Cari Dakwah

Hukum dzikir berjamaah

Baca Juga :


 


❤️ HATI (ke) HATI ❤️

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


DZIKIR BERJAMA'AH ITU AMALIYAH MARDUD

(Berdzikir tapi dapat DOSA)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Dzikir berjama'ah yang dilakukan setelah sholat wajib, bukannya ber-PAHALA, tapi BERDOSA bagi pelakunya, karena :

1. MARDUD (tertolak) artinya tidak berpahala

2. Melanggar syari'at dalam berdzikir

    (Lihat QS. Al-A'raf : 205)

3. Mengganggu (dzolim) kepada orang lain :

     *Yang sedang berdzikir juga 

     *Yang sedang berdo'a

     *Yang sedang sholat (Masbuk/Rowatib)

4. Mengganggu orang lain di luar masjid

5. Dzikir berjama'ah juga cikal bakal Khawarij

    (Lihat HR. Ad-Darimy : 206)


#ALLOH dan Rosul-nya telah membuat aturan untuk berdzikir, yaitu :

1. Dilakukan sendiri-sendiri (dalam diri)

2. Rendah diri

3. Penuh rasa takut

4. Tidak mengeraskan suara


°°°°°


1). ALLOH berfirman :


وَا ذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَـهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِا لْغُدُوِّ وَا لْاٰ صَا لِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ


"Dan ingatlah Tuhanmu dalam dirimu dengan rendah diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah."

(QS. Al-A'raf : 205)


2). Hadits dari Abu Hazim At-Tammari dari Al- Bayadli rodhiyallohu'anhu, dia berkata : Bahwa Rosululloh ﷺ keluar menemui para sahabatnya, dan saat itu, mereka sedang menunaikan sholat, sedangkan suara bacaan mereka saling mengeraskan satu sama lain. Maka beliau pun bersabda :


إِنَّ الْمُصَلِّي يُنَاجِي رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَلْيَنْظُرْ مَا يُنَاجِيهِ وَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقُرْآنِ


"Seseorang yang menunaikan sholat, pada hakekatnya sedang bermunajat kepada Robb-nya 'Azza wa Jalla. Karena itu, hendaknya setiap orang mencermati doa yang dibacanya, dan JANGANLAH salah seorang di antara kalian MENGERASKAN bacaan terhadap saudaranya yang lain"

(HR. Ahmad : 18249)


3). Hadits dari Abu Musa Al-Asy'ariy rodhiyallohu'anhu berkata : Kami pernah bepergian bersama Rosululloh ﷺ dan apabila menaiki bukit kami bertalbiyah dan bertakbir dengan SUARA yang KERAS. Maka Nabi ﷺ bersabda : 


يَا أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا إِنَّهُ مَعَكُمْ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ تَبَارَكَ اسْمُهُ وَتَعَالَى جَدُّهُ


"Wahai sekalian manusia, rendahkanlah diri kalian karena kalian tidak menyeru kepada Dzat yang tuli dan juga bukan Dzat yang jauh. Dia selalu bersama kalian dan Dia Maha Mendengar lagi Maha dekat. Mahasuci nama-Nya dan Mahatinggi kebesaran-Nya"

(HR. Bukhory : 2770)


4). Hadits dari Aisyah berkata; Rosululloh ﷺ bersabda :

مَنْ صَنَعَ أَمْرًا مِنْ غَيْرِ أَمْرِنَا فَهُوَ مَرْدُودٌ


"Barangsiapa yang membuat suatu perkara dalam agama tanpa perintah kami maka amalan tersebut tertolak"

(HR. Ahmad : 23311)


*****

Posted by : Ayahnya Dimas

Reg : 255/11/2021

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments

Langganan artikel islami gratis, isi email anda:

Delivered by FeedBurner