Cari Dakwah

Kesalahan penjual parfum refill menurut Islam

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 



Di antara kesalahan pedagang parfum refill sesukses apapun dia adalah:


1. memberi nama parfum dagangannya dengan nama MEREK (branded) yang established dan resmi, padahal yang dijual hanyalah parfum refill aroma tiruan terhadap varian parfum branded itu.


2. Menulis atau memasang di tokonya, baik online maupun offline, merek2 branded internasional. Diperburuk lagi jika label tersebut persis dengan bentuk font brand asli, sebagaimana di toko ini.


Sebagaimana banyak dari Anda, saya dulu sebelum mendalami dunia parfum, tidak tahu dan tidak menyadari hal ini.


Ingat kan nama-nama berikut sering dijumpai di parfum-parfum refill dagangan jalanan atau oleh ikhwan kita:


- Kenzo Batang/Daun/Bali

- Hugo Boss

- Davidoff Cool Water Man

- Mont Blanc Legend

- Avril Lavigne

- Dunhill Blue

- Adidas Sport

- dan muasih banyak lagi, saya bisa saja tulis semua jadi puluhan bahkan ratusan


Yang jadi masalah adalah nama Kenzo, Hugo Boss, Davidoff, Mont Blank, Avril Lavigne, etc. Kalau nama variannya, tidak masalah.


Contoh lain nama varian (yang tidak masalah karena bukan brand) :


- 212 etc

- Cool Water

- Legend

- Starwalker

- Jaguar Blue

- Eternity

Etc


Adapun mengubah nama dan sedikit memplesetkan, moga-moga tidak masalah. Brand Surrati - salah satu brand internasional terkemuka dari Mekkah - pun hakikatnya banyak menjual refill berkualitas yang meniru aroma-aroma parfum Barat. Dan itu legal, walau kadang meniru nama brand namun sedikit diplesetkan. Contoh:


- Surrati Mont Blank (aslinya brand Mont Blanc)

- Surrati Gevenchy (aslinya brand Givenchy)

- Tom Oud (Aslinya Tom Ford Oud Wood)

- Tom Tuskan Leather (Aslinya Tom Ford Tuscan Leather)

- Fehranheit (Aslinya Dior Fahrenheit)

- dan masih banyak lagi


Juga Al Rehab itu hakikatnya banyak meniru parfum Barat. Contoh:


- Silver (meniru Creed Silver Mountain Water)

- Avenue (meniru Creed Aventus)

- Amirage (meniru Givenchy Amarige)

Dan lainnya. Namun Al Rehab lebih aman karena perbedaannya di nama varian lumayan bergeser.


SOLUSI untuk parfum refill :


1. UBAH NAMA SAJA, baik ubah total atau plesetkan. Kemudian silakan:

2. SEBUT KETERANGAN bahwa parfum ini searah dengan (misal: Dunhill Blue) dan itu pun sebaiknya jangan di kemasan, melainkan di deskripsi online atau saat menjelaskan.


Di antara yang saya komplain terhadap parfum merek Dobha adalah kadang beberapa varian jelas-jelas meniru nama persis brand terkemuka atau nama tokoh, seperti Coach, Maher Zain, Paris Hilton, Selena Gomes dst. Adapun Bulgary, maka ini mungkin tak masalah, karena aslinya Bvlgari. Jadi beda.


Jadi, meniru varian aroma atau namanya, tidak masalah. Tapi meniru nama brand 100%, maka ini bermasalah.


Dan kasus semacam ini, tidak hanya di dunia parfum. Juga ada di dunia sendal, sepatu, kaus, tas, bola, yang memakai nama brand ternama. Ini namanya BUKAN KW, melainkan kamuflase atau pemalsuan. Walau iya, semua pembeli juga tahu itu bukan asli. Tapi kan kalau bukan asli namun pakai nama brand, berarti pemalsuan.


Nasehat ini untuk para pengusaha atau owner usaha. Yang kasihan yang kayak kita ini, cuma dapat limpahan dari owner atau distributor, mau ga mau yang menjual apa adanya yang diberi. Kalau dijual, kayak kurang berkah. Kalau ga dijual, ya bisa rugi juga.


Coba para pengusaha parfum refill terutama, pertimbangkan, dari 200 varian yang dijual, yakin deh minimal 100 varian itu ada sisi pemalsuan atau minimal disebut menunggangi nama brand ternama.

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments