Search

Jangan ambil ilmu agama dari ulama Ustad seperti ini

Baca Juga :

 




 Bismillāh.


Kepandaian berbicara bukanlah tolak ukur.


Syaikh Shalih Al Fauzan menjelaskan:


“Wajib bagi anda wahai kaum Muslimin & para penuntut ilmu agama, utk bersungguh² dlm tatsabbut (cek & ricek) dan jgn tergesa² dlm menanggapi setiap perkataan yg anda dengar (masalah agama). Dan hendaknya mencari tahu:


* Siapa yg mengatakannya?


* Dari mana datangnya pemikiran tersebut?


* Apa landasannya?


* Adakah dalilnya dari Al Qur’an & As Sunnah?


* Orang yg mengatakannya belajar dimana?


* Dari siapa dia mengambil ilmu (siapa gurunya)?


Inilah perkara² yg perlu dicek & ricek. Terutama di zaman sekarang ini.


Maka tidak semua orang yg berkata² dlm masalah agama itu langsung diterima walaupun bahasanya fasih, sangat bagus ungkapannya & sangat menggugah.


Jgn tertipu dgnnya hingga anda mengetahui kadar kellmuan & fikihnya” (Ithaful Qari bit Ta’liq ‘ala Syarhis Sunnah, 85).


Muhammad bin Sirin rahimahullah, beliau mengatakan:


“Ilmu ini adalah bagian dari agama kalian, maka perhatikanlah baik² dari siapa kalian mengambil ilmu agama” (Diriwayatkan oleh Ibnu Rajab dalam Al Ilal, 1/355).


Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi ﷺ bersabda:


“Akan ada di akhir zaman dari umatku, orang² yg membawakan hadits yg tdk pernah kalian dengar sebelumnya, jg belum pernah didengar oleh ayah² & kakek moyang kalian. Maka waspadailah… waspadailah” (HR. Muslim dlm Muqaddimah-nya).


Rasulullāh ﷺ bersabda,

“Akan datang suatu masa kpd manusia, tahun² yg penuh dgn tipu daya. Pendusta dianggap benar, org jujur dianggap dusta. Pengkhianat dipercaya, org yg amanah dianggap berkhianat. ...“

(HR. Ibnu Majah no. 3277)


Wallahu waliyyut taufiq was sadaad, hanya Allāh yg memberi taufik utk menjauhi yg haram.


Sumber : Muslim.or.id


🔎@chokynichol



Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments