Cari Dakwah

Mengungkap tradisi ruwahan sedekah arwah dibulan syaban dalam pandangan Islam

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 


بسم اللہ الرحمن الرحيم

الحدللہ والصلاۃوالسلام على رسواللہ


    MENGUNGKAP TRADISI RUWAH ( RUWAHAN ) DALAM PANDANGAN ISLAM.


        Tradisi ruwahan ( Sedekah arwah ) pada bulan Sya'ban ( bulan ruwah ~ bahasa jawa ) yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan.

Mereka melakukan ini untuk mengenang arwah keluarga atau orang tua yang telah meninggal dunia. Mereka meyakini pada bulan Sya'ban arwah-arwah akan pulang minta disedekahi dan bersilahturahmi.


Perayaan dan peringatan ini dilakukan dirumah-rumah dan dimasjid-masjid dengan melakukan pembacaan yasinan dan tahlillan ( Yasinta ) lalu dikirimkan kepada keluarga yang sudah meninggal dunia. 

Misalnya : dikota Bangka ini mereka melakukan kegiatan Nganggung ( membawa makanan kemasjid serta dilanjutkan membaca yasin dan tahlil ). 

    Dibangka barat dikecamatan tempilang mayoritas muslim menngadakan perayaan besar-besaran dengan memasak daging dan buat kue layaknya lebaran Idul fitri . Dan mengadakan Perang ketupat.


    Perang ketupat sudah menjadi tradisi ratusan tahun dalam masyarakat tempilang malamnya melakukan prosesi adat Penimbongan.


Ritual ini dilakukan oleh tiga dukun kampung , yaitu :


1). Dukun darat

2). Dukun laut .

3). Dukun tua.


Pada tahap ini ketiga dukun akan memanggil makhluk halus yang mendiami daratan tempilang. Kemudian makhluk-makhluk ini diberi makan berupa sesaji yang diletakkan pada rumah-rumahan dari kayu uang disebut penimbong. Makhluk ini dipercaya sebagai penjaga kampung tempilang dari roh-roh jahat. Untuk itu mereka memanggil dan memberinya makan sebagai penghormatan. Setelah itu mereka membaca mantra dan do'a-do'a , dan sebagai penutup mereka memberi sesaji berupa bu'pulot ( nasi ketan ) telur rebus dan pisang rejang lalu diletakkan di batu karang dipinggir pantai pasir kuning. ( sumber : www.jelajahbangka.com ).

Dan prosesi ini akan dilakukan besok ( 03-04-2021 M / Malam minggu ) dihari minggunya akan ada acara perang ketupat dan perayaan dirumah-rumah penduduk dengan menyajikan aneka makanan.


       Dalam masyarakat jawa acara ruwah disebut nyadran , bahu Bausastra jawa ( 1939 : 75 ) :


" Slametan ing sasi ruwah nylameti para leluwur ( ritual pada bulan ruwah/Sya'ban untuk menghormati para leluhur ).


" Slametan ing papan kang kramat ( ritual ditempat kramat /suci ).


" ngirim kembang ing kuburan ( mengirim bunga kekuburan ).


Singkatnya nyadran adalah ritual penghormatan kepada leluhur atau sesuatu yang dikramatkan / disucikan ditempat dan pada waktu tertentu terutama pada bulan ruwah ini atau menjelang bulan suci Ramadhan.

Asal muasal ritual ini dari hindu india ( didalalam kitab hindu banyak anjuran agar melakukan slametan dibulan ruwah ini ) dan ritual ini juga di lakukan oleh umat Budha. Agama konghucu juga minggu ini akan mengadakan sembahyang kubur.


      Adakah Agama islam mengadakan acara-acara tersebut?!


Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dan Sahabat dibulan Sya'ban tidak melakukan ritual-ritual khusus untuk menyambut bulan Ramadhan ini.

Hukum asal ibadah Tauqif ( terbatas apa yang diajarkan syariat ).


Nabi shallallahu alaihi wassalam bersabda :


من احدث في امرناھذاماليس منہ فہورد


" Barangsiapa yang membuat ( sesuatu yang baru ) dalam urusan ( agama ) kita ini,yang bukan darinya (al-Qur'an dan hadits) maka dia adalah tertolak . " ( HR.Al-Bukhari no.2697 & Muslim no. 17-18 ).


Dan syarat diterimanya ibadah :

√ Ikhlas , Semata-mata karena Allah.

√ Ittiba , Mengikuti petunjuk Nabi shallallahu alaihi wassalam


Allah Subhannahu wa ta'ala berfirman :


الذي خلق الموت والحيوۃليبلوكم ايكم احسن عملاۖ وھوالعزيزالغفور ( ٢ )


" Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa,Maha Pengampun." ( QS.al-Mulk [67[:2 ).


Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan " siapa diantara kamu yang paling baik amalnya" adalah yang paling ikhlas dan Ittiba (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu alaihi wassalam).


Apalagi sampai berbuat syirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah, dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah.

Seperti :

#Berdo'a kepada selain Allah disamping berdo'a kepada Allah.

#Menyembelih ,bernadzar kepada selain Allah.

#Memberi makan dan berkurban untuk jin dan syaithon .

Dan berkeyakinan bahwa jin dan syaiyhon dapat membahayakan ,membuatnya sakit ,meminta perlindungan dan kebutuhan hal ini adalah syirik besar yang menjadikan pelakunya kekal dineraka.


Allah Subhannahu wa ta'ala berfirman :

"Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula kemenfaatan, dan mereka berkata'mereka memberi syafaat kepada kami disisi Allah." ( Surat Yunus : 18 ).


Allah tidak akan mengampuni dosa musyrik,jika ia meninggal dalam keadaan musyrik. Allah Subhannahu wa ta'ala berfirman :


ان اللہ لايغفران يشرك بہ ويغفرمادون ذلك لمن يشاء٠ 


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,dan Dia mengampuni segala dosa selain(syirik(itu), bagi siapa yang dikehendakinya." ( QS.An-Nisa :48 ).


Semoga Allah Azza wa jalla memberi hidayah taufik kepada umatul muslim di indonesia , agar kembali mentauhidkan Allah , bahwa Allah satu-satunya yang berhak di ibadahi dan diminta pertolongan .

Dan mengikuti petunjuk Nabi shallallahu alaihi wassalam dalam beramal.


Shalawat dan salam semoga Allah curahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam, keluarga dan sahabatnya.


Kota Kopi , Rabu 16 Maret 2022 M / 13 Sya'ban 1443 H.

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments