Cari Dakwah

Bantahan perkataan kalah bukan karena wayang dan walisongo mungkin kita masih hindu kafir

Baca Juga :

Fotodakwah.com -


 


بســـــــــــــم الله الرحمن الرحيم


Yang bisa menodai tauhid kita adalah menyandarkan nikmat kepada selain Allah atau menyandarkan nikmat kepada sebab dan bukan kepada Al-Musabbib (yang menciptakan sebab) yaitu Allah ﷻ


Seseorang tidak boleh mengatakan “Kalau bukan karena dokter itu mungkin saya sudah meninggal” atau “Kalau bukan karena polisi itu mungkin rumah saya sudah kemalingan”.

Adab yang seharusnya adalah seseorang yang diberi nikmat hendaknya mengatakan, “Kalau bukan karena Allah kemudian sebab polisi tersebut, mungkin rumah saya sudah kemalingan”. Demikian pula misalnya ungkapan terhadap nikmat pemahaman agama, kita tidak boleh mengatakan, “Kalau bukan karena ustaz tersebut maka saya mungkin tidak akan paham”, akan tetapi katakanlah, “Kalau bukan karena Allah yang memberi pemahaman kepada saya dan kemudian dengan sebab ustadz tersebut, mungkin saya tidak akan paham”


Hendaknya seseorang senantiasa menyebut nikmat Allah dengan menyandarkannya kepada Allah. Di antaranya adalah seperti perkataan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam,

“Ini adalah karunia dari Rabbku untuk menguji diriku. Apakah aku bisa bersyukur ataukah justru kufur.” (QS. An-Naml : 40)


Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menafsirkan ayat ke 2 QS. Al-Baqarah, dengan mengatakan,”Yang dimaksud membuat sekutu bagi Allah adalah berbuat syirik. Syirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam.”


Kemudian beliau mencontohkan perbuatan syirik yang samar tersebut seperti, ‘Demi Allah dan demi hidupmu wahai fulan’, ‘Demi hidupku’ atau ‘Kalau bukan karena anjing kecil orang ini, tentu kita didatangi pencuri-pencuri itu’ atau ‘Kalau bukan karena angsa yang ada di rumah ini tentu datanglah pencuri-pencuri itu’, dan ucapan seseorang kepada kawannya ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu’, juga ucapan seseorang ‘Kalau bukan karena Allah dan karena fulan’.


”Janganlah engkau menjadikan si fulan (sebagai sekutu bagi Allah) dalam ucapan-ucapan tersebut. Semua ucapan ini adalah perbuatan SYIRIK."

HR. Ibnu Abi Hatim (Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad At Tamimi)


Instagram @ikhwan_baubau


#syirik #hadits #manhajsalaf

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments