Cari Dakwah

Apakah makam kuburan baqi tidak disemen karena menghemat tempat?

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 



Bismillah


Makam di Baqi tidak disemen karena menghemat tempat? , what!? 


Oleh Siswo Kusyudhanto


Tidak sengaja melihat link kajian seorang ustadz terkenal, didalam kajiannya di tanya salah seorang jamaah peserta kajian, "Ustadz kenapa makam di Baqi Madinah tidak disemen/dikijing seperti kebanyakan makam di Indonesia? " 


Ustadz itu menjawab bahwa makam di Baqi tidak disemen untuk menghemat tempat, karena satu makam disana menampung banyak jenazah, jadi setiap ada jenazah baru ditumpuk diatas makam sebelum nya dan seterusnya, ini alasan kenapa tidak disemen/dikijing.


Jujur bingung dengar jawaban si ustadz, karena setau saya dari para ustadz yang pernah kuliah dan tinggal bertahun-tahun di Universitas Islam Madinah mereka menjelaskan makam Baqi sengaja tidak disemen atau ditinggikan seperti halnya makam-makam di Indonesia, karena makam Baqi mengikuti syariat Islam memang demikian, jadi bukan karena alasan menghemat tempat atau menghemat tanah kuburan, Allahua'alam. 


-------


Larangan Kuburan Dibangun Kijing


Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits


Mengapa kijing kuburan dilarang dalam islam?


Jawab:


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,


Terdapat banyak dalil yang menunjukkan larangan mengkijing kuburan. Diantaranya,


Pertama, keterangan Ali bin Abi Tholib Radhiyallahu ‘anhu,


عَنْ أَبِى الْهَيَّاجِ الأَسَدِىِّ قَالَ قَالَ لِى عَلِىُّ بْنُ أَبِى طَالِبٍ أَلاَّ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ لاَ تَدَعَ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ


Abul Hayyaj al Asadi mencriakan bahwa Ali bin Abi Tholib berpesan kepadanya, “Saya mengutusmu dengan membawa misi yang pernah Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampaikan kepadaku, yaitu jangan engkau biarkan patung (gambar) melainkan engkau musnahkan dan jangan biarkan kubur tinggi dari tanah melainkan engkau ratakan.” (HR. Muslim no. 969).


Kedua, keterangan dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu,


نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memberi semen pada kubur, duduk di atas kubur dan membuat bangunan di atas kubur.” (HR. Muslim no. 970).


Keterangan:


Termasuk bentuk ‘membuat bangunan di atas kuburan’ adalah mengkijing kuburan atau membuat cungkup di atas kuburan.


Keterangan Imam as-Syafii & Ulama Syafiiyah

Dalam kitab al-Umm, Imam as-Syafii mengatakan,


وَأُحِبُّ أَنْ لَا يُبْنَى وَلَا يُجَصَّصَ فإن ذلك يُشْبِهُ الزِّينَةَ وَالْخُيَلَاءَ وَلَيْسَ الْمَوْتُ مَوْضِعَ وَاحِدٍ مِنْهُمَا ولم أَرَ قُبُورَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ مُجَصَّصَةً


Saya menyukai agar kuburan tidak diberi bangunan di atasnya dan tidak pula disemen (di-aci). Karena semacam ini sama dengan menghias kuburan dan berbangga dengan kuburan. Sementara kematian sama sekali tidak layak untuk itu. Dan saya juga melihat kuburan para sahabat Muhajirin dan Anshar, kuburan mereka tidak disemen. (al-Umm, 1/277)


Imam as-Syafii rahimahullah juga menceritakan sikap para penguasa ketika itu,


وقد رَأَيْت من الْوُلَاةِ من يَهْدِمَ بِمَكَّةَ ما يُبْنَى فيها فلم أَرَ الْفُقَهَاءَ يَعِيبُونَ ذلك


Saya melihat para penguasa menghancurkan kijing dan cungkup yang ada di kuburan di Mekah, dan saya tidak mengetahui adanya satupun ulama yang mengingkari perbuatan mereka. (al-Umm, 1/277)


Imam Nawawi – ulama Syafiiyah – mengatakan,


أَنَّ السُّنَّةَ أَنَّ الْقَبْرَ لَا يُرْفَعُ عَلَى الْأَرْضِ رَفْعًا كَثِيرًا وَلَا يُسَنَّمُ بَلْ يُرْفَعُ نَحْوَ شِبْرٍ وَيُسَطَّحُ وَهَذَا مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ


“Yang sesuai ajaran Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – kubur itu tidak ditinggikan dari atas tanah, yang dibolehkan hanyalah meninggikan satu jengkal dan hampir dilihat rata dengan tanah. Inilah pendapat dalam madzbab Syafi’i dan yang sepahaman dengannya.” (Syarh Shahih Muslim, 7/35).


Referensi: https://konsultasisyariah.com/23793-mengapa-kijing-dilarang.html

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments