Cari Dakwah

Hukum Maulid dan dzikir akbar untuk menyambut tahun baru masehi dalam Islam

Baca Juga :

 



Mereka pikir,

.

"Daripada malam tahun baru berbuat maksiat, lebih baik dzikir dan doa bersama dalam satu suara dan satu komando di akhir tahun (Masehi)"

.

adalah kebaikan ?

.

Tidak ! itu bukan kebaikan. Justru mereka berbuat KEMAKSIATAN terbesar kedua kepada Allah Azza Wa Jalla dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana Bid'ah dalam Syariat merupakan kemaksiatan terbesar setelah Kesyirikan.

.

Ditimbang dari sebabnya. Sebab acara itu ada, diadakan, dibuat dan diciptakan karena kekhususan Akhir Tahun Masehi (malam tahun baru) dan Hari Tahun Baru Masehi. Tidak ada dalil, petunjuk dan landasannya dalam Islam untuk merayakan tahun baru, baik itu tahun baru Hijriyah, apalagi tahun baru Masehi yang merupakan penanggalan buatan Kafir dan juga berasal dari ritual penyembahan Dewa Janus. Maka mereka telah membuat, mengada-adakan dan menciptakan sebab untuk beramal yang baru yang tidak ada dalil, petunjuk, dan landasannya dalam Islam.

.

Ditimbang dari jenisnya. Tidak terdapat satu pun dalil, petunjuk, dan landasannya dalam Islam perkara jenis amalan khusus Akhir Tahun Masehi (malam tahun baru) dan Tahun Baru Masehi. Apa hubungannya Islam dengan penanggalan Masehi buatan Kafir ? Tidak ada. Maka mereka telah membuat, mengada-adakan dan menciptakan jenis amalan baru yang tidak ada dalil, petunjuk, dan landasannya dalam Islam.

.

Ditimbang dari waktunya. Waktu acara itu diadakan, dibuat dan diciptakan dengan mengkhususkan hari terakhir dalam tahun Masehi, maka ini sama saja telah mengadakan, membuat dan menciptakan Hari Ied (Hari Raya) baru dalam Islam. Maka mereka telah membuat, mengada-adakan dan menciptakan pengkhususan waktu dalam Hari Ied (Hari Raya) yang tidak ada dalil, petunjuk, dan landasannya dalam Islam.

.

Ditimbang dari Kaif (cara)nya. Tata cara peribadahannya yang dikhususkan waktunya tersebut dengan dilakukan Dzikir dan doa bersama dalam satu suara dan satu komando. Tidak ada dalil, petunjuk dan landasannya berdzikir dan doa bersama dalam satu suara dan satu komando. Maka mereka telah membuat, mengada-adakan dan menciptakan Kaif (cara) baru dalam beramal yang tidak ada dalil, petunjuk, dan landasannya dalam Islam.

.

Maka, mereka pikir mereka sedang berbuat kebaikan Dan berbuat sebaik-baiknya ? Tidak, justru mereka menghancurkan Islam dari dalam dengan paling terdepan membuat, mengada-adakan dan menciptakan perkara baru dalam Syariat, yakni Bid'ah dalam Syariat.

.

Hei ! Perkara malam Tahun Baru Masehi yang merupakan penyembahan Dewa Janus oleh Bangsa Kafir Paganisme penyembah berhala, Romawi, itu sudah ada sejak dahulu, bahkan di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Dan Para Sahabat radhiyallahu 'anhu jami'an.

.

Tapi apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Dan Para Sahabat radhiyallahu 'anhu jami'an mengkhususkan waktunya untuk beramal kala itu ? Jawabannya Tidak !

.

Maka jangan lancang mendahului Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam Hal apapun. Ingat itu ! 

.

Atha bin Yussuf

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments