Search

Wow netizen ini bercerita mengenai dana donasi Kitabisa untuk Surau Sydney

Baca Juga :

 




Netizen facebook diramaikan mengenai donasi Surau Sydney, berikut kami kutip tulisan lengkapnya :


SAVING PRIVATE RYAN, eh, SURAU


Sungguh aneh bin ajaib. Dalam kasus potongan 1M donasi Surau Sydney lewat Kitabisa, yang saya pertanyakan kan sebenarnya pihak Kitabisa. Tapi kenapa justru kelompok lain yang pada kegerahan? Sampai saya dipersekusi di WAG-WAG.


Disitulah saya merasa bingung. 


Padahal kalau bukan karena tulisan saya di Facebook, apa mau tuh ACT ujug-ujug janji akan transfer uang donasi Rp. 143 juta ke Surau Sydney? Padahal uang tersebut sudah 1-2 tahun mangkrak di rekening ACT. Jamaah Surau Sydney pun, sejak properti Surau terbeli Januari 2021, tidak pernah mempertanyakan. Sudah happy dengan uang donasi lewat Kitabisa sebanyak 2M yang masuk ke rekening Surau. Bodo amat dengan uang donatur yang “menguap” 1M. 


Itulah kenapa sebabnya pengurus lama Surau Sydney (periode 2015-2018) yang sekaligus merupakan para anggota pendiri awal Surau, TIDAK MAU mengumpulkan sumbangan menggunakan jasa MAKELAR. 


Selama bertugas 3 tahun, pengurus lama berhasil mengumpulkan donasi sebesar $245k atau sekitar Rp. 2.55M, TANPA MAKELAR. Uang donatur 100% sampai ke rekening Surau. Niat donatur mendirikan Surau sampai ke Surau 100%, tanpa potongan biaya iklan dan biaya makelar berlapis-lapis. Tanpa pula berbelok ke jaringan yang dicurigai sebagai pengepul dana gerakan terorisme dan ekstremisme, misalnya. Ups. Misalnya lho ini…  


Saya sendiri tidak pernah menjadi pengurus Surau, hawong saya sendiri bukan orang Minang. Suami saya yang orang Minang. Walau sekalipun belum pernah bertandang ke Surau Sydney, keluarga kami pernah menyumbang lewat pengurus lama Surau. Itu yang membuat saya concern dengan masalah menguapnya 1 milyar uang donatur ini. 


Bagaimana pertanggungjawaban jamaah Surau terhadap para donatur? Ada 1 milyar rupiah niat donatur yang indak sampai ka Surau, kok bisa sih pada anteng-anteng aja? Mentang-mentang itu pitih urang indak pitih awak. Bagaimana mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT dan para donatur tersebut? 


Niat baik WAJIB dilakukan dengan cara yang baik pula. Cara-cara yang tidak merugikan siapa pun. Cara-cara yang tidak mengandung narasi pembohongan publik. Misalnya, masjid dan mushalla sudah ada beratus-ratus di tanah rantau ini, lha kok diiklankan bakal menjadi Surau pertama. Misalnya lho ini. Ups lagi. 


Nah, next, saya mau kulik-kulik lagi uang menguap yang 508 juta yang katanya 100% dibayarkan ke Facebook. Siapa tahu ada yang bisa balik ke Surau. 


Juga perlu dikejar, uang 169 juta yang tertahan di rekening Yayasan Surau Anak Rantau. Itu bukan rekening Surau Sydney, tapi rekening Bank Syariah Mandiri di Pekanbaru. Kenapa 8 bulan uang tersebut masih parkir di Pekanbaru? Padahal kalau segera dikirim ke rekening Surau Sydney kan lumayan uang-uang ini, bisa buat bayar hutang. 


Eh sebentar sebentar. Hutang?


Iya, Surau Sydney masih berhutang ke jamaah, jumlah persisnya saya tidak tahu. Harga properti warehouse (gudang) yang dibeli pengurus baru untuk Surau itu sekitar 1.5 juta dollar atau sekitar Rp. 16.2M. Dibeli cash dengan semua hasil fundraising pengurus lama dan pengurus baru (termasuk fund raising lewat Kitabisa), plus hutang ke para jamaah Surau lewat skema hutang tanpa bunga Qard Hassan.  


Jadi, niat saya mengulik-ngulik ini ya supaya dari 1M yang “menguap” itu ada yang bisa balik ke Surau Sydney gitu lho. Biar cepat beres hutang-hutang Qard Hassan. Sesederhana itu. Buktinya cuma dengan modal saya menulis di Facebook saja bisa membuat ACT tergopoh-gopoh berjanji transfer uang Rp. 143 juta. 


Mohon dibantu ya Netizen. Urusan dihujat-dihina-dipersekusi, aku ya rapopo. Saya tetap niatkan upaya ini sebagai edukasi publik. Ternyata tidak semudah itu memahamkan matematika sederhana kepada pihak-pihak yang tidak mau tahu substansi permasalahan. 


Meilanie Buitenzorgy, Ph.D

(tinggal di Mount Annan, NSW 2567)

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments