Cari Dakwah

Perayaan isra miraj dibangun diatas kebodohan dan kesesatan

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 




Jika perayaan Isra’ dan Mi’raj bertujuan untuk mengagungkan peristiwa Isra’ dan Mi’raj itu sendiri, kita katakan, “Seandainya hal ini disyari’atkan, tentunya beliau shallallahu’alaihi wasallam merupakan orang pertama yang melaksanakannya”.


Jika perayaan itu untuk mengagungkan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan mengenang perjuangan beliau shallallahu’alaihi wasallam seperti pada maulid Nabi, maka tentulah Abu Bakr Radhiallahu’anhu adalah orang yang pertama melakukannya , lalu Umar, Utsman, Ali, kemudian orang-orang setelah mereka. Disusul kemudian oleh para tabiin selanjut para imam. Padahal tidak ada seorangpun dari mereka yang diketahui melakukan hal tersebut meskipun sedikit. Maka cukuplah bagi kita untuk melakukan apa yang menurut mereka cukup.” (Lihat Al Bida’ Al Hauliyah hal. 276-279 menukil dari Fatawa wa Rasail Asy Syaikh Muhammad bin Ibrahim 3/97-100)


Beliaupun berfatwa di dalam fatawa wa rasail, “Peringatan Isra’ dan Mi’raj adalah perkara batil dan satu kebidahan. Ini termasuk sikap meniru-niru orang yahudi dan nashrani dalam mengagungkan hari yang tidak diagungkan syari’at. Pemilik kedudukan tinggi Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam lah yang menetapkan syariat. Dialah yang menjelaskan halal dan harom. Sementara para khulafa’ rasyidin dan para imam dari para sahabat dan tabiin tidak pernah diketahui melakukan peringatan tersebut.” Kemudian berkata lagi, “Maksudnya perayaan peringatan Isra’ dan Mi’raj adalah bid’ah. Maka tidak boleh bekerjasama dalam hal tersebut". (Ibid 3/103)


Oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Instagram: @ittibarasul1

http://Instagram.com/ittibarasul1

Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1

Grup WA: wa.me/6289665842579

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments