุฉ ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุดู‚ ุนุตุง ุงู„ุทุงุนุฉ، ุงู„ู…ุจุฏุฃ ุงู„ุซุงู„ุซ : ุงุณุชุญู„ุงู„ ุฏู…ุงุก ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†. ูˆู‡ุฐุง ุณุจุจู‡ ุฃุฎุฏ ุงู„ู†ุตูˆุต ุงู„ุชูŠ ุชุฏู„ ุจุธุงู‡ุฑู‡ุง ุนู„ู‰ ุงู„ูƒูุฑ ุฃูˆ ุนู„ู‰ ุงู„ุดุฑูƒ ุฃุฎุฐูˆู‡ุง ุฏูˆู† ุฃู† ูŠุฌู…ุนูˆุง ุจูŠู†ู‡ุง ูˆุจูŠู† ุงู„ู†ุตูˆุต ุงู„ุฃุฎุฑู‰ ุงู„ุชูŠ ุชูุณุฑู‡ุง ูˆ ุชูˆุถุญู‡ุง.



๐ŸŽ™Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan rahimahulloh :


"Khawarij memiliki tiga prinsip ideologi: 


๐Ÿ‘‰Prinsip pertama : mengkafirkan manusia karena dosa-dosa besar, yang tingkatannya di bawah dosa Syirik, 


๐Ÿ‘‰Prinsip kedua : Memberontak terhadap pemerintah muslim, dan mematahkan tongkat ketaatan, 


๐Ÿ‘‰Prinsip ketiga : menghalalkan darah kaum muslimin.


Ini semua sebabnya adalah berpegang kepada dalil-dalil yang zhahirnya menunjukkan pada kekufuran atau kesyirikan. Mereka berpegang dengan dalil-dalil tersebut tanpa memadukannya dengan dalil-dalil yang lainnya, yang menafsirkan atau menjelaskan dalil-dalil tersebut."


๐Ÿ“š Syarh Nawaqidh al-Islam al-'Asyr, li Fadhilah asy-Syaikh Shalih bin Fauzan, hal. 29

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments