Search

Benarkah tanggal 12 robi’ul awwal adalah tanggal kelahiraan nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam, dan benarkah dianjurkan merayakan maulid nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam di tiap tanggal 12 robi’ul awwal tersebut ?

Baca Juga :

 



Bismillah
BENARKAH TANGGAL 12 ROBI’UL AWWAL ADALAH TANGGAL KELAHIRAAN NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam, DAN BENARKAH DIANJURKAN MERAYAKAN MAULID NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam DI TIAP TANGGAL 12 ROBI’UL AWWAL TERSEBUT ?

SEBUAH KAJIAN ILMIYYAH TERKAIT PERAYAAN MAULID NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam DAN FATWA PARA ULAMA AHLUS SUNNAH ATAS MASALAH INI
By: Berik said

Sebelum ana bahas tentang HUKUM PERAYAAN MAULID NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam, ada baiknya ada jelaskan dulu hal terkait WAKTU KELAHIRAN NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam.

Sebab hal ini juga akan ada korelasinya dengan perayaan maulid Nabi shollalloohu ‘alayhi wa salllam dan hukumnya, yang biasanya dilakukan tanggal 12 Robi’ul Awwal, yang diyakini banyak orang itulah hari kelahiran Nabi shollalloohu ‘alauhi wa sallam, dan di tanggal itulah kebanyakan orang merayakan perayaan maulid Nabi shollalloohu ‘alauhi wa sallam.

Maka pembahasan ini ada bagi menjadi beberapa sub judul berikut :

SEBENARNYA KAPAKAH NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam DILAHIRKAN ?

PEMBAHASAN PERTAMA
Terkait TAHUN KELAHIRAN NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam

Hampir seluruh Ulama sepakat bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada TAHUN GAJAH.

Hal ini berdasarkan apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma yang berkata:
ولدرسول الله -صلى الله عليه وسلم- يوم الفيل، يعني عام الفيل
"Dilahirkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Gajah, yakni pada TAHUN GAJAH ".
*Adz Dzahabi rahimahullah telah meriwayatkan hadits ini secara lengkap dengan sanadnya dalam Taarikhul Islam [hal.22] lantas beliau berkata: ‘shohih’

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
لا خلاف أنه ولد بجوف مكة وأن مولده عام الفيل
"TIDAK DIPERSELISIHKAN LAGI (oleh para Ulama) bahwasanya beliau (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) dilahirkan di tengah kota Mekkah, dan bahwasanya tahun kelahirannya adalah pada TAHUN GAJAH ".
*Zaadul Ma’aad [I:76]

Bahkan para orientalispun sepakat menyatakan tahun kelahiran Nabi adalah tahun gajah.

Hal ini diantaranya dikatakan oleh Jawwad Ali -seorang pakar sejarah Islam- yang berkata:
وقد ذهب معظم العلماء إلى القول بمولده عام الفيل،
"Mayoritas Ulama telah menegaskan (kuatnya) pendapat bahwa lahirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pada TAHUN GAJAH.
وأيدتهم الدراسات الحديثة التي قام بها باحثون مسلمون ومستشرقون اعتبروا عام الفيل موافقًا للعام 570 أو 571 الميلادي
Pendapat ini dikuatkan dengan sejumlah riset ilmiah modern yang dilakukan oleh kalangan cendikiawan muslim dan (bahkan) para orientalis yang semuanya menyatakan bahwa Tahun Gajah itu pas bertepatan dengan tahun 570 atau 571 M".
*al Mufshol fii Tarikh al Arob Qoblal Islam, karya Jawwad Ali [IX:443 dan 47)

PEMBAHASAN KEDUA
Terkait BULAN KELAHIRAN NABI shollalloohu ‘alauhi wa sallam

JUMHUR (MAYORITAS) Ulama berpendapat bahwa beliau dilahirkan pada BULAN ROBI’UL AWWAL.

Ibnu Katsir rohimahulloh saat menyebut diantaranya terkait kelahiran Nabi, maka beliau berkata :
ولد رسول الله صلى الله عليه وسلم عام الفيل يوم…. من شهر ربيع الأول…
وهذا هو المشهور عند الجمهور ، والله أعلم .
Rosululloh shollalloohu ‘alayhi wa sallam dilahirkan di TAHUN GAJAH… di (BULAN) ROBI’UL AWWAL… dan ini adalah PENDAPAT YANG SANGAT MASYHUR DIKALANGAN ULAMA, Walloohu a’lam’.
*as Siroh an Nabawiyyah [I:199]

Ada pula sementara Ulama yang berpendapat bahwa beliau dilahirkan pada BULAN ROMADHON.

Hanya saja Ibnu Katsir rahimahullah menganggap pendapat yang kedua tersebut, NYLENEH.

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah:
نقله ابن عبد البر عن الزبير بن بكار، وهو قول غريب جدًا
‘Ibnu Abdil Barr rahimahullah telah menukilkan informasi dari Zubair bin Bukkar rahimahullah (bahwsanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada bulan Ramadhan). Namun, ini pendapat yang BENAR-BNERA NYLENEH ! ‘
*Al-Bidaayah wan Nihaayah [II:60]; dan dalam Al-Fushul [hal.34] Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan syadz/ganjilnya pendapat ini)

PEMBAHASAN KETIGA
Terkait HARI KELAHIRAN NABI shollalloohu ‘alauhi wa sallam

Abu Qatadah Al-Anshara radhiallahu ‘anhu bercerita:
سُئلَ عن صَومِ الإثنَينِ ؟ قال: ذاك يومٌ وُلدتُ فيه
"Beliau (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) pernah ditanya perihal puasa (sunnah) hari SENIN. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: "Itulah HARI SAAT AKU DILAHIRKAN ".
*HSR. Muslim [1162]

PEMBAHASAN KEEMPAT
Terkait TANGGAL KELAHIRAN NABI shollalloohu ‘alauhi wa sallam,

Benarkah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan tanggal 12 ?

Ibnu Rojab al Hanbali rohimahullooh berkata:
ثم اختلفوا فقيل: لليلتين خلتا منه وقيل: لثمان خلت منه وقيل: لعشر وقيل: لاثنتي عشرة وقيل: لسبع عشرة وقيل: لثماني عشرة
"Para ulama berselisih (mengenai tanggal kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), dikatakan tanggal 2, 8, 10, 12, 17 Rabi’ul Awwal, dan tanggal 18 Rabi’ul Awwal”.
*Lathoo’iful Ma’aarif [hal. 93])

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Siroh an Nabawiyyah [I:99] telah menyebutkan enam pendapat Ulama terkait tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ada yang menyatakan malam tanggal 12 Rabi'ul Awwal, 10 Rabi'ul Awwal, 8 Rabi'ul Awwal, dan lain-lain.

Tetapi seluruh pendapat tersebut tidak ada yang didukung dalil yang shahih.

Hanya saja jumhur ulama lebih meyakini bahwa kelahiran Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam, adalah tanggal 12 Rabi'ul Awwal.

Argumentasi utamanya didasarkan pada apa yang disampaikan oleh Jabir dan Ibnu Abbas radhiallahu 'anhum yang menyatakan:
ولد رسول الله -صلى الله عليه وسلم- عام الفيل يوم الاثنين الثاني عشر من شهر ربيع الأول
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan Tahun Gajah TANGGAL 12 Rabi'ul Awwal".

SHOHIHKAH RIWAYAT JABIR dan IBNU ABBAS rodhialloohu ‘anhum DI ATAS ?

Seandainya riwayat di atas shahih, maka hilanglah perselisihan pendapat itu.
Sayangnya atsar di atas DHO’IF !

Dikarenakan riwayat tersebut dikatakan oleh Ibnu Katsir rahimahullah dalam Al Bidaayah [III: 109] ‘Sanadnya terputus’.

Diantara yang semakin menunjukkan lemahnya riwayat di atas -yakni riwayat yang menyatakan lahirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 12 Rabi’ul Awwal- adalah sebagai berikut :

Seorang pakar Astronomi bernama Abdullah bin Ibrahim bin Muhammad Sulaim rahimahullah, telah mencoba mengadakan riset ilmiah untuk menentukan TANGGAL KENABIAN Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana diungkapkan dalam Taqwiimul Azmaan fi Tahqiiqi Maulidin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [hal.143]

Beliau mula-mula mengkonversikan tahun Hijriyah ke tahun Masehi.
Lalu dengan suatu rumus beliau menegaskan bahwa kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu adalah hari senin TANGGAL 9 ROBI’UL AWWAL (BUKAN 12 ROBI’UL AWWAL -pent), tahun 53 sebelum Hijriyah, atau 20 April 571, baik menurut ru’yah maupun hisab.

Metode dan rumus beliau sangat jelas dan gamblang.
Lihat rincian metode penghitungan beliau itu sebagaimana dikutip dalam Kitab Maa Syaa’a Wa Lam Yatsbutu fi as Sirroh ‘an Nabaawiyyah [hal. 7-8]

Pendapat ini juga dikuatkan oleh seorang pakar ahli Falak Islam dari Mesir, yakni Ustadz Mahmud Basya al Maliki rahimahullah (wafat tahun 1303 H).
*Nuurul Yaqin fii Siiroh Sayyidil Mursalin [hal.9])

Syaikh Ali Tanthowi rahimahullah juga ikut menguatkan pendapat ini dalam pengantar beliau atas buku Ustadz Mahmud Basya itu [hal. 83]

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah pun agaknya condong kepada perhitungan ini, sehingga beliau menyatakan:
وقد حقق بعض الفلكيين المتأخرين ذلك أي مولده -صلى الله عليه وسلم- فكان اليوم التاسع لا في اليوم الثاني عشر
"Sebagian ahli falak muta'akhirin telah meneliti tentang tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ternyata jatuh pada tanggal 9 Rabi'ul Awwal, bukan 12 Rabi'ul Awwal".
*al Qaulul Mufid [I:491]

Dengan melihat penjelasan di atas, maka sebenarnya akan menjadi pertanyaan 'SIAPA YNG DIPERINGATI MEREKA KELAHIRANNYA TIAP TANGGAL 12 RONI’UL AWWAL TADI ?' he he...

PEMBAHASAN KELIMA
KALAUPUN TANGGAL KELAHIRAN NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam ITU ANGGAP SAJA BENAR TANGGAL 12 ROBI’UL AWWAL, MAKA APAKAH PERAYAAN MAULID ITU SUNNAH ?

Jawabannya
Tetap saja hal itu BUKAN TERMASUK SUNNAH, BAHKAN LEBIH TEPAT DIKATAKAN BID'AH, dengan bebebrapa alasan berikut:

Pertama
Seandainya hari kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memiliki dampak hukum sesuatu, niscaya para shahabat rodhialloohu ‘anhum telah menanyakannya kepada beliau, atau Nabi shoollallhu ‘alayhi wa sallam yang akan mengabarkan kepada mereka.

Namun semua itu tidak terjadi.
Ini menunjukkan bahwa TERKAIT TANGGAL LAHIRNYA NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam ITU SAMA SEKALI TAK ADA KAITAN IBADAH KHUSUS !

Kedua
Kita tahu, tak ada satupun kelompok manusia yang benar-benar telah terbukti cinta lahir batinnya kepada Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam yang melebihi para shahabat rodhialloohu ‘anhum ajma’in.

Tentu andai saja tanggal harinya Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam ada ibadah khusus yang utama untuk dilakukan, dan merayakan perayaan maulid sebagai sebuah bentuk cinta pada Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam, sudah pasti mereka adalah generasi pertama yang akan melakukannya !

Bahkan LOGIKA PARA SAHABAT rodhialloohu 'anhum UNTUK MENUNJUKKAN RASA CINTA PADA NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam DENGAN CARA YANG DALAM BENAK MEREKA SEKILAS TEELIHAT BAIK, PUN AKAN DIKALAHKAN SAAT MEREKA MELIHAT HAL INI TIDAK DISUKAI OLEH NABI sholloohu ‘alayhi wa sallam !

Sebagai contoh, INGIN SEKALI PARA SHAHABAT rodhilalloohu ‘anhum MENGHORMATI NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam DENGAN CARA BERDIRI SAAT BELIAU DATANG !

Tapi saat shahabat rodhialloohu ‘anhum tahu bahwa HAL ITU DILARANG OLEH NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam, MAKA MEREKA TIDAK BERANI MMELAKUKANNYA !

Inilah HAKEKAT CINYA YANG SESEUNGGUHNYA…

BUKAN SEPERTI AHLI BID’AH YANG ATAS NAMA CINTA JUSTRU DEMENNYA MELAKUKAN BID’AH !

Lihatlah hadits berikut :
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu , di mana ia berkata,
ما كان شَخْصٌ أحبَّ إليهِمْ رُؤْيَةً مِنَ النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ، وكَانُوا إذا رَأوْهُ لمْ يَقُومُوا إليهِ لِما يَعْلَمُونَ من كَرَاهيَتِه لِذلكَ
“Tidak ada seorang pun yang lebih mereka (para shahabat) cintai saat melihatnya selain Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Namun jika melihat beliau, mereka tidak pernah berdiri karena mereka mengetahui kebencian beliau atas hal itu”.
*HR. Bukhari Al Adabul-Mufrad [946]. dll. Dishohihkan al Albani dalam Shohih Adabul Mufrod [724])

Ahlu bid’ah kebalikannya…
Paling senang atas nama cinta pada ulama, syaikh dan sebagainya, lalu menyambutnya dengan berdiri, dan mereka ngotot atas hal ini atas nama MEMULIAKAN ULAMA !

Nah…
Kembali pada pembahasan awal, jika saja perayaan Maulid ini memang bagian agama, apalagi bagian bukti cinta pada Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam, pasti dari dulu parta sahabat rodhialloohu ‘anhum melakukannya.

Jangankan baru maulidan -jika ini benar sunnah-, bahkan DARAH DAN NYAWA SAJA PARA SAHABAT RELAKAN DEMI KECINTAANNYA PADA NABI shollalloohu ‘alahi wa sallam !

Maka saat para sahabat tak pernah ada yang melakukannya, maka sudah SANGAT PASTI hal ini adalah BID’AH DAN CELAH GHULUW YANG DIBENCI OLEH NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam !

Dan al Hafizh rohimahulloh sendiri mengakui bahwa yang namanya MAULID NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam ITU TIDAK PERNAH DILAKUKAN OLEH PARA SALAFUL UMMAH, DAN BELIAU MENGAKUI INI SEBAGAI BID’AH, WALAU SAYANGNYA IBNUL HAJAR rohimahulloh TELAH KELIRU SAAT UJUNGNYA MENGANGGAP INI BID’AH HASANAH, KARENA DALAM AGAMA INI SECARA SYARI’AT TAK ADA SATUPUN BID’AH YANG LAYAK DISEBUT BID’AH HASANAH !

Berikut pernyataan al Hafizh rohimahulloh:
أنّ المولد النبويّ بِدعةٌ لم يكن لها وجود في عهد رسول الله -صلّى الله عليه وسلّم-، ولم يُنقل عن أحدٍ من السَّلَف الصالح خلال ثلاثة قرونٍ أنّه احتفل بالمَولد النبويّ، …
Sesunggunya perayaan Maulid Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam adalah BID’AH YANG TIDAK PERNAH ADA DI ZAMAN ROSULULLOH shollalloohu ‘alayhi wa sallam, DAN TAK PERNAK PULA DINUKILKAN SEORANGPUN DARI TIGA GENERASI SALAF (YAKNI SAHABAT, TABI’IN, DAN TABI’IT TABI’IN) BAHWA MEREKA MELAKUKAN PERAYAAN MAULID NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam…
*Hushnul Muqshid fi Amalil Mawlid (16-17)

Seorang ulama bermadzhab Maliki, yakni Taajud Din al Faakihaani (734 H) berkata hampir senada dengan al Hafizh rohimahulloh di atas:
(لا أعلمُ لهذا المولِدِ أصلًا في كِتابٍ ولا سُنَّةٍ، ولا يُنقَلُ عَمَلُه عن أحدٍ مِن عُلماءِ الأُمَّة، الذين هُم القُدوةُ في الدِّين، المتمسِّكونَ بآثارِ المتقدِّمين، بلْ هو بِدعةٌ أحْدَثها البَطَّالون... وهذا لم يأذنْ فيه الشرعُ، ولا فعَلَه الصحابةُ ولا التابِعون، ولا العُلماءُ المتديِّنون، فيما عَلِمتُ،
‘Aku sama sekali tidak mengetahui dasar perayaan maulid ini, baik dalam Al Qur’an, maupun as Sunnah, dan tidak pernah pula dinukilkan perbuatan ini dilakukan oleh satupun ulama ummat yang di mana mereka adalah teladan kita dalam beragama yang selalu berpegang teguh dengan jejak para ulama terdahulu.

Bahkan ini adalah BID’AH YANG DIADA-ADAKAN OLEH AHLI BATHIL (yakni diawali kalangan Syi’ah Fathimiyyah -pent)… Dan perbuatan ini (perayaan Maulid) adalah perbuatan yang TIDAK DIIZINKAN OLEH SYARI’AT, dan TIDAK PERNAH PULA DILAKUKAN OLEH PARA SAHABAT DAN TABI’IN, DAN TIDAK PULA OLEH PARA ULAMA YANG BERPEGANG TEGUH PADA AGAMA sebatas yang Aku ketahui…
*al Maurid Fil Kalam ‘Ala ‘Amalil Maulid, [hal. 20]

Sementara itu berkata Ibnul Hajj al Faasii al Maliki rohimahulloh:
إنَّ ذلك زِيادةٌ في الدِّين ليس من عمَلِ السَّلفِ الماضين، واتِّباعُ السَّلفِ أَوْلَى، بل أوْجَبُ...
‘Sesungguhnya peringatan Maulid Nabi termasuk MENAMBAH-NAMBAH URUSAN AGAMA YANG SAMA SEKALI BUKAN AMALAN DARI KALANGAN SALAF TERDAHULU, SEMENTARA (KITA TAHU) MENGIKUTI SALAF ADALAH JAUH LEBIH UTAMA, BAHKAN WAJIB…!’
*al Madkhol [II:312]

KESIMPILAN
• Sejarah riwayat tidak ada hadits atau atsar shahih yang menunjukkan tanggal lahirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
• Bahkan penelitian muta'akhirin ahli astronomi menunjukkan yang lebih dekat pada kebenaran kelahiran beliau adalah tanggal 9 Rabi’ul Awwal, bukan tanggal 12 Rabi’ul Awwal.
• Jadi, peringatan maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang banyak dilakukan kaum muslimin saat ini, disamping itu amalan bid’ah, tanggalnya juga keliru, atau minimal tidak pasti.

Walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin wa shollalloohu ‘alaa Muhammadin

Follow akun sosial media Foto Dakwah, klik disini

Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami

Share Artikel Ini

Related Posts

Comments
0 Comments