Search

Terorisme bukanlah Islam

Baca Juga :


MEMBUNUH ORANG KAFIR

Apa hukum membunuh atau ngebom orang kafir?

Orang-orang kafir yang haram untuk dibunuh adalah tiga golongan: 1. Kafir dzimmi (orang kafir yang membayar jizyah/upeti yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin)
2. Kafir mu’ahad (orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati)
3. Kafir musta’man (orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin)

Sedangkan orang kafir selain tiga di atas yaitu kafir harbi, itulah yang boleh diperangi.

Beberapa dalil haramnya membunuh 3 golongan kafir di atas secara sengaja.

LARANGAN MEMBUNUH KAFIR DZIMMI YANG TELAH MENUNAIKAN JIZYAH

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk” (QS. At Taubah: 29)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun. ” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)


LARANGAN MEMBUNUH KAFIR MU’AHAD YANG TELAH MEMBUAT KESEPAKATAN UNTUK TIDAK BERPERANG

Al Bukhari membawakan hadits dalam Bab “Dosa orang yang membunuh kafir mu’ahad tanpa melalui jalan yang benar”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari no. 3166)


LARANGAN MEMBUNUH KAFIR MUSTA’MAN YANG TELAH MENDAPAT JAMINAN KEAMANAN DARI KAUM MUSLIMIN

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui” (QS. At Taubah: 6)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dzimmah kaum muslimin itu satu, diusahakan oleh orang yang paling bawah (sekalipun)” (HR. Bukhari & Muslim)

An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksudkan dengan dzimmah dalam hadits di atas adalah jaminan keamanan....” (Syarh Muslim, 5/34)

Adapun membunuh orang kafir yang berada dalam perjanjian dengan kaum muslimin secara tidak sengaja, Allah Ta’ala telah mewajibkan adanya diat & kafaroh sebagaimana firman-Nya,
“Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. An Nisaa’: 92)

🌐 rumaysho.com/379-hukum-membunuh-atau-qngebomq-orang-kafir.html


Alhihkmahjkt
Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments