Cari Dakwah

Beda bismillah dengan bismillahirrahmanirrahim

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 



Beda "BISMILLAH" dengan "BISMILLAHIRROHMANIRROHIM"


Sebagai umat Islam, setiap kali kita melakukan perbuatan baik dianjurkan bahkan diwajibkan untuk selalu membaca atau mengucapkan “Bismillah”, supaya diridho’i dan diberkahi oleh Allah serta diselamatkan dari gangguan setan (jin).


๐Ÿ’ฆ Ada dua bacaan dari Allah yaitu : “Bismillah dan Bismillahirrohmanirrohim“ yang setiap hari kita baca. Dan tidak pernah terpikirkan bahwa dua bacaan tersebut berbeda, namun dianggap sama oleh umat Islam. Allah menciptakan dua bacaan tersebut pasti ada maksudnya, hanya saja umat Islam banyak yang tidak tahu dan asal saja ketika mengucapkannya. Kita bisa mengamati dari dua bacaan itu memang berbeda, baik dari tulisannya sendiri, ucapannya maupun arti atau maknanya.

Jadi bacaan atau ucapan “ “Bismillah dan Bismillahirrohmanirrohim” diciptakan oleh Allah sudah ada pos-nya masing-masing.


๐Ÿ’  BISMILLAH


“Bismilah atau Bismillahirrohmanirrohim” memiliki beberapa tempat penggunaan. Terkadang hanya diucapkan “Bismillah” tanpa diucapkan dengan lengkap, dan diwaktu yang lain diucapkan “Bismillahirrohmanirrohim.”


๐Ÿ’ฆ Kapankah waktunya membaca Basmallah (Bismillah) dengan bacaan lengkap ?


■ Menurut Abunas Syaikh Abdur Rohim Ar Rukaini : Pengucapan Basmallah secara lengkap terdapat disetiap ibadah. Semisal akan sholat atau disaat akan membaca surat Al Fatihah, Basmalah dibaca secara lengkap. Akan tetapi disaat tertentu seperti ketika seseorang akan makan maka baginya cukup membaca “Bismillah” saja tanpa penambahan kalimat “arrohman arrohim”.


Karena aktifitas makan adalah bentuk rahmat dari Allah Ta'ala yang berhubungan dengan perkara dunia, dan Allah Ta'ala adalah Dzat pemberi rahmat segala makhluk, oleh karena itu seseorang yang hendak makan cukup membaca “Bismillah” saja, agar Setan tidak ikut makan bersamanya. Dengan membaca “Bismillah” saja tanpa “arrohman arrohim” maka terhijablah Setan sehingga ia tidak bisa ikut makan bersamanya. Namun ketika seseorang mengucapkan “Bismillahirrohmanirrohim”, maka Setan akan ikut bergabung makan bersamanya, sebab rahmat Allah sangatlah luas termasuk Setan juga masuk dalam kasih sayang-Nya yaitu ada pada (“arrohman arrohim”) -Nya.


Sehingga cukuplah kita membaca “Bismillah” saja disaat kita makan. Begitu pula ketika menyembelih hewan untuk dimakan atau berkorban, cukup membaca “Bismillah” saja. Mengapa ? Sebab menyembelih adalah termasuk bagian dari pengagungan syara' bagi hewan. Lantaran hewan merasakan sakit tatkala disembelih maka bagi penyembelih cukup membaca bismillah saja tanpa meneruskan “arrohmanirrohim” dalam aktifitas tersebut.

Adapun “Bismillah” maknanya memasukkan perkara ini, baik berupa bacaan maupun doa atau selain itu dengan nama Allah. Bukan atas kemampuanku maupun semata kekuatanku. Bahkan terjadinya perbuatan itu berkat pertolongan Allah semata, melalui keutamaan namanya yang mulia. Seluruh perbuatan ini dibacakan ketika mengawali urusan agama maupun urusan dunia. Jika engkau hadirkan dalam dirimu tatkala masuk pada bacaan dengan memohon pertolongan Allah, terlepas dari segala daya dan kekuatan lain, maka ini merupakan sebab terbesar munculnya hati dan pengusir segala penghalang kebaikan.

“Arrohmaanirrohim” merupakan dua kata pecahan dari “rohmah” yang makna salah satunya lebih luas dari lainnya. Seperti kata “allaam” dan “aliim.” 


Ibnu Abbas berkata, “Keduanya merupakan dua kata yang tipis perbedaannya. Salah satunya lebih tipis dari yang lainnya. Yaitu salah satunya bermakna “lebih banyak rahmatnya.”


๐Ÿ’  BISMILLAHIRROHMANIRROHIM


■ Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang shohih dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu bahwa Rosulullah shollallahu alahi wa sallam tidak mengetahui pemisah surat-surat dalam Al Qur’an, hingga diturunkanlah Bismilahirrohmanirrohiim.


๐Ÿ’ฆ Bismillahirrohmanirrohim merupakan ayat tersendiri yang diturunkan di awal setiap surat, sebagaimana ditulis oleh para sahabat dalam satu baris yang terpisah, sebagaimana ucapan Ibnu ‘Abbas :


ูƒุงู† ู„ุง ูŠุนุฑู ูุตู„ ุงู„ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุณูˆุฑุฉ ุญุชู‰ ูŠู†ุฒู„ ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู….


“Dahulu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah mengetahui batasan atau pembagian surat , sampai turunlah kepadanya : “Bismillahirrohmanirrohim”. 

(HR. Abu Daud no. 788, Baihaqi dalam As Sunannya no. 2206. Imam Ibnu Katsir mangatakan sanadnya shohih. Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 1/116. Dar Thoyyibah Lin Nasyr wat Tauzi’. Syaikh Al Albani juga menyatakan shohih dalam Shohih wa Dho'if Sunan Abi Daud No. 788)


๐Ÿ’ฆ Dari sinilah kita bisa melihat bahwa Basmallah adalah bagian dari setiap surat selain memang sebagai pembatas kecuali pada surat At Taubah (Al Baro’ah).


๐Ÿ’ฆ Penggunaan “Bismillahirrohmanirrohim” dipakai untuk makna luas yang terdapat kata

“Arrohmaanirrohim” merupakan dua kata pecahan dari “rohmah” yang makna salah satunya lebih luas dari lainnya. “Arrohmaanirrohim” sebagai rasa belas kasihan Allah kepada semua makhluk-Nya.


Contoh :


■ “Bismillahirrohmanirrohim” untuk membaca Al Qur’an agar semua makhluk bisa mendengarkannya dan mendapatkan rahmat (kasih sayang) dari Allah.


■ “Bismillahirrohmanirrohim” untuk menulis surat seperti yang pernah dicontohkan oleh Nabi shollallahu alahi wa sallam yaitu Nabi mengirim surat kepada Raja Heraclius dengan ucapan awal “Bismilahirrohmanirrohiim”, isi suratnya Nabi mengajak Raja Heraclius beserta rakyatnya untuk masuk Islam.

Kata “Arrohmaanirrohim”

Kata "Ar-Rohman" terambil dari "Ar-Rohmah" yang berarti "belas kasihan", yaitu suatu sifat yang menimbulkan perbuatan memberi nikmat dan karunia.


๐Ÿ’ฆ Jadi kata "Ar-Rohman" itu ialah : Yang berbuat (memberi) nikmat dan karunia yang banyak.

Kata "Ar-Rohim" juga terambil dari "Ar-Rohmah", dan arti "Rohim" ialah : Orang yang mempunyai sifat belas kasihan, dan sifat itu "tetap" padanya selama-lamanya.

Maka Ar-Rohman Ar-Rohim (Arrohmanirrohim) itu maksudnya adalah : 

Tuhan itu telah memberi nikmat yang banyak dengan murah-Nya dan telah melimpahkan karunia yang tidak terhingga, karena Dia adalah bersifat belas kasihan kepada makhluk-Nya, dan oleh karena sifat belas kasihan itu adalah suatu sifat yang tetap pada-Nya maka nikmat dan karunia Allah itu tidak ada putus-putusnya.

Dengan demikian maka kata-kata "Arrohman dan "Arrohim, kedua-duanya adalah diperlukan dalam susunan ini, karena masing-masing mempunyai arti yang khusus.


๐Ÿ’ฆ Tegasnya bila seseorang Arab mendengar orang mensifati Allah dengan Arrohman, maka terpahamlah olehnya bahwa Allah itu telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya dengan banyak dan berlimpah-limpah. Tetapi bahwa limpahan nikmat dan karunia yang banyak itu tetap, tidak putus-putus tidak dapat dipahami dari lafadz Arrohman itu saja. Karena itu perlulah diikuti dengan Arrohim, supaya orang mengambil pengertian bahwa limpahan nikmat dan karunia serta kemurahan Allah itu tidak ada putus-putusnya.


๐Ÿ’ž Kesimpulan :


■ Bismillah


Dipakai untuk kepentingan diri sendiri agar setan tidak ikut serta dalam kenikmatan kita. Dengan mengucap “Bismillah” saja tanpa “arrohman arrohim” maka terhijablah Setan sehingga ia tidak bisa ikut bersama dalam segala aktivitas manusia seperti makan, minum, tidur, bersetubuh, menyembelih hewan dan lain-lain.


■ Bismillahirrohmanirrohim


Dipakai untuk makna luas yang terdapat kata “Arrohmaanirrohim” sebagai rasa belas kasihan Allah kepada semua makhluk-Nya.


๐Ÿ’ฆ Artikel ini diambil dari berbagai sumber

“Semoga artikel ini dapat menambah perbendaharaan ilmu bagi saudara-saudariku dan memahamkan tentang ilmu agama yang syar’i, aamiiin….”


Wallahu a'lam.

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments