Cari Dakwah

Apakah Allah bergerak dan turun ke langit dunia?

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 



KEWAJIBAN MENGIMANI SIFAT NUZÛL

Faedah : Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari


Allâh Subhanahu wa Ta’ala adalah yang paling tahu tentang diri-Nya. Oleh karena itu, berita-Nya tentang diri-Nya adalah haq. Sementara Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam adalah manusia yang paling tahu tentang Allâh Azza wa Jalla , oleh karena itu berita Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam tentang Allâh Subhanahu wa Ta’ala juga haq. Dan termasuk iman yaitu menerima berita Allâh dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati.


Diantara sifat Allâh Azza wa Jalla yang diberitakan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam adalah nuzûl (turun). 


Makna sifat nuzûl (turun) itu jelas, 

namun bagaimana cara nuzûl-Nya, itu yang tidak diketahui; 

Mengimani keberadaan sifat itu wajib, karena itu merupakan berita dari Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam, 

sedangkan bertanya dan meragukannya adalah bid’ah dalam agama.


Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ”


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, 

“Rabb kita Tabaroka wa Ta’ala turun ke langit dunia (langit yang paling rendah) pada setiap malam, 

yaitu ketika tinggal sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, ‘Barangsiapa berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan! 

Barangsiapa meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan! 

dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni”. 

[HR. Al-Bukhâri, no. 1145 dan Muslim, no. 168/758]


Hadits di atas dan lainnya nyata menunjukkan bahwa Allâh Azza wa Jalla yang turun ke langit dunia. 


Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam “Rabb kita Tabâraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam”, menunjukkan yang turun adalah Allâh Azza wa Jalla .


Maka anggapan sebagian orang bahwa yang turun adalah perintah-Nya, atau rahmat-Nya, atau malaikat-Nya, 

merupakan tahrîf (tindakan merubah) makna sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam , dan menyimpang dari jalan yang lurus.


Hadits nuzûl berderajat mutawatir sehingga memberikan keyakinan yang pasti kebenarannya. 

Hadits Mutawatir adalah: hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang yang secara adat kebiasaan mustahil bersepakat membuat kedustaan, dan mereka menyandarkan kepada sesuatu yang dapat dilihat/didengar. 

[Lihat: Mushthalahul Hadits, hal. 6, karya Syaikh al-Utsaimin].


Kalau demikian pantaskah umat Islam sekarang ada yang mengingkarinya, atau merubah-rubahnya, 

dengan mengatakan yang turun adalah Malaikat, 

atau perintah-Nya, 

atau rahmat-Nya? 


Sungguh, kebenaran adalah dengan mengikuti jalannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya. 

Wallâhul Musta’an.

...

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments