Cari Dakwah

Anak menentang dalam pandangan islam dan tips mengatasinya

Baca Juga :

 




——

💬 *Anak Menentang*


Pada tahap usia anak 3 tahun, anak-anak mengembangkan kemandirian atau atonomy. Pada usia ini, anak mulai melakukan berbagai hal didasari kehendaknya yang mulai mandiri. Maka di usia ini anak mengembangkan kemandirian sekaligus eksplorasi. Ketika anak menjadi semakin aktif baik fisik dan verbalnya, ternyata kemampan kognitif atau akalnya terbatas pada tahap egosentris (egois) maka mereka menjadi sangat subjektif, reaktif dan juga sensitif. Sehingga anak menjadi keras kepala, bertindak sesuka hati, kurang memperhatikan arahan dan kadang tak peduli pada orang lain.


 Orangtua banyak mengelukan bahwa anak menjadi menentang dan melawan orangtua. 


Sebenarnya bukan menentang dalam arti "melawan" namun di usia ini mereka dihadapkan pada rasa ingin tahu, rasa mampu, dan dorongan pengalaman baru. Fase ini juga disebut sebagai fase pembentukan identitas awal bagi anak, di mana mereka sudah mulai melepaskan diri dari ketergantungan pada orangtua dan mencoba memahami berbagai hal di lingkungan secara mandiri.


Pada usia ini anak-anak belum memahami betul benar dan salah, serta pola pada lingkungan luas. Mereka hanya berusaha mengeksplorasi dan mengamati bagaimana respon setelahnya. Dengan kata lain, anak-anak berusaha menguji otoritasnya (kendali lingkungan) dibenturkan dengan otoritas orangtua (kendali lingkungan orangtua). Ayah bunda tidak perlu cemas dan khawatir terhadap penentangan anak di usia ini. Tugas kita adalah bersikap tenang, tegas dan konsisiten. Hal tersebut mengajarkan bahwa anak-anak harus berkompromi dengan otoritas lingkungan. Sehingga ini adalah stimulasi yang baik untuk kondisi egois anak, dan menghindarkan sikap menentang anak yang berpeluang berkembang menjadi "gangguan perilaku menentang anak" atau biasa dikenal dengan Oppositional defiant disorder (ODD).


Tips:

1. Arahkan pada perilaku baik (adab dan akhlak)

2. Buat batasan

3. Barikan aturan dan konsekuensi

4. Konsisten menjalankan aturan dan konsekuensi

5. Utamakan banyak reward, hadiah, dan pengakuan atas kebaikan anak.


Kak Yogi Suprayogi


➡️ Follow & Share Untuk Konten Kami Lainnya @alfirqotunnajiyahkids

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments