Cari Dakwah

Apa manhaj tuanku Tambusai? Sufi atau salafi?

Baca Juga :

 



Tuanku Tambusai bukan shufi, tapi "Wahabi"


Guna memperdalam ilmu agamanya, Tambusai pergi belajar ke Bonjol dan Rao di Sumatera Barat.


Di sana ia banyak belajar bersama ulama-ulama Islam yang paham Paderi. Ia pun mendapat gelar fakih atau orang yang paham aturan Islam.


Ajaran Paderi ini sangatlah memikat dirinya. Ia pun menyebarkan ajaran tersebut di tanah kelahirannya. 


Selama menyebarkan ajaran Paderi, ia mendapat reaksi yang positif dari masyarakat luas, sehingga Tambusai banyak mendapatkan pengikut.


Namun, kegigihannya untuk menyebarkan permurnian Islam ini ternyata mengantarkannya untuk berperang mengislamkan masyarakat di tanah Batak.


Radjab, Muhammad. (1964). Perang Paderi di Sumatera Barat (1803-1838). Jakarta: Balai Pustaka. 


Sebagai seorang Ulama, Tuanku Tambusai menyebarkan Islam di daerah-daerah yang belum memeluk Islam, antara lain di Tapanuli Selatan, di daerah-daerah yang sudah memeluk Islam ia melancarkan gerakan pemurnian agama sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Rosul. Banyak tantangan yang dihadapinya. Ia diusir dari tanah Batak karena dianggap sebagai pengacau, bahkan di tempat kclahirannya ia dimusuhi oleh pejabat setempat.

Bersama dengan Tuanku Rao ia mengembangkan syiar Islam di daerah Rao Air Bangis, Padang Lawas dan sekitarnya. Iapun mendirikan pesantren di Dalu-Dalu Namun, kegiatannya dihalang-halangi oleh pengusaha setempat, Oleh karenanya tempat ini terpaksa ditinggalkannya dan ia kembali ke Rao.


http://dinsos.riau.go.id/web/index.php?option=com_content&view=article&id=417&Itemid=168


Sumber: Fb Rendi Apriyano

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments