Cari Dakwah

Kisah suamiku dan cinta luar biasanya kepadaku (bukan layangan putus)

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 



*SUAMIKU DAN CINTA LUAR BIASANYA KEPADAKU (BUKAN LAYANGAN PUTUS)* 


Suamiku menikahiku di umur 19thn 7bln, 10 tahun yg lalu, pas baru dpt kerja 6 bln pula. Bbrp bulan setelah itu diriku sakit parah 5 thn. Lumpuh sekian thn, kejang2 sepanjang thn. Komplikasi. Baik medis maupun non medis. Mama ~ rohimahallaah ~ pun hanya mengomentari bahwa ia bersyukur memiliki menantu yg tidak membuang putri manjanya ini, "Jarang2 ada laki2 muda tdk neko2 spt ini," ujar Mama padaku yg terbaring lemah sambil mengusap air mata di sudut matanya. 


Suamiku memapahku...

Menyuapiku...

Mengurusku...

Memandikanku...

Kejang² tengah malam sudah jd langgananku,

Suamiku slalu pulang meski sdg kerja shift malam...

Sesak napas dll dsb... terasa sakaratul maut seolah-olah telah dekat sekali rasanya. 


"Kenapa Mas tidak mau menikah lagi? Aku begini dan aku belum bisa memberimu seorang anak," tanyaku di suatu hari itu. 


"Tidak, Mas tidak mau menikah lagi. Hanya kamu istriku. Aku ingin membahagiakanmu karena Allah dan Mas yakin kamu pasti akan sembuh! Mas yakin! Mas hanya perlu bersabar..." Jawabnya. 


2 tahun berlalu... lumpuhku sudah tidak lagi. Aku bisa berjalan sedikit demi sedikit. 


3 tahun berlalu... aku masih tidak bisa kena udara angin sedikit pun. Tidak bisa keluar rumah sama sekali. Masih kejang2 tiap hari. Masih sesak napas tiap hari. 


4 tahun berlalu.... 


Dan... 5 tahun pun berlalu... 


**** 


Februari 2015 Mamaku meninggal dunia krn kanker payudaranya (aku dr kecil sudah tapna sosok ayah) 


Mei 2015 Menyusul 3 bulan kemudian nenekku 87thn yg sudah spt ibuku sendiri yg merawatku dr kecil ini pun meninggal juga. 


Desember 2015 di usia pernikahan kami yg ke-5 kurang... aku pun sembuh, aku hamil anak pertama kami. 


September 2016 Hanaa' Al Mufarridah kami pun lahir :') 


Desember 2016 Suamiku membeli rumah full renov di Cikarang tanpa riba. 


Januari 2016 kami pindahan dgn bayi kami ke rumah baru, yg sudah bisa kami menyebutnya sebagai "rumah milik kami sendiri" sekarang... :') 


10 tahun sudah bersama...

Setiap pagi masih saja suamiku seperti itu. Padahal... sudah tau dia mau berangkat kerja. Dia juga tau kalau dirinya akan terlambat masuk kerja. Tapi dia tak peduli. Ya, sempat2nya suamiku... membeli lauk atau membelanjakanku✔ membeli pempes/susu di alfa✔ Menyapu dulu✔ Membuang sampah ke depan dulu✔ Menaruh Plastik Sampah yg baru di tong sampah✔ bahkan dengan seragam kerjanya sempat2nya Mencuci Piring dahulu ✔ :') Sejak sakit2an tubuhku spt kaku, ya... aku tidak bisa mengendarai motor. 


Betapa khawatirnya suamiku padaku...

Persis seperti apa yg Ibuku sendiri lalukan untukku... memanjakan aku?

Padahal... aku sudah melarangnya. Aku bukan istri yang sakit-sakitan lagi seperti dulu. Tapi... tetap saja omelanku untuk suamiku dia masukkan ke kuping kanan dan keluar ke kuping kiri. 


"Tuh kan terlambat kan! Haduuuh dah jam berapa ini kamu Mas!" Ocehku tadi pagi. Sambil menyusui anakku yang mau berusia 2 tahun. 


"Oh iya ya..." 


"Oh iya! Oh iya!" Tiruku dgn bibir dibentuk², "Bandel bgt ih!" Sambungku lagi. 


"Ya uda ya udah. Ini mas dah selesai kok ini. Mas berangkat kerja dulu ya." Akhirnya, seraya menutup drama huru-hara pagi kami dgn ucapan salam. 


Suamiku... sudah seperti pengganti org tuaku yg sudh tiada. Seperti apapun kondisiku, keadaanku, masih tetap sama. Honey moon? Jangan harap ada di pernikahan kami yg awalnya penuh ujian berat ini. Hehe... Kena sedikit angin mau keluar rumah saja tubuhku langsung merebah. Subhaanallaah... 


Pertama kali Honeymoon? Bukan honeymoon ya kayaknya soalnya sudah ada 2 buntut. Rasanya mungkin bs dibilanh spt Honeymoon mungkin ya ^^ wkwk itu pas akhir 2020 kami jalan2 menginap nge-Glamping di Rancabali. Kata orang2, teman2, mahal ih... iri ih...

Maasyaallaah... mereka tidak tau kisah berat kami sebelum tahunya kami happy² terus. Dan kini... anak kami otw mau 3 insyaallaah... Allaahu Akbar.... 


Bukankah kita harus menyembunyikan musibah? Dan kini aku menceritakannya dengan sebab Allah menyuruh kita tuk ber-Tahadduts bin Ni'mah... (Menceritakan kuasa Allah sebagai tanda bentuk syukur kpd-Nya) Maasyaallaah Tabaarokallaah Walhamdulillaah... 


Membuatku teringat pada pepatah Arab yg terkenal ini, "Laa Fattan illaa 'Aliyyan!" (Tidak ada pemuda <pemberani> selain 'Ali) Ah, mungkin... pepatah itu bisa kusematkan juga utk suamiku? Dan atau... utk laki2 muda yg berani menikah muda di luar sana karena Allah seperti suamiku itu...... 


Tertanggal, 22|12|21 💙💜 


(Sumber: Fb Ummu Hanaa Al-Mufarridah) 


_____

Facebook, Instagram:

@luckyandreansanusi

Teruslah menjadi *PEMBELAJAR*

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments