Search

Meninjau derajat hadist amalan hari Jumat terakhir bulan rajab

Baca Juga :

 






••

Laa Ashlaa lahu (Tidak Ada Asal)

---------

■Maksud Ibadah Itu Tauqifiyah Ialah


📌 Syaikh Abdul Aziz bin Baaz berkata:


Maksudnya adalah bahwa ibadah itu tidak valid dan tidak perlu dihiraukan kecuali ditetapkan oleh syari’at.


Baik ibadah yang berupa perkataan maupun perbuatan, harus dilandasi oleh nash dari Allah ataupun dari Rasulullah yang termaktub dalam Al Qur’an dan As Sunnah.


Adapun sekedar perkataan seseorang “ini adalah ibadah”, ini bukan landasan.


Tauqifiyah maknanya harus dilandasi oleh nash dari Allah, karena Allah lah Pembuat Syariat.


📌 Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:


“Barangsiapa yang mengada-adakan suatu yang baru dalam urusan kami ini (urusan agama), yang tidak asal darinya (agama), maka tertolak“


📚 (Hadits Shahih Riwayat Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)


📌 Juga sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:


“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang yang tidak dalam urusan kami (urusan agama), maka tertolak“


📚 (Hadits Shahih Riwayat Muslim no. 1718)


📚 http://ibnbaz.org/mat/10494


■ Dengan demikian tidak ada orang yang datang dengan membawa syariat baru, bahkan semua orang wajib tunduk pada syari’at Allah.


Jika ada orang yang berkata:


Bacalah ini, disaat ini, maka akan dapat pahala begini, Tanpa adanya Nash Dari Al-Qur'an atau Hadits Yang Shahih, maka ini semua adalah batil dan bid’ah, Tidak boleh dikerjakan.


📌 Allah Azza wa Jalla berfirman:


Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”


📚 (Q.S ali-Imran/3:31)

----------


Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments