Cari Dakwah

Apakah menerima transfusi darah membatalkan puasa?

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 



🔴 RAMADHAN REMINDER 


MENERIMA TRANSFUSI DARAH MEMBATALKAN PUASA 


Menerima darah saat transfusi jelas membatalkan puasa. Karena darah pada hakikatnya adalah tempat sari-sari makanan, terutama pada bagian yang disebut plasma darah. Menerima darah sama hakikatnya dengan mendapatkan sari-sari makanan yang ini disamakan dengan makan dan minum yang membatalkan puasa. 


Sebagaimana infus sari-sari makanan (misalnya infus glukosa dan infus elektrolit), maka ini juga hakikatnya sama dengan makan dan minum. Karena ini adalah tujuan dari makanan, yaitu bisa 

memberikan sari-sari makanan ke seluruh tubuh melalui darah. Sebagai bukti kita bisa melihat seseorang yang tidak makan dan minum selama beberapa hari karena penyakit yang dideritanya akan tetapi tetap bisa bertahan karena mendapat infus. 


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Suntikan/infus yang bisa memberikan energi makanan sehingga tidak membutuhkan makan dan minum, Jika dilakukan maka membatalkan puasa walaupun hakikatnya bukan perbuatan memakan dan minum. Karena hal tersebut semakna dengan makan dan minum sehingga berlaku hukum makan dan minum. 


Adapun suntikan/infus yang tidak memberikan energi makanan, maka bukan termasuk pembatal puasa. Sama saja jika disuntikkan melalui otot (intramuskular-pent) ataupun melalui pembuluh darah (intravena-pent). Walaupun ia mendapati rasanya di kerongkonganya. Maka tidak membatalkan puasa karena bukan termasuk makanan dan minuman, bukan pula semakna dengan makan dan minum. 


Tidak teranggap keberadaan rasa makanan di kerongkongan selain melalui makan dan minum. Oleh karena itu para ahli fiqh berkata, “seandainya dioleskan buah Khandzal (buah yang sangat pahit rasanya dan digunakan dahulu sebagai obat pemicu muntah-pent) pada telapak kaki, kemudian ia dapati rasanya di kerongkongan maka puasanya tidak batal” (Majalis Syahri Ramadhan hal. 71-72, Darul Aqidah, Koiro, cet. I, 1429 H). 


(Diringkas dari: Buku Fikih Kesehatan Kontemporer Terkait Puasa dan Ramadhan, dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK) 


_____

Facebook, Instagram:

@luckyandreansanusi

Teruslah menjadi PEMBELAJAR

.

.

#luckyandreansanusi #puasa #ramadan #ramadhan #transfusidarah

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments