Cari Dakwah

Tanggapan ukhti TW mengenai haji Furoda atau haji reguler dan haji plus pemerintah?

Baca Juga :

Fotodakwah.com -

 



[mohon share sebagai pembanding]

🌾 TANGGAPAN untuk tulisan Ukhti TW tentang haji furoda yang beliau alami

-----------

• Saya tanggapi karena tulisan itu di-share ribuan orang di FB 

• Tulisan beliau berisi opini yang berpotensi menyesatkan informasi bagi calon jama'ah haji tahun-tahun mendatang 

• Namanya saya singkat agar tidak men-direct orang mencari tahu

• Tanggapan ini saya posting di kolom komentar beliau.

_______________

🗣️ Kata Ukhti TW:

 ...saran saya berhaji reguler atau berhaji plus yang diselenggarakan oleh pemerintah. Karena jelas fasilitasnya 😊 Kami haji furoda, 250-350 juta, sesungguhnya ini bukan haji VIP. Wkwkwkwk… baru tau ternyata haji furoda dengan fasilitas semahal itu, ternyata lebih mirip haji mandiri atau backpackeran. 

Saya mengira haji furoda itu tinggal duduk manis, semua fasilitas ada. Ya macam kita umroh bintang 5 itu. Tinggal fokus aja ke ibadah.


Kita haji furoda, serba mandiri, pengurusan administrasi di Saudi kami urus sendiri, dari kartu identitas sampai dapat maktab

Kalau haji dari pemerintah, kita duduk manis karena udah ada yang mengurusi, banyak panitia, banyak transportasinya. Sedangkan furoda, harus rebutan bis sama negara lain yang akhirnya butuh berjam jam untuk mengantri. Dan kami harus jalan kemana mana karena gag ada transportasi nya yang disediakan. Kalau kemana mana naik taksi yang luar biasa tarifnya. Harus keluar uang terus. 


🕋 Tanggapan:

Saya katakan penulis termasuk jama'ah minim informasi.

1. Bila isu-nya adalah fasilitas, reguler dan plus tidak lebih baik daripada furoda


Lagipula...

2. Ukhti ikut furoda dari travel apa?

3. Ukhti maktab berapa?


Travel kami, travel teman-teman kami, dan masih banyak travel PIHK lain yang masih bayi, sudah beberapa kali memberangkatkan jama'ah dengan budget yang sama dan visa furoda. BARU DENGAR ada yang bilang fasilitasnya seperti itu. Itu travel apa ya?

 

Para pembaca juga harus kritis:

1. Travel Ukhti punya izin resmi PIHK & ada pengalaman berangkat sebelumnya? 

2. Furoda yang seseorang alami tidak bisa digeneralisir dengan orang lain

3. Sebelum berangkat, travelnya ditanya lagi sudah lapor pemerintah atau belum, ada muthawwif dan pembimbing atau tidak, dst.

_______________

🗣️ Kata Ukhti TW:

Nah kecuali temen temen daftar haji di Travel besar macam Dream Tour, Maxtour, Shafira. Itu bener bener VVIP. Karena setara juga dengan harganya yang 500 jutaan per orang. 

Kalau hanya punya budget 250-350 juta. Ya siap siap luntang lantung kemana mana sendiri. 

Apalagi yang luar biasanya maktab nya paling jauhhhh. Misal jarak maktab ke lempar jumroh aja 16km. Dan kita harus jalan kaki 3 jam.


🕋 Tanggapan:

1. Ada betulnya bahwa yang 500 juta maktab Mina-nya mungkin lebih dekat daripada yang 250 juta. Tapi... Ukhti & suami sendiri yang pilih travel itu, jadi ini adalah pilihan pribadi dan tidak ada yang memaksa. Hasilnya seperti apa, tidak bisa digeneralisir dengan fasilitas furoda 300 jutaan yang lain.

2. Banyak orang yang berpikirnya, "Alhamdulillah ada uang 600 juta buat pasutri", harusnya didorong haji sebelum wafat, bukan ditakuti dengan pengalaman pribadi & disuruh menengadah ke yang 500 juta atau malah mundur tanpa tahu apa masih hidup hingga datang panggilan haji, lantaran berharap fasilitas yang baik.

3. Haji juga butuh pengorbanan tenaga

4. Siapa bilang furoda mahal menjamin semua fasilitas? Haji yang sampai 400-500 juta juga mengalami air toilet Muzdalifah habis, batuk & demam. Yang mahal pun banyak yang tidur di bawah langit Muzdalifah dihembus angin malam yang bisa jadi itulah sebab suaminya sakit demam. 

5. Ukhti memang sepertinya kurang informasi, tidak semua travel besar (sekalipun) bisa berangkatkan jama'ahnya tahun ini. Travel besar juga punya keterbatasan.

Kalau mau fair, buka nama travelnya Ukhti. Tapi siap-siap travelnya bakal jadi bahan bullying...

_______________

🗣️ Kata Ukhti TW:

Setiap hari kami jalan kaki kesana kemari. Mau naik taxi gag bisa karena jalan ditutup dimana mana. Pilihannya hanya satu. Jalan kaki. Kalau haji pemerintah ada bus resmi, kami gag ada. 

Semalam kami berjalan kurang lebih 5 jam tanpa berhenti. Berhenti saat minum aja. Karena pasti di usir sama para polisi ” Ya Hajj, Ya Hajj!!!”. Gitu terussss selama 5 jam. Sampai gag tau kita berhentinya kapan, karena disuruh jalan terus. 

Akhirnya tumbang juga mas Tiyo. Demam tinggi karena kecapekan.


🕋 Tanggapan:

1. Ini jalan kaki dari mana kemana? Kalau ke jamarat ya memang tidak ada taxi. Jama'ah haji itu bukan lagi jalan-jalan di Turki.

2. Kalau yang dimaksud adalah ke jamarat, apakah reguler dan plus tidak seperti itu bahkan lebih dari itu?

3. Jika yang dimaksud adalah Arafah Muzdalifah Mina, maka itu bisa dikomplain ke travel, bukan curhat generalisasi di medsos.

_______________

🗣️ Kata Ukhti TW:

Yang punya pikiran kayak saya tentang haji furoda, mulai hari ini diubah pikirannya. Haji furoda hanya menang di waktu aja, gag perlu antri. Tapi jangan tanya fasilitas.

Saran dari saya pribadi, kalau gag mau nunggu lama, maka pakai haji plus dari pemerintah saja. Nunggu 5 tahun, tapi jelas semuanya. Jelas fasilitasnya, jelas disini kegiatannya apa, jelas jadi haji resmi indonesia dan jelas juga harganya. Justru harganya lebih murah dari furoda. Gelangnya juga beda sama kami yang furoda. Walaupun ada banyak panitia indonesia, kita mah gag masuk hitungan untuk di urusi. Urus diri masing masing 


🕋 Tanggapan:

Kalau ada uang cukup untuk tidak menunggu antrian, kenapa harus menunggu 30-40 tahun (reguler) atau 8-10 tahun (plus)?

Tidak ada jaminan kita masih akan hidup hingga tahun depan apalagi puluhan tahun ke depan.

Segera berangkat itu adalah bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat harta yang Dia berikan.

Justru menunggu antrian hanya demi fasilitas padahal mampu segera, menunjukkan jama'ah haji itu memang belum siap secara batin (manja), kurang keikhlasan dan rasa syukur. 


Sssttt, sebagian orang muslim memang sering jalan-jalan keluar negeri dan menomorsekiankan haji, jadi perbandingan ala pribadinya adalah ibadah fisik VS tamasya.


🕋 KESIMPULAN UNTUK KAUM MUSLIMIN TERUTAMA YANG SEDANG MERENCANAKAN HAJI:

1. Haji reguler dan plus TIDAK MESTI lebih baik daripada furoda

2. Sebelum memilih furoda, travelnya dicek lagi sudah PIHK atau belum, lapor pemerintah atau tidak, ada muthawwif dan pembimbing atau tidak, dst.

3. Furoda yang seseorang alami tidak bisa dipukul rata dengan orang lain

4. Furoda mahal sekalipun tetap ada pengorbanan dan tidak bisa manja

5. Furoda mahal pun banyak yang tidur di bawah langit Muzdalifah dihembus angin malam yang bisa jadi itulah sebab jama'ah demam masuk angin

6. Travel besar (sekalipun) tetap ada keterbatasan pada sebagian hal

7. Kalau ada uang cukup jangan menunggu antrian, ambil furoda! Tidak ada jaminan kita masih akan hidup hingga tahun depan

8. Segera berangkat itu adalah bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat harta yang Dia berikan

9. Menunggu antrian hanya demi fasilitas padahal mampu segera, pertanda jama'ah itu memang belum siap secara batin, kurang keikhlasan dan rasa syukur

10. Haji butuh pengorbanan, kita bukan mau jalan-jalan


Semoga jama'ah tahun depan bisa berangkat tanpa hambatan dan dapat fasilitas yang baik.


Muflih Safitra 

10 Dzulhijjah 1443 H

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Ayo bergabung bersama Tim Foto Dakwah, klik disini untuk donasi

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments